5 Fakta Diego Garcia, Pangkalan Militer Rahasia di Samudra Hindia

- Diego Garcia adalah pulau terbesar dari 52 buah pulau yang membentuk Kepulauan Chagos di Samudra Hindia.
- Pulau ini merupakan pangkalan militer pesawat pengebom strategis AS, seperti B-1B Lancer, B-52 Stratofortress, dan pengebom siluman B-2 Spirit.
- Diego Garcia sering dilanda gempa tektonik akibat pergerakan lempeng di sepanjang punggungan Carlsberg di sebelah barat pulau tersebut.
Nama Pulau Diego Garcia mungkin masih terdengar agak asing di telinga meskipun beberapa waktu belakangan ini mulai sering disebutkan di sejumlah media massa berkaitan dengan sejumlah konflik militer yang melibatkan militer Amerika Serikat (AS). Meski misterius, Diego Garcia diketahui publik secara terbatas sebagai salah satu pangkalan militer AS dan Inggris, utamanya untuk pangkalan pesawat pengebom strategis milik Angkatan Udara (AU) AS.
Menurut laman US Naval Forces, Diego Garcia adalah pulau terbesar dari 52 buah pulau yang membentuk Kepulauan Chagos yang terletak di jantung Samudra Hindia. Pulau yang dilihat dari atas berbentuk seperti tapal kuda ini, ditemukan oleh penjelajah Portugis pada awal tahun 1500-an dan nama Diego Garcia diyakini berasal dari nama sang kapten kapal atau navigatornya. Luas wilayah daratan Diego Garcia (tidak termasuk dengan terumbu karang, atol dan laguna di sekitarnya) hanya sekitar 30 km persegi.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai pangkalan militer rahasia yang misterius ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!
1. Pada abad ke-18 dikenal sebagai penghasil minyak kelapa

Saat ini Diego Garcia adalah pulau yang tertutup untuk umum dan penghuninya sebagian besar adalah personel militer AS dan Inggris, namun di masa lalu pulau ini pernah berfungsi sebagai perkebunan kelapa penghasil kopra dan minyak kelapa yang cukup terkenal. Sebagaimana diinformasikan dalam laman Mauritius Times, dokumen sejarah dari arsip nasional Mauritius menyebutkan bahwa pemukiman permanen Diego Garcia dan Kepulauan Chagos dimulai pada tahun 1780-an ketika wilayah tersebut masih berada di bawah kekuasaan Prancis.
Pada bulan Februari 1783, Sieur Pierre Marie Le Normand, seorang pemilik perkebunan gula dan kelapa mengajukan petisi kepada Gubernur Prancis saat itu untuk mendapatkan konsesi lahan besar di Diego Garcia guna mendirikan perkebunan kelapa yang luas dan dikabulkan. Sejak saat itu pulau tersebut dikenal sebagai produsen kopra dan minyak kelapa. Sejarah yang menarik dan kompleks dari pulau tersebut beserta penduduknya mencakup periode sekitar 180 tahun, dari tahun 1784 hingga 1973 ketika penduduk terakhir dipaksa untuk meninggalkan wilayah tersebut sebagai bagian dari perjanjian Inggris dan AS setelah berakhirnya era kolonialisme Prancis.
2. Merupakan pangkalan militer pesawat pengebom strategis AS

Dilansir laman BBC dalam artikelnya yang berjudul "What I found On The Secretive Tropical Island They Don't Want You to See", area Diego Garcia benar-benar rahasia dan terlarang bagi warga sipil bahkan bagi seorang jurnalis profesional butuh waktu lama untuk memperoleh izin liputan terbatas. Diego Garcia menjadi pangkalan pesawat pengebom strategis (bomber) AU AS seperti B-1B Lancer, B-52 Stratofortress dan pengebom siluman B-2 Spirit. B-52 Stratofortress dan B-2 Spirit mampu membawa arsenal nuklir dengan jangkauan global.
Pada bulan Juni 2025, sejumlah pengebom B-2 Spirit diketahui telah beroperasi di Diego Garcia yang ternyata hanya sebuah taktik untuk mengecoh perhatian dari pergerakan sejumlah B-2 Spirit yang terbang langsung dari AS untuk melakukan pengeboman di sejumlah fasilitas nuklir milik Iran dalam sebuah operasi militer bertajuk "Midnight Hammer". Dari sudut pandang militer, lokasi Diego Garcia sangat strategis yang membuat AU AS dapat dengan cepat menjangkau wilayah Asia, Timur Tengah hingga Afrika. Selain pesawat tempur, pangkalan militer ini memiliki fasilitas tempat sandar untuk kapal-kapal perang AL AS dan sekutunya.
3. Sering dilanda gempa tektonik

