Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Glass Sponge, Hewan Laut dengan Kerangka Mirip Kaca
glass sponge (commons.wikimedia.org/National Oceanic and Atmospheric Administration)
  • Glass sponge memiliki kerangka dari silika yang menyerupai kaca, membentuk struktur spikula rumit yang berfungsi menopang tubuh dan melindungi dari predator laut dalam.
  • Hewan ini hidup di kedalaman lebih dari 500 meter dengan suhu dingin dan tekanan tinggi, menjadikannya penghuni khas laut dalam yang stabil dan minim gangguan.
  • Beberapa spesies dapat hidup hingga ribuan tahun serta memiliki hubungan simbiosis unik dengan udang, menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan ekstrem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mungkin kamu sudah tidak asing dengan spons laut. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang glass sponge atau spons kaca (Hexactinellida)? Kelompok spons laut ini memiliki penampilan yang berbeda karena kerangkanya tersusun dari silika sehingga tampak menyerupai kaca.

Tak hanya memiliki bentuk yang khas, glass sponge juga menyimpan berbagai fakta menarik. Mulai dari tempat hidupnya hingga karakteristik tubuhnya, ada banyak hal yang membuat hewan laut ini begitu istimewa. Yuk, simak lima fakta menariknya berikut ini!

1. Kerangkanya tersusun dari silika yang menyerupai kaca

kerangka glass sponge tersusun dari spikula berbahan silika yang membentuk pola rumit (commons.wikimedia.org/Randolph Femmer)

Sesuai dengan namanya, glass sponge memiliki kerangka yang tersusun dari silika, yaitu mineral alami yang juga menjadi bahan utama pembuatan kaca. Karena itulah, kerangka hewan ini tampak bening atau berkilau menyerupai kaca. Meski terlihat rapuh, kerangka tersebut merupakan bagian penting yang membantu menjaga bentuk tubuhnya.

Kerangka glass sponge tersusun dari banyak struktur kecil berbentuk seperti jarum yang disebut spikula (spicules). Pada beberapa spesies, spikula-spikula ini dapat menyatu membentuk kerangka yang lebih besar dengan pola yang rumit. Selain menopang tubuh, kerangka tersebut juga membantu melindungi spons dari sebagian predator.

2. Hidup di laut dalam yang nyaris tanpa cahaya

sebagian besar glass sponge hidup di dasar laut yang gelap dan dingin (commons.wikimedia.org/Prehistorica CM)

Glass sponge umumnya hidup di dasar laut pada kedalaman lebih dari 500 meter. Beberapa spesies diketahui dapat hidup hingga sekitar 2.000 meter atau lebih. Di kedalaman tersebut, sinar matahari hampir tidak dapat menembus sehingga lingkungannya selalu gelap. Selain itu, suhu airnya sangat dingin dan tekanan airnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laut yang lebih dangkal.

Meski terdengar seperti tempat yang sulit untuk dihuni, kondisi laut dalam justru menjadi habitat yang cocok bagi glass sponge. Lingkungan yang stabil dan minim gangguan membuat hewan ini dapat hidup dengan baik di dasar laut. Tak heran jika hewan ini lebih sering ditemukan di perairan yang dalam daripada di dekat permukaan.

3. Tubuhnya tersusun atas jaringan raksasa yang menyatu

tubuh glass sponge didominasi oleh jaringan syncytium yang menyatu (commons.wikimedia.org/NOAA Photo Library)

Berbeda dengan kebanyakan hewan yang tubuhnya tersusun dari banyak sel yang terpisah, sebagian besar tubuh glass sponge terdiri atas satu jaringan besar yang saling menyatu. Jaringan ini disebut syncytium (sinsisium), yaitu jaringan yang memiliki banyak inti sel tanpa dipisahkan oleh dinding antarsel. Struktur inilah yang membuatnya memiliki susunan tubuh yang berbeda dari hampir semua hewan lainnya.

Jaringan ini memungkinkan sinyal listrik menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh meskipun glass sponge tidak memiliki sistem saraf. Saat ada gangguan, seperti terlalu banyak partikel yang terbawa air, sinyal tersebut akan menghentikan sementara gerakan flagela, yaitu rambut-rambut halus yang berperan dalam proses penyaringan air. Setelah kondisi kembali normal, proses penyaringan air pun akan berjalan seperti biasa.

4. Beberapa spesies dapat hidup hingga ribuan tahun

spons vulkano raksasa, salah satu spesies glass sponge yang berumur sangat panjang (inaturalist.org/umihoshijima)

Beberapa spesies glass sponge dikenal sebagai hewan yang memiliki umur sangat panjang. Misalnya, Monorhaphis chuni dan spons vulkano raksasa (Anoxycalyx joubini) yang diperkirakan dapat hidup lebih dari 10.000 tahun. Salah satu penyebabnya adalah lingkungan laut dalam yang sangat dingin sehingga metabolisme tubuhnya berjalan lebih lambat. Akibatnya, proses pertumbuhan dan penuaan juga berlangsung sangat lambat.

Umur yang sangat panjang membuat glass sponge menjadi salah satu objek penelitian yang penting bagi para ilmuwan. Selama hidupnya, spons ini terus tumbuh dan menyimpan jejak perubahan kondisi laut dari waktu ke waktu. Dengan mempelajarinya, para peneliti dapat memperoleh informasi tentang perubahan lingkungan dan iklim yang terjadi di lautan selama ribuan tahun.

5. Memiliki hubungan simbiosis yang unik dengan udang

sepasang udang dapat menghabiskan hidupnya di dalam Venus' flower basket (commons.wikimedia.org/NOAA Office of Ocean Exploration and Research)

Salah satu hal paling unik tentang glass sponge terjadi pada spesies Venus' flower basket (Euplectella aspergillum). Saat masih berukuran sangat kecil, sepasang udang spons (Spongicolidae) masuk ke dalam tubuh spons melalui celah-celah yang masih bisa mereka lewati. Seiring waktu, udang tersebut tumbuh semakin besar hingga akhirnya tidak lagi bisa keluar. Mereka pun menghabiskan sisa hidupnya bersama di dalam spons.

Meski terlihat seperti terjebak, hubungan ini justru saling menguntungkan. Bagi udang, glass sponge menjadi tempat berlindung yang aman sekaligus sumber makanan dari sisa-sisa yang dihasilkan spons. Sebaliknya, udang membantu menjaga bagian dalam spons tetap bersih. Menariknya, ketika pasangan udang tersebut berkembang biak, anak-anaknya yang masih berukuran kecil dapat keluar melalui celah spons untuk mencari tempat tinggal baru.

Itulah lima fakta unik glass sponge. Meski jarang terdengar namanya, makhluk dari laut dalam ini membuktikan bahwa di bawah kegelapan samudra, kehidupan justru dapat berkembang dengan cara-cara yang luar biasa. Dari kelima fakta di atas, mana yang paling membuat kamu takjub?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article