Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Bloemfontein, Kota Bersejarah yang Jadi Pusat Hukum Afrika Selatan

5 Fakta Bloemfontein, Kota Bersejarah yang Jadi Pusat Hukum Afrika Selatan
Bloemfontein, Afrika Selatan (commons.wikimedia.org/South African Tourism)
Intinya Sih
  • Bloemfontein menjadi ibu kota yudisial Afrika Selatan sejak 1910, dengan Supreme Court of Appeal berkedudukan di kota ini sebagai pengadilan banding tertinggi.
  • Berawal dari pemukiman dekat mata air pada 1820-an, Bloemfontein menjadi ibu kota Republik Oranje pada 1854 dan berkembang pesat setelah penemuan ladang intan.
  • Kota ini menjadi tempat kelahiran ANC pada 1912 dan National Party pada 1914, serta menyimpan museum Perang Anglo-Boer dan situs warisan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bloemfontein menjadi salah satu kota penting di Afrika Selatan yang memiliki peran besar dalam sistem pemerintahan negara tersebut. Kota ini dikenal sebagai ibu kota yudisial Afrika Selatan sekaligus menjadi lokasi berbagai lembaga peradilan nasional. Selain itu, Bloemfontein juga menyimpan sejarah panjang sejak masa Republik Oranje hingga era modern.

Perkembangan Bloemfontein turut membentuk perjalanan sejarah Afrika Selatan dari masa ke masa. Beragam peninggalan sejarah, institusi penting, hingga perannya sebagai pusat hukum menjadikan kota ini memiliki banyak hal menarik untuk dipelajari. Penasaran apa saja yang membuat Bloemfontein begitu istimewa? Simak lima faktanya berikut ini!

1. Menjadi pusat lembaga peradilan tertinggi sejak awal abad ke-20

Bloemfontein, Afrika Selatan
Bloemfontein, Afrika Selatan (commons.wikimedia.org/South African Tourism)

Status Bloemfontein sebagai ibu kota yudisial ditetapkan sejak pembentukan Uni Afrika Selatan pada 1910 melalui kesepakatan Konvensi Nasional. Dilansir laman Supreme Court of Appeal of South Africa, gagasan penunjukan kota ini sebenarnya sudah diusulkan sejak konferensi jaksa agung pada 1905 untuk mendirikan mahkamah banding nasional. Sejak saat itu, Appellate Division yang kini bernama Supreme Court of Appeal resmi berkedudukan di Bloemfontein sebagai pengadilan banding tertinggi di negara tersebut.

Meskipun sempat muncul penolakan dari sebagian pihak karena faktor iklim musim panas yang terik, warga lokal gigih mempertahankan status kehakiman kota ini. Dewan kota, kamar dagang, dan asosiasi pengacara setempat mengajukan protes resmi serta menerbitkan surat terbuka di harian The Friend. Aksi tersebut bahkan berujung pada pemanggilan editor surat kabar itu ke pengadilan atas tuduhan penghinaan terhadap pengadilan.

2. Berawal dari tempat singgah hingga tumbuh menjadi ibu kota Republik Oranje

Korps Artileri Negara Orange Free State, negara Boer yang pernah menjadikan Bloemfontein sebagai ibu kotanya
Korps Artileri Negara Orange Free State, negara Boer yang pernah menjadikan Bloemfontein sebagai ibu kotanya (commons.wikimedia.org/Unknown author)

Sebelum dikenal sebagai pusat peradilan nasional, Bloemfontein lebih dulu berkembang dari sebuah pemukiman kecil yang memanfaatkan sumber mata air alami. Kawasan pemukiman awal Bloemfontein memanfaatkan keberadaan mata air alami yang dipelopori seorang petani bernama Johan Nicolaas Brits pada 1820-an.

Dilansir laman South African History Online, wilayah ini kemudian tumbuh pesat setelah kepergian pasukan Inggris dan resminya penandatanganan Konvensi Bloemfontein pada 1854. Peristiwa bersejarah tersebut menandai lahirnya Republik Orange Free State (Republik Oranje), negara Boer yang pernah berdiri di wilayah Afrika Selatan saat ini, dengan menetapkan Bloemfontein sebagai ibu kota resminya.