Salah satu fakta menarik dari Diego Garcia ini adalah wilayahnya yang cukup sering dilanda gempa tektonik. Menurut laman Geological Society of London, Diego Garcia sering dilanda gempa bumi yang disebabkan oleh pergerakan lempeng di sepanjang punggungan Carlsberg (Carlsberg Ridge) di sebelah barat pulau tersebut.
Sejumlah sumber informasi menyebutkan catatan gempa pertama dimulai pada tahun 1812, kemudian pada tahun 1983 tercatat sebuah gempa besar dengan kekuatan 7,6 pada Skala Richter menghantam pulau tersebut pada tanggal 30 November 1983 selama 72 detik, yang menyebabkan kerusakan kecil di ujung selatan pulau. Gempa lainnya terjadi pada tanggal 2 Desember 2002 dengan kekuatan 4,6 pada Skala Richter.
4. Memiliki cukup banyak keanekaragaman hayati

Diego Garcia memang terlarang untuk dimasuki oleh orang tanpa izin khusus, namun ini tentu tak berlaku untuk sejumlah flora dan fauna yang telah ada di sana yang menjadi bagian dari kekayaan keanekaragaman hayatinya. Sebagaimana diinformasikan dalam laman British Indian Ocean Territory, Diego Garcia menjadi habitat bagi flora dan fauna darat serta laut, seperti terumbu karang Ctenella chagius, penyu sisik (Eretmochelys imbricata) serta penyu hijau (Chelonia mydas) yang terancam punah.
Untuk hewan daratnya terdapat kepiting kelapa (coconut crab), tak ada spesies mamalia asli di Diego Garcia termasuk catatan tentang spesies kelelawar. Selain tikus semua spesies mamalia "liar" adalah keturunan liar dari hewan domestik seperti kawanan keledai Sisilia (Equus asinus) dan kawanan kuda (Equus caballuss) yang pernah ada selama era perkebunan di masa lalu. Terdapat sejumlah spesies burung di Diego Garcia, meskipun tak ada burung endemik yang berasal dari wilayah tersebut namun terdapat koloni burung laut yang berhabitat di sana.
5. Sebagai tempat pendaratan darurat pesawat ulang alik

Selain sebagai pangkalan militer, Diego Garcia ditetapkan sebagai salah satu lokasi pendaratan darurat untuk space shuttle atau pesawat ulang-alik NASA, meskipun dalam sejarahnya, belum pernah ada pesawat ulang-alik NASA yang melakukan pendaratan darurat di Diego Garcia. Menurut laman NASA, program pesawat ulang-alik adalah program pesawat luar angkasa canggih yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1981 hingga berakhirnya program dengan pendaratan pesawat ulang-alik terakhir di bumi pada tahun 2011 silam.
Disebut pesawat ulang-alik karena sebagian besar komponennya seperti pesawat orbiter (tempat awak astronaut), dan tempat roket pendorong berbahan bakar padat (solid rocket booster) masih dapat digunakan kembali untuk misi selanjutnya. Ketika pesawat orbiter kembali ke bumi ia tak dapat terbang seperti pesawat biasa di dalam atmosfer bumi namun dengan aerodinamika canggihnya ia akan turun dengan cara melayang seperti pesawat glider hingga mendarat di landasan.
Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu mengenai salah satu pangkalan militer rahasia di jantung Samudra Hindia, ya!


















