Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Hawaii, dari Sejarah Kerajaan hingga Tingginya Biaya Hidup

5 Fakta Hawaii, dari Sejarah Kerajaan hingga Tingginya Biaya Hidup
potret Honolulu, Ibu Kota negara bagian Hawaii, Amerika Serikat (pexels.com/Cyrill)
Intinya Sih
  • Hawaii dulunya merupakan kerajaan merdeka sebelum dianeksasi Amerika Serikat pada 1898 dan resmi menjadi negara bagian ke-50 pada 1959.
  • Bahasa asli ʻŌlelo Hawaiʻi tetap dilestarikan sebagai simbol identitas budaya meski sempat dilarang penggunaannya di masa lalu.
  • Tradisi Aloha mencerminkan filosofi hidup masyarakat Hawaii yang menekankan kasih sayang, keseimbangan dengan alam, serta kebersamaan sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hawaii merupakan salah satu wilayah di Amerika Serikat yang terkenal dengan keindahan alamnya. Terletak di tengah Samudra Pasifik, kepulauan ini menawarkan pemandangan yang khas, mulai dari pantai berpasir, pegunungan, hingga lanskap tropis yang indah. Tidak heran jika Hawaii sering menjadi tujuan wisata favorit bagi banyak orang dari berbagai belahan dunia.

Namun, Hawaii tidak hanya menarik dari segi alamnya saja. Di balik keindahan tersebut, terdapat sejarah panjang, budaya yang masih terjaga, serta kondisi kehidupan masyarakat yang unik dan berbeda dibandingkan wilayah lain di Amerika Serikat. Untuk mengenal Hawaii lebih dekat, yuk simak beberapa fakta menarik berikut ini.

1. Hawaii dulunya bukan bagian dari Amerika Serikat

patung Raja Kamehameha I di Hawaii, tokoh yang menyatukan kepulauan dan mendirikan Kerajaan Hawaii
patung Raja Kamehameha I di Hawaii, tokoh yang menyatukan kepulauan dan mendirikan Kerajaan Hawaii (commons.wikimedia.org/Carol M. Highsmith)

Sebelum menjadi bagian dari Amerika Serikat, Hawaii merupakan sebuah kerajaan merdeka yang dikenal sebagai Kerajaan Hawaii. Kerajaan ini berdiri pada akhir abad ke-18 di bawah kepemimpinan Raja Kamehameha I yang berhasil menyatukan pulau-pulau di Hawaii menjadi satu pemerintahan. Selama beberapa dekade, Hawaii berkembang sebagai negara berdaulat dengan sistem monarki, hubungan diplomatik, serta perdagangan dengan berbagai negara lain.

Namun, pada akhir abad ke-19, terjadi perubahan besar ketika kelompok pebisnis dan pihak asing berperan dalam penggulingan monarki Hawaii. Peristiwa ini kemudian diikuti dengan aneksasi oleh Amerika Serikat pada tahun 1898. Setelah melalui berbagai proses politik, Hawaii akhirnya resmi menjadi negara bagian ke-50 Amerika Serikat pada tahun 1959. Perjalanan sejarah ini menunjukkan bahwa Hawaii memiliki latar belakang yang unik dan berbeda dibandingkan wilayah lain di Amerika Serikat.

2. Memiliki bahasa sendiri yang masih digunakan

 tulisan dalam bahasa ʻŌlelo Hawaiʻi yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Hawaii
tulisan dalam bahasa ʻŌlelo Hawaiʻi yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Hawaii (commons.wikimedia.org/Ken Lund from Reno, Nevada, USA)

Selain bahasa Inggris, Hawaii juga memiliki bahasa asli yang dikenal sebagai ʻŌlelo Hawaiʻi. Bahasa ini merupakan bahasa masyarakat asli Hawaii dan telah digunakan selama berabad-abad sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari serta identitas budaya mereka. Bahkan hingga kini, bahasa Hawaii tetap diakui sebagai salah satu bahasa resmi di wilayah tersebut.

