Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Gordes, Desa Cantik yang Berdiri Megah di Puncak Bukit
Desa Gordes, Prancis. (pexels.com/Susanne Jutzeler)
  • Gordes berada di tebing batu kapur setinggi sekitar 340 meter di Lembah Luberon, dengan rumah batu krem bertingkat dan aturan pelestarian ketat yang menjaga tampilan autentiknya.
  • Dihuni sejak prasejarah, Gordes berkembang sebagai kota berbenteng sejak abad ke-11, melewati wabah, perang, gempa, dan eksodus penduduk sebelum kembali hidup pada dekade 1950-an.
  • Ladang lavender musim panas, Biara Notre-Dame de Sénanque, kastel, ruang bawah tanah, serta desa batu kering memperkuat daya tarik Gordes sebagai destinasi sejarah, seni, dan wisata Provence.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau berbicara tentang desa paling indah di Prancis, nama Gordes hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Desa kecil yang berada di kawasan Luberon, Provence, ini memikat wisatawan dengan rumah-rumah batu berwarna krem yang bertumpuk mengikuti lereng bukit. Dari kejauhan, Gordes tampak seperti benteng kuno yang menyatu dengan tebing, sementara dari dalam desa pengunjung akan menemukan lorong-lorong sempit, bangunan bersejarah, hingga panorama ladang lavender yang ikonik.

Keindahan Gordes bukan hanya berasal dari lanskapnya. Desa ini telah dihuni sejak zaman prasejarah, berhasil bertahan melewati perang, wabah, gempa bumi, hingga akhirnya bangkit menjadi salah satu destinasi wisata paling terkenal di Prancis. Yuk, kenalan lebih dekat dengan Desa Gordes lewat lima faktanya berikut ini!

1. Berdiri megah di puncak bukit dengan panorama Lembah Luberon

Desa Gordes, Prancis. (commons.wikimedia.org/NateBergin)

Gordes berdiri di atas tebing batu kapur di kawasan Pegunungan Vaucluse. Desa ini terletak sekitar 340 meter di atas dasar Lembah Luberon. Hampir seluruh rumah dibangun mengikuti kontur bukit sehingga tampak bertingkat-tingkat dari bawah hingga ke puncak desa. Dari kejauhan, desa ini tampak seperti benteng batu yang tumbuh dari lereng bukit dengan rumah-rumah yang tersusun rapat mengikuti kontur tanah.

Seluruh bangunan di Gordes menggunakan batu kapur berwarna krem khas Provence dan beratap genteng terakota. Untuk menjaga keaslian desa, pemerintah setempat menerapkan aturan pelestarian yang ketat. Bangunan baru wajib menggunakan batu sebagai material utama, pagar modern tidak diperbolehkan, sementara kabel listrik dan telepon dipasang di bawah tanah agar tidak mengganggu pemandangan. Tak heran jika Gordes dinobatkan sebagai salah satu Les Plus Beaux Villages de France atau desa terindah di Prancis.

2. Memiliki sejarah panjang sejak abad pertengahan

Desa Gordes, Prancis. (commons.wikimedia.org/NateBergin)

Dilansir Gordes Village, wilayah Gordes telah dihuni sejak masa prasejarah. Namun, perkembangan desa dimulai pada abad ke-11 ketika sebuah kastel dibangun sebagai benteng pertahanan. Permukiman kemudian berkembang mengelilingi kastel hingga menjadi kota berbenteng yang mampu melindungi penduduk dari berbagai serangan pada abad pertengahan.

Memasuki abad ke-16, keluarga bangsawan Simiane d'Agoult memperluas kastel dengan gaya arsitektur Renaisans sehingga tampil semakin megah. Selama berabad-abad berikutnya, masyarakat Gordes menggantungkan hidup pada pertanian serta industri kerajinan seperti pemintalan sutra, penyamakan kulit, penenunan wol, dan pembuatan sepatu.

