Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Central Park New York, Oase Hijau di Tengah Manhattan
Central Park (commons.wikimedia.org/Ed Yourdon)
  • Central Park adalah taman buatan seluas lebih dari 340 hektare di tengah Manhattan, dibangun sejak 1858 melalui rancangan Frederick Law Olmsted dan Calvert Vaux.
  • Pembangunannya mengubah lahan berbatu dan berawa dengan penanaman sekitar 500.000 pohon, tetapi juga memaksa sekitar 1.600 warga, termasuk komunitas Seneca Village, pindah.
  • Taman ini menjadi habitat ratusan spesies satwa serta memiliki landmark seperti Bethesda Terrace, Belvedere Castle, Strawberry Fields, dan Sheep Meadow.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa yang tidak kenal Central Park? Taman kota ikonik yang terletak di Manhattan, New York, Amerika Serikat, ini sering muncul dalam berbagai film Hollywood ternama. Dengan hamparan rumput hijau, pepohonan yang rimbun, dan danau yang membentang di tengah kota, Central Park menjadi salah satu ruang hijau paling terkenal di dunia.

Keberadaan Central Park ternyata bukan sekadar mempercantik lanskap Manhattan. Taman ini lahir melalui proses yang panjang dan menyimpan banyak cerita, mulai dari cara pembangunannya hingga berbagai keunikan yang bisa ditemukan di dalamnya sampai sekarang. Yuk, simak 5 faktanya berikut ini!

1. Merupakan taman buatan, bukan hutan alami

Central Park merupakan taman buatan yang dibangun pada 1858 (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)

Meski dipenuhi pepohonan, padang rumput, dan danau, Central Park sebenarnya bukan hutan alami. Taman ini mulai dibangun pada pertengahan abad ke-19 ketika pemerintah New York ingin menyediakan ruang hijau bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan kota. Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah mengadakan sayembara desain yang dimenangkan oleh Frederick Law Olmsted dan Calvert Vaux melalui rancangan bernama Greensward Plan.

Pembangunan Central Park dimulai pada 1858 dengan mengubah lahan berbatu dan berawa menjadi taman yang tampak alami. Ribuan pekerja membentuk perbukitan dan danau buatan, lalu menanam sekitar 500.000 pohon dan berbagai jenis tanaman secara manual. Berkat proses tersebut, Central Park tampak seperti kawasan alami, meski sebenarnya merupakan hasil rekayasa manusia.

2. Berdiri di tengah Manhattan dengan luas lebih dari 340 hektare

letak Central Park yang berada di tengah Manhattan (unsplash.com/Dmitri Zotov)

Central Park terletak di jantung Manhattan, New York. Taman ini membentang dari 59th Street di sisi selatan hingga 110th Street di sisi utara, serta diapit Fifth Avenue di sebelah timur dan Central Park West di sebelah barat. Letaknya yang berada di tengah kawasan perkotaan membuat Central Park menjadi ruang hijau yang kontras dengan deretan gedung pencakar langit di sekitarnya.

Central Park memiliki luas sekitar 843 acre atau lebih dari 340 hektare. Hamparan ruang hijau yang sangat luas ini memberikan keseimbangan di tengah padatnya kawasan Manhattan sekaligus menjadi bagian penting dari ikon Kota New York.

3. Pembangunannya memindahkan ribuan penduduk

peta kawasan Seneca Village sebelum pembangunan Central Park (commons.wikimedia.org/Egbert Viele)

Sebelum Central Park dibangun, kawasan tersebut telah dihuni oleh ribuan penduduk. Pada pertengahan abad ke-19, pemerintah New York menetapkan kebijakan pengambilalihan lahan untuk kepentingan umum (eminent domain) guna menyediakan area bagi pembangunan taman. Kebijakan ini membuat banyak warga harus meninggalkan rumah mereka demi proyek tersebut.

Salah satu komunitas yang terdampak adalah Seneca Village, sebuah permukiman yang mayoritas dihuni warga Afrika-Amerika dan sejumlah imigran Irlandia. Komunitas ini memiliki rumah, gereja, sekolah, serta banyak warganya yang telah memiliki hak pilih. Namun, setelah lahannya diambil alih oleh pemerintah, sekitar 1.600 penduduk dari berbagai permukiman, termasuk Seneca Village, terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka pada akhir 1857.

4. Menjadi habitat bagi banyak spesies satwa liar

potret burung yang ada di Central Park (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)

Meski berada di tengah kawasan perkotaan, Central Park menjadi tempat tinggal bagi banyak satwa liar. Taman ini memiliki padang rumput, kawasan berhutan, dan beberapa danau yang menyediakan habitat ideal bagi berbagai jenis hewan. Survei pada 2013 bahkan mencatat ada sekitar 571 spesies yang hidup atau singgah di Central Park.

Burung menjadi satwa yang paling sering dijumpai, dengan lebih dari 303 spesies yang pernah tercatat di kawasan ini. Selain itu, Central Park juga dihuni berbagai mamalia seperti tupai, rakun, oposum, hingga coyote. Di area perairannya, terdapat pula beberapa jenis kura-kura yang hidup di danau-danau buatan. Keanekaragaman satwa tersebut menjadikan Central Park bukan hanya sekadar ruang terbuka, melainkan juga habitat penting bagi kehidupan liar di tengah kota.

5. Memiliki banyak landmark ikonik

Belvedere Castle, salah satu landmark ikonik di Central Park (commons.wikimedia.org/Christian David)

Selain ruang hijaunya, Central Park juga memiliki banyak landmark ikonik yang menjadi daya tarik utama. Salah satunya adalah Bethesda Terrace yang sering disebut sebagai "jantung" Central Park. Di dekatnya terdapat Bethesda Fountain, salah satu air mancur paling terkenal di New York. Ada juga Belvedere Castle, sebuah kastel kecil di atas bukit batu.

Central Park juga memiliki Strawberry Fields, sebuah area peringatan untuk mengenang musisi John Lennon yang terkenal dengan mosaik bertuliskan "Imagine". Selain itu, ada Sheep Meadow, area padang rumput hijau yang menjadi salah satu tempat bersantai paling favorit di dalam taman. Berbagai landmark tersebut menjadi bagian dari identitas Central Park.

Itulah 5 fakta menarik tentang Central Park New York. Tak hanya dikenal sebagai oase hijau di tengah Manhattan, taman ini juga menyimpan sejarah panjang, keanekaragaman hayati, dan landmark ikonik yang menjadikannya salah satu taman kota paling terkenal di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article