Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Elang Bateleur, si Akrobatik Udara yang Berasal dari Afrika
elang bateleur (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT/CC BY-SA 2.0)
  • Elang bateleur berasal dari Afrika Sub-Sahara dan dikenal karena kemampuan akrobatiknya di udara, dengan tubuh lincah serta gaya terbang unik yang jarang dimiliki elang lain.
  • Burung ini memiliki stamina luar biasa, mampu terbang hingga 8–9 jam tanpa banyak mengepakkan sayap, berkat efisiensi energi saat berburu di udara.
  • Ekor pendek menjadi ciri khas yang mendukung kelincahan terbangnya, namun populasi bateleur kini terancam punah akibat racun dan pestisida dari aktivitas manusia di Afrika.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Elang bateleur (Terathopius ecaudatus) adalah raptor yang berasal dari wilayah Afrika Sub-Sahara. Mungkin kamu baru mendengar namanya, nyatanya burung ini cukup populer, lho. Saat transisi ke fase dewasa, raptor ini akan mengalami perubahan yang sangat signifikan, yaitu keluarnya warna merah menyala pada area wajah dan kaki mereka.

Untuk kenalan lebih jauh dengan spesies elang yang satu ini, yuk kita ketahui lima fakta unik yang dimiliki olehnya. Penasaran ada apa saja? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Ahli akrobatik di udara

elang bateleur (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT/CC BY-SA 2.0)

Yang pertama ini kita mulai dari asal-usul namanya. Dilansir dari Britannica, nama "bateleur" sendiri berasal dari bahasa Prancis Kuno yang memiliki arti "pesulap". Penamaan ini juga tidak dilakukan dengan sembarangan, mengingat memang elang bateleur memiliki perilaku yang sangat lincah ketika mengudara.

Saat di udara, tak jarang burung yang satu ini memiliki banyak variasi gaya terbang yang unik. Mereka dapat terbang dengan tubuh yang miring hingga melakukan manuver kilat. Hal ini menjadi unik karena tidak semua perilaku terbang bateleur bisa dilakukan oleh spesies elang lainnya yang masih satu keluarga dengannya.

2. Penerbang yang sangat tangguh

elang bateleur (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT/CC BY-SA 2.0)

Masih soal perilaku terbang dari bateleur, mereka juga punya stamina yang sangat kuat selain kelincahannya, lho. Tercatat dalam penelitian bahwa mereka adalah salah satu raptor yang kuat terbang di udara dalam waktu 8-9 jam untuk berburu, sesuai dengan yang dijelaskan pada laman safari in Kruger National Park. Bahkan ketangguhannya ini dapat mereka lakukan setiap hari.

Hal ini disebabkan karena bateleur sangat cerdas dalam menghemat energi mereka. Bateleur ketika di udara jarang sekali mengepakkan sayapnya selama berjam-jam. Jelas hal ini sangat menguntungkan bateleur dalam mendeteksi makanannya tanpa harus takut kehabisan tenaga.

3. Proporsi ekor terkecil di antara elang lainnya

elang bateleur (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT/CC BY-SA 2.0)

Selanjutnya, mungkin ini akan menjadi faktor utama yang akan menjawab soal poin pertama dan kedua yang lebih jelas. Meskipun rentang sayap burung ini sangat lebar (1,6-1,9 meter), nyatanya mereka memiliki ekor yang sangat pendek. Bahkan nama ilmiah ecaudatus ini diberikan oleh para ilmuwan karena dalam bahasa latin memiliki arti "tanpa ekor". The Peregrine Fund juga menjelaskan bahwa ukuran ekor bateleur lebih pendek dibandingkan spesies elang lainnya.

Justru karena ekornya yang pendek, inilah yang bisa mendorong elang bateleur dapat melakukan berbagai atraksi di udara. Ekor memang berfungsi sebagai alat penyeimbang pada hewan, tetapi ekor yang pendek pada bateleur memberikan efek ringan dan mudah dikontrol.

4. Dapat mengeluarkan berbagai suara teriakan aneh

elang bateleur (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT/CC BY-SA 2.0)

Beralih dari pembahasan kehebatan bateleur dalam terbang, kali ini kita akan bergeser ke topik baru, yaitu mengenai suara mereka. Hampir semua keluarga Accipitridae memiliki ciri vokal yang mirip, yaitu suara pekikan yang melengking. Namun, bateleur menjadi pembeda di antara semua anggota keluarga elang lainnya.

Masih dari informasi yang dikutip dari Peregrine Fund, saat mempertahankan wilayah teritorinya atau merasa terancam, bateleur akan mengeluarkan semacam suara gonggongan yang berat dan serak. Bagi orang yang mendengar suara ini tanpa mengetahui siapa pelaku di baliknya, mungkin akan berpikir suara ini berasal dari mamalia darat yang sedang merasa terancam. Pada dasarnya, sebenarnya burung ini memiliki perilaku tenang dan tidak sering mengeluarkan vokalnya itu.

5. Status konservasi yang sangat buruk

elang bateleur (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT/CC BY-SA 2.0)

Tercatat dalam IUCN Red List atau daftar merah IUCN, bateleur memiliki status konservasi Terancam Punah/Genting (Endangered). Tak bisa dipungkiri bahwa konflik dengan aktivitas manusia di benua Afrika menjadi salah satu faktor utama yang membuat populasi mereka turun drastis. Karena bateleur pada dasarnya hidup berdampingan dengan manusia, sehingga mereka bisa menjadi "korban tidak bersalah" yang mati akibat perbuatan manusia.

Fenomena paling sering terjadi di Afrika sana adalah cara manusia melindungi hewan ternak menggunakan racun atau pestisida untuk menghindari serangan predator besar. Nah dari sinilah asalnya, bateleur sering memakan bangkai hewan ternak yang sudah lebih dulu diberi racun dan pestisida oleh manusia, alhasil mereka juga ikut tergeletak tak bernyawa.

Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh elang bateleur. Mulai dari asal-usul nama bateleur yang diberikan karena ahli akrobatik di udara hingga statusnya yang Terancam Punah/Genting. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article