- Perikarp, yaitu kulit luar yang keras.
- Endosperma, bagian dalam yang kaya pati.
- Embrio, calon tanaman jagung baru.
Bukan Sulap, Ini Alasan Popcorn Bisa Meletup dan Mengembang

- Jagung popcorn berasal dari varietas khusus dengan kulit luar keras dan rapat, serta endosperma berpati yang mengandung air sekitar 13–20 persen.
- Saat dipanaskan, air terperangkap berubah menjadi uap; tekanan mencapai sekitar 930 kilopascal pada suhu mendekati 180 derajat Celsius hingga kulit biji pecah.
- Pelepasan tekanan cepat mendorong pati melunak menjadi busa yang mengeras, memperbesar volume hingga 20–50 kali; biji gagal meletup akibat retakan, kadar air rendah, atau panas tidak merata.
Siapa yang tidak suka menikmati popcorn saat nonton film? Camilan ringan ini memang punya ciri khas yang unik. Dalam hitungan detik, biji jagung yang kecil dan keras bisa berubah menjadi popcorn putih yang mengembang. Bahkan, prosesnya selalu disertai bunyi "pop" yang khas. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, sebenarnya kenapa popcorn bisa meletup?
Jawabannya ternyata bukan karena biji jagung "meledak" begitu saja. Di balik proses sederhana itu, ada kombinasi antara tekanan, uap air, dan struktur biji jagung yang bekerja dengan sangat sempurna. Bisa dibilang, setiap butir popcorn adalah panci tekanan mini yang siap meletup ketika dipanaskan. Yuk, kita bahas lebih dalam seputar hal ini!
1. Setiap biji popcorn punya struktur yang unik

Tidak semua jenis jagung bisa menjadi popcorn. Jagung popcorn berasal dari varietas khusus yang memiliki kulit luar sangat keras dan rapat. Di dalam satu butir popcorn terdapat tiga bagian utama, yaitu:
Yang paling penting adalah perikarp. Kulit luar ini jauh lebih kuat dibandingkan kulit jagung biasa dan hampir tidak bisa ditembus uap air. Karena itulah, uap yang terbentuk di dalam biji tidak mudah keluar sehingga tekanan terus meningkat.
Sementara itu, bagian endosperma menyimpan pati, sedikit protein, dan kandungan air sekitar 13–20 persen. Jumlah air ini sangat menentukan keberhasilan popcorn saat dipanaskan. Jika kadar air terlalu sedikit, uap yang terbentuk tidak cukup kuat untuk menghasilkan ledakan. Sebaliknya, jika air terlalu banyak, biji bisa pecah sebelum mencapai tekanan yang ideal sehingga popcorn tidak mengembang dengan sempurna.
2. Apa yang terjadi saat popcorn dipanaskan

Saat popcorn dipanaskan, baik menggunakan minyak, panci, maupun microwave, suhu di dalam biji perlahan meningkat. Ketika suhu mencapai sekitar 100 derajat Celsius, air di dalam biji mulai mendidih. Namun, berbeda dengan air dalam panci terbuka, uap tersebut tidak bisa keluar karena terjebak oleh kulit luar yang sangat rapat.
Akibatnya, uap terus bertambah dan tekanan di dalam biji semakin tinggi. Semakin lama dipanaskan, tekanan tersebut terus meningkat hingga mencapai titik kritis. Popcorn biasanya mulai meletup ketika suhu mendekati 180 derajat Celsius, dengan tekanan internal sekitar 930 kilopascal atau sekitar 135 psi. Pada titik itulah kulit luar tidak lagi mampu menahan tekanan sehingga pecah secara tiba-tiba.
3. Kenapa popcorn langsung mengembang

Begitu kulit luar pecah, tekanan yang sebelumnya terperangkap langsung dilepaskan. Uap panas di dalam biji mengembang dengan sangat cepat dan mendorong pati yang sudah melunak keluar. Dalam waktu kurang dari satu detik, pati tersebut mengembang seperti busa, lalu langsung mendingin dan mengeras. Hasil akhirnya adalah popcorn putih yang ringan, renyah, dan bentuknya tidak beraturan. Menariknya lagi, volume popcorn setelah meletup bisa mencapai 20 hingga 50 kali lebih besar dibandingkan ukuran bijinya sebelum dipanaskan.
4. Dari mana asal bunyi "pop"

Banyak orang mengira suara "pop" berasal dari kulit jagung yang pecah. Padahal, suara tersebut lebih banyak dihasilkan oleh pelepasan tekanan yang sangat cepat saat uap keluar dari dalam biji. Ketika tekanan mendadak turun, uap air bergerak sangat cepat dan menciptakan getaran yang menghasilkan bunyi "pop" yang kita dengar. Fenomena ini mirip dengan suara saat membuka botol minuman bersoda atau botol sampanye, yaitu ketika gas bertekanan tiba-tiba dilepaskan ke udara.
5. Kenapa masih ada biji popcorn yang tidak meletup

Hampir setiap kali membuat popcorn, selalu ada beberapa biji keras yang tertinggal di dasar wadah. Biji yang gagal meletup ini sering disebut sebagai old maids. Penyebabnya bisa bermacam-macam.
Yang paling umum adalah kulit luar mengalami retakan kecil sebelum dipanaskan. Retakan tersebut membuat uap keluar perlahan sehingga tekanan tidak pernah mencapai titik yang dibutuhkan untuk meletup. Selain itu, kadar air dalam biji juga berpengaruh besar.
Jika popcorn disimpan terlalu lama atau terkena udara terbuka, kandungan airnya akan berkurang. Akibatnya, uap yang terbentuk tidak cukup banyak untuk menghasilkan ledakan sempurna. Pemanasan yang tidak merata juga bisa membuat sebagian pati sudah melunak, tetapi kulit belum pecah dengan baik sehingga popcorn gagal mengembang.
Jadi, sekarang kamu sudah tahu kan kenapa popcorn bisa meletup? Ternyata, di balik camilan yang identik dengan nonton film ini, ada proses sains yang seru sekaligus unik. Lain kali saat mendengar bunyi "pop-pop-pop", kamu mungkin jadi teringat kalau setiap butir popcorn sebenarnya sedang melakukan "ledakan" kecil yang sudah dirancang sempurna oleh alam.
Referensi
IFL Science. Diakses pada Juli 2026. Why Does Popcorn Pop?
Science Insights. Diakses pada Juli 2026. What Actually Happens When Popcorn Pops?
Science Notes. Diakses pada Juli 2026. How Does Popcorn Pop? The Science of Popcorn
Times of India. Diakses pada Juli 2026. Ever Wondered Why Popcorn Explodes? The Science Behind Your Favourite Movie Snack











![[QUIZ] Pilih Ilmuwan Dunia Berikut, Bakatmu Dominan Teknologi atau IPA?](https://image.idntimes.com/post/20250520/pexels-photo-4031321-a68efb10d55d8ffc34dfccfeca797953.jpeg)







