Lautan tak henti-hentinya membuat manusia takjub dengan keberagaman hewannya. Lebih lanjut, populasi hewan di laut didominasi oleh ikan, entah itu ikan predator, spesies kecil, atau ikan berwarna cerah. Di antara banyaknya ikan di laut, Chrysoblephus laticeps atau roman seabream jadi salah satu spesies yang cukup unik.
5 Fakta Unik Roman Seabream, Berubah Jadi Jantan saat Dewasa

- Roman seabream dewasa berwarna jingga dengan garis putih, sedangkan individu muda berwarna cokelat, hitam, dan putih; panjangnya dapat mencapai 32–50 sentimeter.
- Spesies endemik Afrika selatan ini hidup dari Namibia hingga Afrika Selatan, terutama di pesisir dan karang, serta memangsa ikan kecil, krustasea, dan decapoda.
- Roman seabream muda berkelamin betina lalu berubah menjadi jantan saat dewasa; ikan ini diburu nelayan, sementara populasinya di beberapa daerah terancam perburuan berlebihan.
Keunikan pertamanya tercermin dari warna tubuh yang sangat mencolok. Penyebarannya juga cukup sempit karena hanya bisa ditemukan di Afrika bagian selatan. Tak hanya itu, bahkan roman seabream bisa mengubah jenis kelaminnya, lho. Mau tahu apa saja fakta unik roman seabream? Yuk, kita ulik di bawah ini.
1. Tubuhnya didominasi warna jingga dan garis putih

roman seabream (inaturalist.org/Dr Cleeve Robertson) Roman seabream merupakan ikan dengan warna yang sangat mencolok, yaitu jingga dan putih. Lebih lanjut, jingga merupakan warna dasarnya yang dapat terlihat di kepala, badan, hingga ekor. Sementara itu, putih merupakan warna keduanya yang nampak dalam bentuk pola garis di bagian badan. Namun, kedua warna tersebut hanya nampak pada individu dewasa. Ketika masih muda ikan sepanjang 32-50 centimeter ini punya warna yang lebih gelap, yaitu perpaduan antara cokelat, hitam, dan putih.
2. Roman seabream merupakan satwa endemik Afrika

roman seabream (inaturalist.org/carel van der Colff) Laman SANBI menjelaskan bahwa roman seabream merupakan satwa endemik yang hanya bisa ditemukan di Afrika bagian selatan. Jika melihat penyebarannya, roman seabream dapat ditemukan di Namibia hingga Afrika Selatan. Ikan dewasa kerap ditemukan di area pesisir hingga kedalaman 100 meter. Sementara itu, individu muda hanya bisa menyelam hingga kedalaman 30 meter. Roman seabream kerap berenang di area karang, dasar perairan, atau area karang. Sembari berenang, ikan ini akan memangsa hewan kecil seperti ikan, krustasea, dan decapoda.
3. Roman seabream berubah menjadi jantan ketika dewasa

roman seabream (inaturalist.org/Cape RADD) Dilansir Universal Fish Catalogue, roman seabream merupakan spesies protogynous hermaphrodite. Ketika masih muda ikan ini memiliki jenis kelamin betina. Kemudian, saat menginjak dewasa ia akan mengubah jenis kelamin menjadi jantan. Sebelum kawin, roman seabream akan saling berpasang-pasangan dan melakukan ritual perkawinan khusus. Setelah kawin roman seabream akan menaruh telurnya di dasar perairan dan melakukan pembuahan secara eksternal, serupa dengan spesies ikan lain.
4. Roman seabream bisa ditangkap dengan berbagai metode

roman seabream (inaturalist.org/Georgina Jones) Laman EOL menerangkan bahwa roman seabream merupakan salah satu spesies ikan yang menjadi incaran para nelayan. Biasanya, para nelayan akan menangkap roman seabream di perairan dangkal seperti bibir pantai dan pesisir laut. Ada beberapa metode untuk menangkap roman seabream, seperti dipancing dengan kail, ditangkap menggunakan jaring raksasa, hingga ditombak. Populasi ikan ini sebenarnya masih melimpah meski kerap diburu. Namun, di beberapa daerah eksistensi roman seabream mulai terancam karena terjadi overhunting atau perburuan yang berlebihan.
5. Roman seabream masuk ke famili Sparidae

roman seabream (inaturalist.org/Cape RADD) Jika melihat taksonominya, roman seabream masuk ke famili Sparidae. Dilansir iNaturalist, Sparidae merupakan famili ikan laut berukuran sedang yang masuk ke ordo Perciformes. Tercatat, setidaknya terdapat sekitar 155 spesies dan 38 genus di famili Sparidae. Semua spesies Sparidae (termasuk roman seabream) punya beberapa ciri khas, seperti kepala besar, tidak memiliki sisik di bagian moncong, dan tidak memiliki gigi di langit-langit mulut. Sparidae juga termasuk salah satu ikan laut yang populer di pasaran karena sering ditangkap dan diperdagangkan secara bebas.
Itulah lima fakta unik roman seabream, yaitu ikan berwarna jingga yang menjadi incaran nelayan. Ikan tersebut memang bukan spesies dengan ukuran yang terlalu besar, tapi ia menjadi salah satu spesies yang penting bagi banyak orang. Selain bermanfaat bagi manusia, roman seabream juga memiliki peran tersendiri di ekosistem. Karena itu, kehidupan dan eksistensinya juga harus dijaga.




















