Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hewan yang Memiliki Bulu Paling Tahan Air, Unik Banget!

4 Hewan yang Memiliki Bulu Paling Tahan Air, Unik Banget!
ilustrasi bebek (unsplash.com/Ravi Singh)
  • Bebek dan angsa mengandalkan minyak alami dari kelenjar dekat pangkal ekor yang disebarkan saat merawat bulu, sehingga air sulit menembus dan suhu tubuh terjaga.
  • Ayam juga memiliki perlindungan minyak pada bulu untuk menghadapi hujan atau lingkungan lembap, tetapi tetap dapat basah jika terkena hujan deras terlalu lama.
  • Penguin memakai bulu pendek, kaku, dan sangat rapat untuk menghambat air mencapai kulit, mendukung aktivitas berenang serta mencari makan dalam waktu lama di laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bulu memiliki fungsi penting bagi hewan mulai dari menjaga suhu tubuh hingga memproteksi kulit dari lingkungan sekitarnya. Pada beberapa hewan yang sering beraktivitas di air, bulu ternyata memiliki kemampuan khusus untuk bisa menahan air, sehingga tubuhnya terasa tetap hangat dan tidak mudah basah

Kemampuan yang ada bukan berarti bulu mereka benar-benar kedap air, melainkan memiliki struktur dan lapisan minyak alami yang dapat membantu air untuk mengalir di permukaan dengan baik. Adaptasi ini sebetulnya membuat beberapa hewan bisa berenang, menyelam, atau bahkan mencari makanan di air tanpa berpotensi kehilangan terlalu banyak panas tubuh.

  1. 1. Bebek

    ilustrasi bebek (unsplash.com/Guy Bianco IV)
    ilustrasi bebek (unsplash.com/Guy Bianco IV)

    Bebek merupakan salah satu contoh hewan yang paling mudah dikenali karena memiliki bulu yang mampu menahan air dengan cukup baik. Kelenjar minyak yang berada di dekat pangkal ekor ternyata bisa menghasilkan minyak yang dapat disebarkan ke seluruh bulu pada saat bebek merawat tubuhnya, sehingga membuat air sulit untuk menembus ke bagian dalam bulu.

    Kemampuan ini sangat penting karena bebek menghasilkan lebih banyak waktu di kolam, sungai, dan juga berbagai perairan lainnya. Bulu yang tetap kering dapat membantu dalam menjaga suhu tubuh pada saat bebek berada di air yang dingin dan permukaan bulu yang tidak menyerap air juga membuat bebek lebih mudah mengapung saat berenang.

  2. 2. Angsa

    ilustrasi angsa (pexels.com/Negative Space)
    ilustrasi angsa (pexels.com/Negative Space)

    Angsa memiliki bulu yang mampu menahan air karena memiliki lapisan minyak alami yang diperoleh melalui perilaku merawat bulunya. Pada saat membersihkan tubuh, angsa akan menggunakan paruhnya untuk merapikan bulu, sekaligus menyebarkan minyak ke bagian permukaan agar bulunya tetap rapi dan mengurangi kemampuan air untuk meresap ke bagian dalam.

    Bulu yang tahan air ternyata sangat berguna pada saat angsa beraktivitas karena memang sebagian besar kesehariannya berkaitan dengan lingkungan perairan. Pada saat berenang, air dapat mengalir ke permukaan tubuh tanpa langsung membasahi lapisan bulu bagian dalamnya, sehingga bisa mempertahankan panas tubuh dan membuatnya lebih nyaman bergerak di atas air.

  3. 3. Ayam

    ilustrasi ayam (unsplash.com/Livia Widjaja)
    ilustrasi ayam (unsplash.com/Livia Widjaja)

    Meski ayam tidak dikenal sebagai hewan yang sering berenang, namun bulunya memiliki kemampuan untuk bisa menahan air dalam batas tertentu. Minyak alami yang berasal dari kelenjar di dekat pangkal ekor ternyata bisa menyebar ke bagian bulu pada saat ayam melakukan perilaku merawat diri.

    Kemampuan ini sebetulnya sangat berguna pada saat ayam terkena hujan atau boleh di kondisi lingkungan yang lembab, sebab bulunya tidak cepat menyerap air dan tubuh bagian dalamnya tetap terproteksi dari kondisi basah. Namun, perlindungan tersebut tetap memiliki batas, sehingga ayam tetap bisa menjadi basah apabila terkena hujan yang terlalu deras dalam waktu yang lama.

  4. 4. Penguin

    ilustrasi penguin (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi penguin (pexels.com/Pixabay)

    Penguin memiliki bulu yang sangat rapat dan tersusun khusus untuk bisa membantu memproteksi tubuhnya pada saat berada di air. Berbeda dari banyak burung lainnya, bulu penguin sangat pendek, kaku, dan tumbuh rapat, sehingga air pun akan lebih sulit untuk mencapai kulitnya.

    Kemampuan menahan air sangat penting karena penguin bisa menghabiskan waktu yang lama untuk berenang dan mencari makanan di laut. Setelah keluar dari air, air yang menempel pada bulunya juga bisa lebih mudah dilepaskan pada saat tubuh bergerak atau bulunya dirapikan.

    Hewan-hewan di atas ternyata memiliki kemampuan bulu yang dapat membantu dalam memproteksi tubuh mereka dari air dengan cara yang berbeda. Lapisan minyak alami dan struktur bulu yang rapat seolah membuat air lebih sulit mencapai kulit, sehingga suhu tubuh pun bisa tetap dipertahankan. Adaptasi sederhana ini menunjukkan bagaimana bulu ternyata memiliki peran yang sangat penting untuk membantu hewan dalam beradaptasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More