Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Danau Bled, Punya Lonceng Harapan hingga Kastil Tertua di Slovenia
Danau Bled (commons.wikimedia.org/Jakub Hałun)
  • Danau Bled terbentuk dari cekungan gletser ribuan tahun lalu dan dikelilingi legenda peri yang menciptakan pulau kecil di tengahnya.
  • Gereja tua di Pulau Bled memiliki lonceng harapan legendaris, dipercaya dapat mengabulkan doa siapa pun yang membunyikannya.
  • Tradisi perahu pletna dan keberadaan Kastil Bled abad ke-11 menunjukkan warisan budaya serta sejarah panjang yang masih dijaga hingga kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu melihat danau dengan pulau kecil di tengahnya yang terlihat seperti di negeri dongeng? Danau Bled di Slovenia menjadi salah satu danau yang terkenal karena pemandangannya yang unik dan suasananya yang tenang. Di tengah danau ini, terdapat sebuah pulau kecil dengan gereja tua yang telah menjadi ikon Slovenia.

Selain memiliki pemandangan indah, Danau Bled menyimpan banyak fakta menarik, mulai dari legenda lonceng harapan hingga kastil tertua di Slovenia. Yuk, simak fakta-fakta menariknya berikut ini!

1. Asal-usulnya dikaitkan dengan proses alam dan legenda rakyat

Danau Bled terbentuk dari proses alam dan legenda yang berkembang di masyarakat setempat. (pexels.com/Niklas Jeromin)

Danau Bled terbentuk melalui proses alam yang berlangsung selama ribuan tahun. Dahulu, wilayah ini merupakan cekungan tektonik yang dilalui gletser Bohinj. Pergerakan gletser tersebut perlahan membentuk cekungan besar yang kemudian terisi air setelah es mencair. Sebuah batu besar yang tidak terkikis akhirnya tersisa dan menjadi pulau kecil di tengah danau yang masih bisa dilihat hingga sekarang.

Selain penjelasan ilmiah, masyarakat setempat juga memiliki legenda tentang asal-usulnya. Konon, daerah ini dulunya adalah lembah hijau tempat para peri menari pada malam hari. Karena tempat mereka rusak akibat ternak para penggembala, para peri marah dan membanjiri lembah tersebut. Mereka hanya menyisakan sebuah bukit kecil di tengah air sebagai tempat mereka menari, yang kini menjadi Pulau Bled.

2. Gereja dengan “lonceng harapan”

gereja di Pulau Bled dikenal memiliki lonceng harapan yang terkenal di Slovenia. (pexels.com/Philipp Schwarz)

Di tengah pulau berdiri Church of the Mother of God yang sudah ada sejak abad ke-12. Gereja ini menyimpan banyak sejarah, termasuk bekas pemukiman kuno dan ratusan makam lama yang bisa dilihat melalui lantai kaca di dalamnya. Meski beberapa kali rusak akibat gempa bumi, bangunan ini tetap mempertahankan arsitektur abad ke-17 dengan menara lonceng setinggi 54 meter.

Daya tarik utama gereja ini adalah wishing bell atau "lonceng harapan". Menurut legenda, lonceng pertama dibuat oleh seorang janda untuk mengenang suaminya, namun tenggelam ke dasar danau karena badai. Setelah itu, Paus mengirimkan lonceng baru sebagai penggantinya. Konon, siapa pun yang membunyikan lonceng ini sambil memanjatkan doa, keinginannya akan terkabul.

3. Transportasi di sekitar danau masih mempertahankan cara tradisional

perahu tradisional pletna masih digunakan sebagai transportasi di Danau Bled. (commons.wikimedia.org/DimiTalen)

Salah satu hal unik di Danau Bled adalah penggunaan perahu tradisional bernama pletna. Perahu kayu khas ini sudah digunakan sejak sekitar tahun 1590 untuk mengantar penumpang berkeliling danau maupun menuju Pulau Bled. Pletna memiliki panjang sekitar 7 meter dan lebar 2 meter, serta dapat menampung hingga 18 penumpang dalam sekali perjalanan.

Perahu ini dikendalikan oleh pengemudi khusus yang disebut pletnar. Menariknya, profesi tersebut diwariskan secara turun-temurun dalam beberapa keluarga di Bled sejak masa pemerintahan Maria Theresa. Hingga sekarang, tradisi menggunakan pletna masih terus dipertahankan dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat di sekitar Danau Bled.

4. Kastil tertua di Slovenia

Bled Castle dikenal sebagai kastil tertua di Slovenia yang berdiri di atas tebing tinggi. (unsplash.com/János Vermes)

Danau Bled memiliki kastil tertua di Slovenia yang dikenal sebagai Bled Castle. Bangunan ini berdiri gagah di atas tebing tinggi dan sudah ada sejak awal abad ke-11. Sejarahnya dimulai pada tahun 1004 ketika Raja Jerman Henry II memberikan wilayah ini kepada Uskup Albuin dari Brixen. Kemudian pada tahun 1011, kastil mulai dibangun sebagai benteng pertahanan.

Meski sempat mengalami kerusakan akibat gempa pada tahun 1511 dan 1690, kastil ini terus direnovasi hingga tetap berdiri kokoh. Di dalam kawasan kastil juga terdapat kapel bergaya Gotik, museum sejarah, hingga sumur tua dengan kedalaman sekitar 12 meter yang dipahat langsung dari batu.

5. Ekosistem yang beragam dan terjaga

angsa putih menjadi salah satu hewan yang hidup di Danau Bled. (commons.wikimedia.org/vojtila)

Danau ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai jenis fauna. Terdapat sekitar 18 spesies ikan seperti pike, carp, dan lele. Salah satu penghuni yang paling terkenal adalah lele raksasa bernama "Max" yang panjangnya bisa mencapai 3 meter. Selain ikan, angsa putih, kerang, dan kepiting juga hidup berdampingan di sini.

Keberagaman ini tetap terjaga berkat upaya pelestarian yang rutin dilakukan oleh para sukarelawan melalui aksi pembersihan danau. Selain hewan, tanaman air seperti teratai putih yang mulai langka juga tumbuh subur di beberapa titik. Kualitas airnya pun terus dipantau secara berkala untuk memastikan lingkungan ini tetap sehat dan jernih.

Dengan sejarah panjang, legenda unik, hingga tradisi yang masih dipertahankan, Danau Bled bukan hanya dikenal karena pemandangannya yang indah, tetapi juga karena berbagai fakta menarik di baliknya. Tidak heran jika danau ini menjadi salah satu tempat paling ikonik di Slovenia yang terus menarik perhatian banyak orang dari berbagai negara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article