Menariknya, Gordes juga pernah mengalami masa-masa yang sulit. Mulai dari adanya wabah penyakit, gempa bumi, perang, serta musim dingin ekstrem pada 1956 yang menyebabkan banyak penduduk meninggalkan kampung halamannya. Baru pada dekade 1950-an, Gordes kembali hidup setelah para seniman mulai menetap dan mempromosikan keindahannya kepada dunia.

3. Dikelilingi ladang lavender yang menjadi ikon Provence

Ladang lavender yang ada di Desa Gordes, Prancis. (pexels.com/AXP Photography)

Dilansir All Things French, saat musim panas tiba, Gordes berubah menjadi salah satu destinasi terbaik untuk menikmati hamparan bunga lavender. Warna ungu yang membentang di sekitar desa berpadu indah dengan bangunan batu sehingga menciptakan lanskap yang sangat fotogenik.

Tak jauh dari pusat desa berdiri Abbaye Notre-Dame de Sénanque, biara Cistercian yang didirikan pada tahun 1148. Biara ini menjadi salah satu ikon Provence karena dikelilingi ladang lavender yang bermekaran setiap musim panas. Hingga kini, para biarawan masih tinggal di sana dan mengelola perkebunan lavender serta menghasilkan berbagai produk seperti madu, minyak esensial, dan suvenir. Selama musim lavender, pasar-pasar lokal di Gordes dipenuhi berbagai produk berbahan lavender, mulai dari sabun, minyak aromaterapi, hingga es krim lavender yang menjadi kuliner khas daerah tersebut.

4. Dipenuhi bangunan bersejarah dan desa batu yang unik

Château de Gordes, bangunan kastil yang ada di Desa Gordes. (commons.wikimedia.org/Frédéric de Goldschmidt)

Selain menikmati suasana desa, wisatawan dapat mengunjungi berbagai bangunan bersejarah di Gordes. Kastel Gordes yang berdiri sejak abad ke-11 kini menjadi museum dan tempat penyelenggaraan berbagai pameran seni. Ada pula Gereja Saint-Firmin yang dibangun pada abad ke-18 dengan arsitektur sederhana namun elegan.

Di bawah desa terdapat kompleks ruang bawah tanah Palais Saint-Firmin yang dahulu digunakan sebagai gudang, tempat penyimpanan minyak zaitun, hingga saluran air. Tak jauh dari Gordes, terdapat Village des Bories, permukiman tradisional yang seluruh bangunannya dibangun menggunakan teknik batu kering tanpa semen. Pengunjung juga dapat menjelajahi bekas penggilingan minyak zaitun Moulin des Bouillons maupun jalur menuju kincir air kuno di Ngarai Véroncle.

5. Menjadi sumber inspirasi para seniman dunia

Pemandangan di Desa Gordes. (pexels/Bingqian Li)

Keindahan Gordes telah memikat banyak seniman sejak pertengahan abad ke-20. Cahaya matahari khas Provence, rumah-rumah batu, lembah hijau, dan suasana pedesaannya menjadikan desa ini tempat yang ideal untuk mencari inspirasi. Beberapa pelukis terkenal seperti Pierre-Auguste Renoir, Pablo Picasso, Henri Matisse, hingga Vincent van Gogh pernah mengunjungi kawasan Provence dan memperoleh inspirasi dari lanskapnya. Kehadiran para seniman inilah yang turut memperkenalkan Gordes ke dunia internasional.

Kini, selain terkenal sebagai desa bersejarah, Gordes juga menjadi destinasi favorit wisatawan kelas dunia. Jalan-jalan berbatu, galeri seni, butik lokal, restoran khas Provence, hingga hotel-hotel mewah dengan pemandangan Lembah Luberon membuat desa kecil ini selalu ramai dikunjungi sepanjang tahun.

Gordes membuktikan bahwa sebuah desa kecil mampu menyimpan sejarah panjang sekaligus keindahan luar biasa. Perpaduan benteng kuno, rumah-rumah batu, ladang lavender, serta panorama Provence menjadikannya salah satu destinasi paling memesona yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Prancis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article