Nama tawon sudah tak asing di telinga banyak orang. Tak hanya itu, reputasi tawon sebagai serangga berbahaya yang bisa menyengat juga membuatnya ditakuti oleh sebagian besar orang. Spesies tawon juga ada banyak, salah satunya adalah Vespa orientalis atau tawon vespa oriental yang hidup di benua Asia.
5 Fakta Ilmiah Tawon Vespa Oriental, Bermusuhan dengan Lebah

- Vespa orientalis tersebar dari Eropa hingga Asia Selatan, menghuni hutan, savana, perkebunan, dan permukiman. Koloninya umumnya bersarang di tanah, juga dapat menempati lubang pohon atau sela kendaraan.
- Sengatan Vespa orientalis berbisa dan memicu nyeri, bengkak, serta kemerahan. Dalam kasus tertentu dapat menimbulkan pusing, muntah, diare, hipertensi, bahkan komplikasi berat pada penderita alergi.
- Tawon sepanjang 2–3,5 sentimeter ini memangsa lebah madu dan larvanya serta mengambil madu, sehingga menjadi hama peternak lebah. Mereka juga berkomunikasi melalui getaran ketukan dalam koloni.
Serangga tersebut punya ukuran yang cukup besar, habitatnya beragam, dan merupakan predator ganas di habitatnya. Sengatannya juga sangat menyakitkan, bahkan berpotensi mengancam nyawa manusia. Penasaran dengan berbagai fakta ilmiah tawon vespa oriental? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Tersebar dari Eropa hingga Asia Selatan

tawon vespa oriental (inaturalist.org/0959kedi) Meski memiliki kata "oriental" di namanya, tapi tawon vespa oriental tak hanya menghuni wilayah Asia, lho. Dilansir GBIF, penyebaran serangga ini mencakup berbagai daerah, seperti Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Asia Timur. Habitat tawon vespa oriental juga mencakup berbagai daerah, mulai dari hutan, savana, area berkayu, dan perkebunan. Bahkan, serangga ini juga kerap dijumpai di area pemukiman sehingga tak jarang berinteraksi serta berkonflik dengan manusia.
2. Tawon vespa oriental membuat sarang di dalam tanah

tawon vespa oriental (inaturalist.org/Barry Stewart) Artikel di jurnal Naturwissenschaften menjelaskan bahwa tawon vespa oriental biasanya akan membangun sarang atau koloni dl dalam tanah. Studi pada 2005 juga menambahkan bahwa di tiap "comb" terdapat butiran mineral dari bahan polikristalin yang melekat. Sarangnya sendiri terdiri atas banyak comb yang digunakan serangga ini untuk bertahan hidup.
Sebagian besar sarangnya memang terkubur di dalam tanah, tetapi ada bagian yang menonjol ke permukaan. Biasanya, bagian tersebut merupakan pintu bagi tawon untuk keluar masuk sarang. Tak hanya di dalam tanah, terkadang hewan ini juga akan membangun sarang di lubang pepohonan hingga sela-sela kendaraan. Sarangnya sendiri terbuat dari material tanaman yang direkatkan.
3. Sengatannya menyakitkan dan berpotensi berbahaya

tawon vespa oriental (inaturalist.org/martinc1) Dilansir Picture Insect, tawon vespa oriental punya sengatan yang menyakitkan. Sengatan tersebut berbisa dan punya banyak kandungan zat seperti histamine, serotonin, bradykinin, serta hyaluronidase. Beberapa saat setelah disengat, kulit akan mengalami pembengkakan, warnanya berubah menjadi merah, dan rasa sakit yang kuat mulai terasa di area sengatan.
Efek yang lebih parah seperti pusing, muntah-muntah, diare, hingga darah tinggi juga bisa terjadi. Efeknya sendiri akan hilang dalam waktu beberapa jam. Namun, beberapa orang yang punya alergi juga bisa mengalami gagal ginjal hingga koma. Meski cukup berbahaya, studi pada 1981 mengungkap fakta bahwa bisa tawon vespa oriental berpotensi untuk dijadikan obat.
4. Sering berkonflik dengan lebah madu

tawon vespa oriental (inaturalist.org/meravg) Laman Atlas of Living Australia menerangkan bahwa serangga sepanjang 2-3,5 centimeter ini merupakan predator yang ganas. Ia kerap memangsa lebah madu dewasa atau larva lebah madu untuk memenuhi kebutuhan protein. Tak hanya itu, tawon vespa oriental juga akan memakan madu dari lebah untuk memenuhi kebutuhan karbohidratnya.
Karena kebiasaan makan tersebut, tawon vespa oriental kerap menyerang dan berkonflik dengan lebah madu. Ia tak segan untuk menangkap, mengejar, hingga merusak sarang lebah madu. Tak hanya menjadi musuh alami bagi lebah madu, hal tersebut juga membuat tawon vespa oriental menjadi hama bagi para peternak lebah.
5. Tawon vesta oriental berkomunikasi dengan getaran suara

tawon vespa oriental (inaturalist.org/Chaym Turak) Dikutip iNaturalist, tawon vespa oriental berkomunikasi melalui getaran suara. Terdapat tiga metode yang sering digunakan, yaitu ketukan pada ratu lebah, ketukan untuk membangunkan tawon lain, dan ketukan larva yang mengisyaratkan rasa lapar. Tiap ketukan juga memiliki fungsi yang berbeda, seperti digunakan agar ratu tawon terus bertelur, membangunkan koloni, hingga memberikan sinyal bahwa larva tawon harus segera diberi makan. Kemampuan komunikasi tersebut terbilang cukup kompleks bagi serangga.
Dari semua fakta ilmiah tawon vespa oriental tersebut dapat terlihat kalau ia merupakan serangga dengan kehidupan yang dinamis. Tawon vespa oriental bisa berburu, membuat sarang, bahkan berkomunikasi satu sama lain. Sekilas tawon vespa oriental memang nampak tak berguna bagi manusia. Meski begitu, ia tetaplah bagian dari ekosistem yang populasinya harus dijaga.





















