Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Avalanche, Longsoran Salju Berbahaya di Tragedi Broad Peak?

Apa Itu Avalanche, Longsoran Salju Berbahaya di Tragedi Broad Peak?
gambar longsoran salju yang terjadi di pegunungan (unsplash.com/Olga Lacovlenco)
Intinya Sih
  • Sepuluh pendaki dilaporkan hilang akibat avalanche di Broad Peak, Pakistan, pada 30 Juli 2026. Gunung setinggi 8.051 mdpl ini merupakan gunung tertinggi ke-12 dunia.
  • Avalanche adalah longsoran salju besar yang meluncur tiba-tiba di lereng, dipicu lapisan salju lemah, badai, angin, suhu, medan, vegetasi, atau aktivitas manusia.
  • Korban avalanche rentan mengalami asfiksia karena terkubur salju padat dan umumnya hanya punya 10–15 menit sebelum gejala muncul; retakan, suara gedebuk, serta salju berongga menjadi tanda bahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dunia pendakian saat ini sedang berduka. Sepuluh pendaki dilaporkan hilang setelah bencana avalanche yang terjadi beberapa hari yang lalu. Bencana ini terjadi di Broad Peak, Pakistan pada hari Kamis, 30 Juli 2026 kemarin. Broad Peak sendiri merupakan salah satu gunung tertinggi di dunia. 

Memiliki ketinggian 8.051 mdpl, Broad Peak berada di urutan ke 12 dunia. Mengingat ketinggiannya yang gak main-main, pendakian di gunung ini juga sangatlah sulit dengan risiko yang besar. Selain jalur pendakian yang berbahaya, perubahan cuaca yang berlangsung cepat, gunung seperti Broad Peak juga rawan mengalami longsoran salju alias avalanche. Namun apa, sih, sebenarnya bencana ini, dan kenapa bisa sangat berbahaya bagi pendaki? Berikut penjelasannya!

1. Avalanche sering kali terjadi secara tiba-tiba

puncak Broad Peak Central (kiri depan) dengan latar belakang puncak tertinggi Gunung Broad Peak
puncak Broad Peak Central (kiri depan) dengan latar belakang puncak tertinggi Gunung Broad Peak (commons.wikimedia.org/Rupert Pupkin)

Sederhananya, avalanche adalah longsoran salju. Namun bukan longsoran salju biasa, bencana ini terjadi ketika sejumlah besar salju bergerak secara tiba-tiba menuruni bukit atau lereng. Dilansir Shelter Box, avalanche kebanyakan terjadi di wilayah pegunungan yang ada di Eropa dan Amerika. Terutama setelah badai salju besar, lapisan salju yang lemah akan mengalami kelebihan beban. Situasinya semakin berbahaya karena hembusan angin kencang membuat tumpukan salju dapat dengan mudah jatuh menuruni lereng di bawahnya.

Selain badai, suhu, dan angin, avalanche sendiri dapat dipengaruhi oleh banyak hal termasuk medan dan vegetasi di wilayah tersebut. Ini karena avalanche sendiri jarang terjadi di wilayah dengan vegetasi yang dapat. Terakhir, manusia juga bisa menjadi penyebab terjadinya avalanche atau longsoran salju. Ketika seseorang gak sengaja berjalan di lapisan salju yang lemah, lapisan tersebut akan runtuh dan memicu terjadinya longsoran.

2. Sesak napas menjadi penyebab utama kematian dalam bencana avalanche

Longsoran salju besar
gambar longsoran salju besar (unsplash.com/Lucas Leonel Suarez)

Bencana longsor selalu berbahaya, termasuk jika yang longsor adalah tumpukan salju. Pada longsoran salju, kebanyakan korban meninggal bukan hanya karena luka parah, melainkan karena sesak napas. Dilansir Safe Back, ini karena saat longsoran terjadi, kebanyakan korban akan terkubur salju cukup dalam. Tumpukan salju yang padat membuat tubuh kekurangan oksigen.

Tanpa pertolongan cepat, asupan oksigen yang kurang membuat seseorang mengalami asfiksia, yaitu kondisi di mana oksigen gak sampai ke saluran pernapasan, dan ditandai dengan sesak napas, kehilangan kesadaran yang berujung pada kematian. Masalahnya adalah, para korban biasanya hanya memiliki waktu sekitar 10-15 menit untuk keluar dari tumpukan salju sebelum gejala asfiksia dimulai.

3. Tanda-tanda longsoran salju akan terjadi

Tanda peringatan longsoran salju di pegunungan
gambar tanda peringatan longsoran salju di pegunungan (unsplash.com/Bruce Warrington)

Longsoran salju atau avalanche memang kerap terjadi secara tiba-tiba. Makanya kebanyakan orang gak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan diri. Namun sebenarnya, longsoran salju kerap kali menunjukkan tanda-tanda tertentu sebelum terjadi. Dilansir Weather, tanda-tandanya meliputi retakan yang muncul di salju sekitar kaki atau peralatan ski, tanah terasa berongga di bawah kaki, suara “gedebuk” saat berjalan, hingga munculnya pola di permukaan salju yang terbentuk karena angin kencang. 

Ketika kamu terjebak dalam longsoran salju, cobalah untuk segera keluar dari area longsoran. Pemain ski dan snowboarding dapat meluncur ke bawah untuk menambah kecepatan dan membelok menyamping untuk bisa keluar dari jalur. Namun jika kamu hanya pendaki biasa, cobalah untuk membersihkan ruang di depanmu agar bisa bernapas.

Angkat tangan ke atas, dan cobalah untuk “berenang” keluar dari salju. Mengingat tubuh manusia lebih padat dan kuat, tumpukan salju akan dengan cepat tenggelam di bawah tubuh. Jangan menunggu sampai longsoran selesai, ya! Ini karena setelah longsoran berhenti, tumpukan salju akan mengeras seperti beton sehingga upaya pergerakan tubuh akan jadi sesuatu yang hampir mustahil dilakukan.

Longsoran salju merupakan bencana yang sangat berbahaya. Gak kalah berbahayanya dengan longsoran tanah atau bencana lain. Jangankan manusia, longsoran salju atau avalanche bahkan bisa melenyapkan sebuah desa dalam waktu singkat. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More