Pertumbuhan kota melaju pesat pada masa kepemimpinan Presiden J.H. Brand seiring terjadinya lonjakan ekonomi akibat penemuan ladang intan di kawasan sekitar pada akhir 1860-an. Pemerintah Inggris kemudian membayar kompensasi sebesar 90.000 pound sterling kepada Republik Oranje atas klaim wilayah tambang intan di Griqualand West. Dana ganti rugi tersebut dialokasikan untuk mendirikan gereja Anglican, gereja Wesleyan, serta jaringan sekolah negeri di bawah penanganan Superintendent John Brebner.

3. Tempat lahirnya dua partai politik bersejarah Afrika Selatan

Mapikela House, Bloemfontein, Afrika Selatan
Mapikela House, Bloemfontein, Afrika Selatan (commons.wikimedia.org/Own work)

Perkembangan Bloemfontein sebagai pusat pemerintahan turut menempatkan kota ini dalam berbagai peristiwa penting sejarah politik Afrika Selatan. Dilansir laman South Africa Tourism, dua partai yang berpengaruh besar terhadap perjalanan negara sama-sama lahir di Bloemfontein. African National Congress (ANC) dibentuk di Wesleyan Church School pada 1912, sedangkan National Party yang kemudian menerapkan kebijakan apartheid didirikan di Ramblers Club pada 1914.

Hingga kini, kedua lokasi tersebut telah direstorasi sebagai bagian dari pelestarian warisan sejarah kota. Kawasan Batho juga menyimpan Mapikela House, rumah bata merah dua lantai yang dibangun pada 1926 dan pernah menjadi kediaman salah satu pendiri ANC, Thomas Mapikela. Bangunan tersebut kini telah ditetapkan sebagai situs warisan nasional.

4. Memiliki museum khusus peringatan Perang Anglo-Boer

War Museum of the Boer Republics
War Museum of the Boer Republics (commons.wikimedia.org/Katangais)

Selain menyimpan jejak politik, Bloemfontein juga mempertahankan berbagai peninggalan sejarah dari Perang Anglo-Boer. Masih dari laman South Africa Tourism, aspek sejarah pertahanan kota ini tersimpan melalui War Museum of the Boer Republics. Museum ini menjadi satu-satunya di dunia yang mendedikasikan pamerannya untuk mengenang Perang Anglo-Boer (1899–1902). Koleksinya memaparkan dampak konflik yang mengakhiri kemerdekaan dua republik Boer.

Di area yang sama berdiri National Women’s Memorial untuk mengenang puluhan ribu perempuan dan anak-anak yang gugur di kamp konsentrasi. Di dekatnya juga terdapat Queen’s Fort Military Museum yang dibangun sejak 1849 dan memajang perlengkapan senjata, pakaian dinas, serta artefak tempur pasukan Free State dari abad ke-19 hingga 1994.

5. Perkembangan tata kota diawali rancangan garis sungai

Bloemfontein, Afrika Selatan
Bloemfontein, Afrika Selatan (commons.wikimedia.org/South African Tourism)

Perencanaan wilayah Bloemfontein dilakukan secara teratur sejak masa pemerintahan awal pada pertengahan abad ke-19. Merujuk kembali pada laman South African History Online, rancangan awal kota disusun oleh Andrew Hudson Bain dengan mengikuti alur sungai di sekitarnya. Jalan-jalan utama dibangun memanjang dari utara ke selatan, sedangkan jalan-jalan lainnya dirancang saling berpotongan tegak lurus.

Tata ruang tersebut memudahkan hubungan antara kawasan permukiman dan pusat kegiatan publik, seperti pasar serta balai kota. Meski demikian, perkembangan kota tetap menghadapi kendala distribusi karena seluruh pasokan barang masih diangkut menggunakan kereta lembu dari pelabuhan Port Elizabeth dan East London. Perjalanan yang memakan waktu berminggu-minggu membuat bahan bangunan, pakaian, hingga perabot rumah tangga dijual dengan harga tinggi di pasar setempat.

Itulah lima fakta menarik tentang Bloemfontein, kota yang berperan sebagai pusat yudisial Afrika Selatan. Dari sejarahnya sebagai ibu kota Republik Oranje hingga menjadi lokasi berbagai lembaga hukum dan peristiwa penting, Bloemfontein terus mempertahankan perannya dalam perjalanan sejarah negara tersebut. Beragam warisan sejarah yang masih terjaga juga menjadikan kota ini menarik untuk dipelajari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More