Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Dhaulagiri, Gunung yang Baru Takluk Setelah 1,5 Abad Ditemukan
Dhaulagiri (pexels.com/Roshan Pokharel)
  • Dhaulagiri di Himalaya, Nepal, berketinggian 8.167 meter, menempati peringkat ketujuh dunia, termasuk kelompok eight-thousanders, dan dijuluki White Mountain karena salju serta esnya.
  • Setelah sempat dianggap gunung tertinggi dunia pascapengamatan 1809, Dhaulagiri ditelusuri berbagai ekspedisi sejak 1950; percobaan dari sejumlah negara gagal hingga 1959 akibat medan, cuaca, dan kendala teknis.
  • Tim Swiss-Austria pimpinan Max Eiselin menuntaskan pendakian pertama pada 13 Mei 1960; enam pendaki mencapai puncak tanpa oksigen tambahan, meski pesawat pendukung Yeti sebelumnya jatuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dhaulagiri merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia yang berada di wilayah Himalaya, Nepal. Dengan ketinggian 8.167 meter, gunung ini menempati urutan ketujuh dalam daftar gunung tertinggi di dunia dan dikenal dengan julukan White Mountain. Letaknya berada di barat laut Pokhara dengan bentuk puncak yang terlihat menonjol dari kawasan sekitarnya.

Dhaulagiri juga memiliki sejarah pendakian yang panjang sebelum akhirnya ditaklukkan pada 1960. Upaya pendakian berlangsung selama sekitar satu dekade sejak ekspedisi Prancis melakukan peninjauan pada 1950, hingga akhirnya tim gabungan Swiss-Austria berhasil mencapai puncak pada 1960. Sejumlah ekspedisi sebelumnya bahkan harus mundur akibat cuaca buruk, kondisi medan, dan kesulitan teknis, sehingga perjalanan menuju puncaknya menarik untuk ditelusuri melalui beberapa fakta berikut.

1. Dhaulagiri memiliki ketinggian 8.167 meter

Dhaulagiri (unsplash.com/Shreyashka Maharjan)

Dhaulagiri memiliki ketinggian 8.167 meter dan merupakan gunung tertinggi ketujuh di dunia. Gunung ini termasuk kelompok 14 gunung yang memiliki ketinggian lebih dari 8.000 meter atau dikenal sebagai eight-thousanders. Dhaulagiri berada di kawasan Dhaulagiri Himal dan menjadi puncak utama dari rangkaian pegunungan tersebut.

Nama Dhaulagiri juga berkaitan dengan penampilannya yang tertutup salju dan es. Dalam catatan Kurt Diemberger di Himalayan Journal, nama tersebut berarti White Mountain dan menggambarkan sisi batu serta es yang berkilau karena salju baru. Dari kejauhan, puncaknya terlihat menyerupai piramida besar yang berwarna putih.

2. Pernah dianggap sebagai gunung tertinggi di dunia

Dhaulagiri (commons.wikimedia.org/MarijaGrujovska)

Captain William Webb menjadi orang Eropa pertama yang melihat Dhaulagiri pada 1809. Pengukuran ketinggian gunung tersebut kemudian menimbulkan perhatian karena saat itu Pegunungan Andes masih dianggap sebagai rangkaian pegunungan tertinggi di dunia. Setelah pengukuran tersebut, Dhaulagiri sempat dianggap sebagai gunung tertinggi di dunia selama beberapa tahun.

Posisi tersebut kemudian berubah setelah pengukuran gunung lain di Himalaya dilakukan. Dhaulagiri akhirnya tidak lagi dianggap sebagai gunung tertinggi setelah muncul pengukuran terhadap puncak Himalaya lainnya. Fakta ini membuat Dhaulagiri memiliki tempat tersendiri dalam sejarah pemetaan ketinggian pegunungan dunia.

3. Upaya pendakian berlangsung selama satu dekade

Dhaulagiri (commons.wikimedia.org/Tsewang Lama)

Ekspedisi Prancis yang datang ke Nepal pada 1950 melakukan peninjauan terhadap Dhaulagiri sebelum akhirnya berhasil mendaki Annapurna I. Ekspedisi tersebut mengeksplorasi jalur menuju Dhaulagiri dari sisi timur dan utara serta mempelajari dinding utara gunung. Setelah itu, sejumlah ekspedisi dari Swiss, Argentina, Jerman, dan Austria mencoba mencapai puncak melalui jalur berbeda.

Percobaan tersebut berlangsung berulang kali hingga 1959, tetapi tidak ada yang berhasil mencapai puncak. Ekspedisi Austria pada 1959 mencoba jalur punggungan timur laut dan berhasil memasang rangkaian tali tetap di bagian jalur yang sulit. Pengalaman ekspedisi tersebut kemudian membantu membuka kemungkinan keberhasilan pada tahun berikutnya.

4. Pendakian pertama menggunakan bantuan pesawat kecil

Dhaulagiri (pexels.com/Sherine)

Ekspedisi yang berhasil pada 1960 dipimpin oleh Max Eiselin dan menggunakan pesawat kecil bernama Yeti untuk mengangkut orang serta perlengkapan menuju kawasan pegunungan. Penggunaan pesawat untuk membantu ekspedisi tersebut menjadi hal baru dalam sejarah pendakian Himalaya. Pesawat itu digunakan untuk mencapai kawasan kol dan membantu mengurangi perjalanan darat menuju bagian atas gunung.

Namun, penggunaan Yeti tidak berjalan tanpa masalah karena pesawat tersebut mengalami kerusakan mesin dan kemudian jatuh saat melakukan penerbangan pada 5 Mei 1960. Pilot dan kopilot tidak mengalami cedera dan akhirnya berjalan kaki meninggalkan lokasi. Meskipun kehilangan dukungan pesawat, anggota ekspedisi tetap melanjutkan pendakian menuju puncak.

5. Enam pendaki pertama mencapai puncak pada 13 Mei 1960

Dhaulagiri (unsplash.com/Slava Auchynnikau)

Guinness World Records mencatat bahwa puncak Dhaulagiri pertama kali dicapai pada 13 Mei 1960. Enam pendaki yang mencapai puncak pada hari tersebut adalah Kurt Diemberger, Peter Diener, Ernst Forrer, Albin Schelbert, Nawang Dorje, dan Nima Dorje. Mereka berasal dari Austria, Jerman, Swiss, dan Nepal.

Keenam pendaki tersebut mencapai puncak setelah melakukan pendakian selama sekitar empat setengah jam tanpa oksigen tambahan. Cuaca pada hari itu relatif cerah dengan angin yang hampir tidak bertiup, kondisi yang membantu keberhasilan pendakian setelah berbagai kegagalan sebelumnya. Sepuluh hari kemudian, dua anggota ekspedisi lainnya juga berhasil mencapai puncak Dhaulagiri.

Dhaulagiri menunjukkan bahwa pendakian gunung setinggi 8.167 meter membutuhkan banyak percobaan. Sejak pengamatan pada 1950 hingga keberhasilan pada 1960, berbagai ekspedisi memberikan pengalaman untuk pendakian berikutnya. Pada 13 Mei 1960, Dhaulagiri akhirnya berhasil didaki hingga puncaknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article