Boeing 747 adalah pesawat ikonik dan legendaris dalam sejarah dunia aviasi sipil. Dengan ukurannya yang "jumbo" dan memiliki kabin 2 tingkat, saat penerbangan komersial perdananya di tahun 1970, ia merevolusi dunia penerbangan sipil jarak jauh antar benua dengan kemampuannya membawa lebih banyak penumpang dibandingkan dengan pesawat penumpang lainnya saat itu. Dijuluki sebagai "Queen of the skies", pesawat tersebut menjadi legenda tersendiri di dunia penerbangan sampai akhirnya setelah 50 tahun beroperasi Boieng mengumumkan secara resmi penghentian produksi 747 di tahun 2020 karena perubahan pasar yang lebih menyukai pesawat berbadan lebar dengan mesin ganda yang ekonomis.
Dalam perjalanan sejarahnya, Boeing 747 telah melahirkan sejumlah varian yang menandai generasi dan perkembangan teknologi di pesawatnya. Dilansir laman Simple Flying, terdapat 6 varian utama Boeing 747 ini, termasuk versi kargo (freighter) di dalamnya, yakni: 747-100, 747-200, 747-300, 747-400, 747SP dan 747-8. Varian 747-8 adalah varian dan generasi terakhir yang diproduksi pabrikan Boeing sekaligus menandai akhir era dari jumbo jet legendaris tersebut. Terdiri atas dua versi: 747-8F/Freighter untuk versi kargo dan 747-8I/Intercontinental untuk versi penumpangnya.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai seperti apa Boeing 747-8 yang merupakan varian dan generasi terakhir dari Boeing 747 ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!
