Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Belalang Unik Berkepala Runcing, Menghuni Padang Rumput
belalang kepala panjang oriental (commons.wikimedia.org/masaki ikeda)
  • Lima belalang berkepala runcing hidup di wilayah Amerika hingga Asia, dengan bentuk tubuh dan warna yang mendukung kamuflase di rerumputan, semak, maupun lahan pertanian.
  • Sphenarium purpurascens dan Acrida cinerea kerap menjadi hama pemakan tanaman, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pangan manusia atau pakan unggas di sejumlah wilayah.
  • Acrida ungarica menghadapi penurunan populasi akibat kerusakan habitat, sementara Acrida conica tidak merugikan petani dan Leptysma marginicollis menyukai area lembap bervegetasi rapat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semak-semak dan rerumputan menjadi rumah bagi berbagai jenis serangga, salah satunya adalah belalang. Belalang juga hadir dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah belalang berkepala runcing. Kepala runcing belalang menjadi ciri khas sekaligus alat berkamuflase yang sempura.

Belalang berkepala runcing bisa ditemukan di banyak daerah, mulai dari Amerika hingga Asia. Ada spesies berwarna hijau, berukuran besar, bahkan ada juga yang bisa dimakan, lho. Keberagaman tersebut menunjukan bahwa belalang merupakan serangga yang penuh kejutan. Apa aja sih belalang unik berkepala runcing yang ada di dunia? Di bawah ini lima di antaranya!

1. Belalang ladang jagung aman untuk dimakan

belalang ladang jagung (commons.wikimedia.org/Juan Carlos Fonseca Mata)

Seperti namanya, Sphenarium purpurascens atau belalang ladang jagung sering ditemukan ladang jagung. Penyebaran hewan ini mencakup wilayah Amerika, khususnya di Meksiko hingga Guatemala. Kepalanya runcing, badannya pendek, dan ia punya beberapa perpaduan warna seperti hijau dan cokelat. Di habitat aslinya, belalang ini menjadi hama karena sering memakan daun jagung. Artikel di jurnal Crop Protection juga menjelaskan kalau masyarakat lokal sering menangkap dan memakannya. Selain rasanya yang lezat, penangkapan tersebut dilakukan dalam upaya pembasmian hama.

2. Belalang kepala kerucut mulai terancam

belalang kepala kerucut (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Tak cuma kepala yang runcing, hewan dengan nama ilmiah Acrida ungarica ini juga sangat unik. Ia memiliki antena yang lurus dan memanjang. Badannya juga sangat ramping dan kaki belakangnya panjang. Perpaduan warnanya juga unik, yaitu cokelat dan hijau. Kedua warna tersebut bisa ia gunakan untuk bersembunyi dan berkamuflase.

Dilansir European Locust and Their Ecology, belalang kepala kerucut sering ditemukan di area kering seperti steppe, savana, dan padang rumput. Ia juga bisa ditemukan di semak-semak dan pegunungan. Sayangnya, populasi serangga ini mulai menurun akibat kerusakan habitat dan aktivitas manusia. Ia juga memiliki dua subspesies, yaitu Acrida ungarica mediterranea dan Acrida ungarica ungarica.

3. Belalang kepala panjang oriental hidup di wilayah China

belalang kepala panjang (commons.wikimedia.org/Greg Peterson)

Acrida cinerea atau belalang kepala panjang oriental bisa ditemukan di China, Korea, Jepang, hingga Indonesia. Dilansir Picture Insect, habitatnya mencakup lapangan, padang rumput, dan area pertanian. Ukurannyacukup besar dengan panjang mencapai 5 centimeter. Namun, belalang kepala panjang oriental memiliki gerakan yang lambat dan cukup mudah ditangkap.

Hewan ini merupakan komoditas pangan yang populer. Ia juga kerap dijadikan makanan bagi hewan ternak seperti ayam dan unggas lain. Serangga ini sangat bergizi dan bisa memacu perkembangan hewan ternak. Seperti spesies lain, belalang ini sangat suka memakan rumput dan dedaunan sehingga menjami hama yang merugikan.

4. Belalang wajah miring besar tak merugikan petani

belalang wajah miring besar (commons.wikimedia.org/Ursina Gringer)

Dilansir Atlas of Living Australia, Acrida conica atau belalang wajah miring besar hanya bisa ditemukan di Pulau Papua dan Australia. Habitatnya mencakup rerumputan dan pinggiran hutan yang tidak terlalu lebat. Ukurannya memang cukup besar dengan panjang mencapai 8,5 centimeter. Namun, warna cokelat, hijau, dan badannya yang ramping membuatnya bisa berkamuflase dengan sangat baik dan sulit dideteksi. Berbeda dari spesies lain, belalang ini bukan hama yang merugikan dan jarang dibasmi oleh para petani.

5. Belalang ramping kawin menghuni area lembap

belalang ramping (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

Belalang asli Amerika Serikat dan Meksiko ini punya nama ilmiah Leptysma marginicollis. Dilansir iNaturalist, belalang ramping punya kepala yang runcing, datar, dan antena yang bentuknya mirip seperti pedang. Hewan ini punya tubuh berwarna cokelat dan kuning. Tak hanya itu, populasinya juga cukup melimpah. Tak seperti spesies lain di daftar ini, belalang ramping sangat suka hidup di area lembap dan wilayah dengan vegetasi rapat. Terakhir, musim kawinnya berlangsung pada bulan April.

Berbagai belalang unik berkepala runcing menjadi cerminan kehidupan serangga yang penuh dengan kejutan. Serangga bukan hewan kecil yang bisa diremehkan atau dipandang rendah. Sebaliknya, invertebrata tersebut merupakan salah satu jenis hewan dengan ciri fisik paling beragam. Sebab, bentuk tubuh serangga tak terbatas pada satu pakem tertentu yang mengikat dan kaku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article