5 Burung Eksotis dari Genus Passer, Sering Berkeliaran di Pemukiman

- Burung gereja rumah punya penyebaran luas
- Burung gereja eurasia punya jiwa sosial tinggi
- Burung gereja punggung olive hidup di benua Asia
Passer merupakan genus burung berukuran mungil yang berasal dari famili Passeridae. Secara umum, genus Passer sering disebut sebagai sparrow atau burung gereja. Sebab, di wilayah penyebaran alaminya genus ini sering terlihat beraktivitas, mencari makanan, hingga bereproduksi di sekitar gereja. Spesies dari genus Passer juga ada banyak, bahkan penyebarannya sangat luas.
Contohnya, ada burung gereja rumah yang sering terlihat di perkotaan dan area pemukiman. Kemudian, ada juga burung gereja gurun yang bisa hidup di gurun yang kering dan gersang. Tak cuma itu, ada juga burung gereja eurasia yang berasal dari bumi bagian utara. Penasaran dengan semua burung tersebut? Di bawah ini pembahasan lengkapnya!
1. Burung gereja rumah punya penyebaran luas

Passer domesticus atau burung gereja rumah merupakan salah satu spesies Passer paling terkenal dan punya penyebaran terluas. Tercatat, hewan sepanjang 14-18 centimeter ini bisa ditemukan hampir di seluruh dunia, mulai dari Eropa, Afrika, Eurasia, Amerika, Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Australia. Burung gereja rumah juga menjadi spesies invasif di beberapa daerah.
Dilansir National Audobon Society, burung gereja rumah sering mencari makanan di atas tanah. Biasanya, ia akan berjalan santai sembari mencari hewan kecil dan biji-bijian di semak-semak atau rerumputan. Tak cuma di alam liar, unggas ini juga kerap berkeliaran di pedesaaan, area pemukiman, hingga perkotaan. Hal tersebut menunjukan kalau ia memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi.
2. Burung gereja eurasia punya jiwa sosial tinggi

Hewan dengan nama ilmiah Passer montanus ini sangat mirip dengan burung gereja rumah. Saking miripnya, banyak orang yang tidak bisa membedakan keduanya. Padahal, spesies ini sedikit lebih kecil dengan panjang maksimal 14 centimeter. Burung gereja eurasia dan gereja rumah juga kerap melakukan perkawinan silang karena keduanya hidup di area yang sama.
Laman Birda menjelaskan kalau burung gereja eurasia merupakan burung dengan jiwa sosial yang tinggi. Ia kerap berkumpul dengan sesamanya, mencari makan berkelompok, dan berkicau dalam upaya berkomunikasi dengan sesamanya. Sama seperti burung gereja rumah, burung gereja eurasia juga sering ditemukan di area pemukiman dan perkotaan. Di sana, ia sering mencari makanan dan bereproduksi.
3. Burung gereja punggung olive hidup di benua Asia

Dilansir Thai National Parks, Passer flaveolus atau burung gereja punggung olive merupakan spesies endemik Asia Tenggara. Tercatat, ia menghuni beberapa daerah, seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Secara umum, hewan ini hanya bisa ditemukan di hutan, kebun, dataran tinggi, atau pepohonan. Misal pun dijumpai di pemukiman, biasanya ia hanya mampir di pedesaan yang dekat dengan hutan. Sayangnya, tak banyak yang diketahui tentang spesies ini. Namun, yang jelas populasinya masih stabil dan ia bukan hewan terancam punah.
4. Burung gereja gurun menghuni padang pasir

Seperti namanya, Passer simplex atau burung gereja gurun bisa ditemukan di daerah kering seperti padang pasir, savana, dan gurun. Tak cuma bertengger di pepohonan atau bebatuan, ia juga kerap bersantai di daratan gurun berpasir yang panas. Soal penyebaran, laman Avibase menjelaskan kalau burung gereja gurun bisa ditemukan di Afrika dan beberapa wilayah Asia Tengah.
Layaknya spesies Passer lain, burung gereja gurun tidak takut dengan manusia. Justru, ia sudah beradaptasi untuk hidup di area pemukiman dan sering mencari makanan hingga membangun sarang di bangunan yang dibuat manusia. Saking dekatnya dengan manusia, bahkan kehadiran burung ini dianggap sebagai pertanda baik. Jadi, burung gereja gurun jarang diburu dan bisa hidup damai dengan manusia.
5. Burung gereja paruh beo jadi spesies terbesar

Dikutip iNaturalist, burung dengan nama ilmiah Passer gongonensis ini bisa ditemukan di dataran rendah di wilayah Afrika Timur. Tak hanya itu, ia juga merupakan spesies terbesar dari genus Passer dengan panjang maksimal 18 centimeter dan bobot yang mencapai 42 gram. Penyebaran hewan ini memang sempit, namun populasinya masih melimpah dan ia bukan termasuk hewan terancam punah. Terakhir, burung gereja paruh beo sering dijumpai di hutan, padang rumput, savana, dan area pertanian.
Berbagai spesies dari genus Passer memiliki keunikan, kemampuan, dan kebiasaan yang sangat berbeda. Nah, semua hal tersebut merupakan adaptasi mereka untuk hidup di lingkungan yang berbeda dan untuk menyesuaikan diri dengan habitatnya. Maka dari itu, walau memiliki kekerabatan yang dekat tiap spesies sangat berbeda satu sama lain. Untuk itu, kamu tak boleh meremehkan genus Passer.


