Meski sempat mengalami masa sulit, termasuk pernah dilarang penggunaannya pada akhir abad ke-19 oleh pemerintah wilayah Amerika Serikat, bahasa Hawaii berhasil dipertahankan dan dihidupkan kembali. Saat ini, upaya pelestarian terus dilakukan karena bahasa ini dianggap penting untuk menjaga hubungan dengan budaya, tradisi, serta cara pandang masyarakat setempat terhadap alam dan kehidupan.

3. Ada tradisi “Aloha” yang khas

pertunjukan tari hula yang mencerminkan kearifan dan nilai budaya Aloha di Hawaii
pertunjukan tari hula yang mencerminkan kearifan dan nilai budaya Aloha di Hawaii (commons.wikimedia.org/Ron Ardis)

Salah satu hal yang khas dari Hawaii adalah tradisi “Aloha” yang memiliki makna lebih dalam dari sekadar sapaan. Dalam budaya Hawaii, “Aloha” tidak hanya berarti “halo” atau “selamat tinggal”, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai seperti kasih sayang, rasa hormat, dan kebersamaan. Konsep ini bahkan berkembang menjadi filosofi hidup yang mengatur cara masyarakat berinteraksi satu sama lain.

Lebih jauh lagi, nilai “Aloha” juga berkaitan dengan hubungan antara manusia dan alam, yang dikenal melalui konsep “Aloha ʻĀina” atau cinta terhadap tanah. Bagi masyarakat Hawaii, alam bukan sekadar sumber daya, melainkan bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga dan dihormati. Karena itu, tradisi ini tidak hanya terlihat dalam ucapan sehari-hari, tetapi juga dalam cara hidup yang menekankan keseimbangan, kepedulian, dan hubungan yang harmonis dengan lingkungan.

4. Rumah bagi gunung berapi aktif

letusan Gunung Mauna Loa pada 2022 yang menunjukkan aktivitas vulkanik di Hawaii
letusan Gunung Mauna Loa pada 2022 yang menunjukkan aktivitas vulkanik di Hawaii (commons.wikimedia.org/M. Patrick/USGS)

Hawaii merupakan wilayah yang terbentuk dari aktivitas gunung berapi sejak jutaan tahun lalu. Kepulauan ini muncul dari dasar laut akibat letusan vulkanik yang berlangsung selama jutaan tahun hingga membentuk daratan seperti sekarang. Bahkan, hingga sekarang, Hawaii masih menjadi salah satu tempat di dunia yang memiliki gunung berapi aktif.

Beberapa gunung berapi yang paling dikenal antara lain Kīlauea dan Mauna Loa, yang termasuk di antara gunung berapi paling aktif di dunia. Gunung-gunung ini memiliki bentuk khas yang disebut shield volcano, yaitu dengan lereng landai akibat aliran lava yang menyebar luas. Aktivitas vulkanik tersebut tidak hanya membentuk lanskap unik, tetapi juga menjadikan Hawaii sebagai salah satu wilayah dengan fenomena alam yang terus berkembang hingga saat ini.

5. Biaya hidupnya termasuk yang tertinggi di Amerika Serikat

potret Kota Honolulu, pusat ekonomi Hawaii dengan biaya hidup yang tergolong tinggi di Amerika Serikat
potret Kota Honolulu, pusat ekonomi Hawaii dengan biaya hidup yang tergolong tinggi di Amerika Serikat (pexels.com/Cyrill)

Selain dikenal karena keindahan alamnya, Hawaii juga memiliki biaya hidup yang tergolong sangat tinggi. Berdasarkan laporan dari Realtor.com yang mengacu pada data Stacker, Hawaii menempati posisi teratas sebagai negara bagian dengan biaya hidup paling mahal di Amerika Serikat. Hal ini dihitung berdasarkan harga rata-rata kebutuhan sehari-hari, seperti perumahan, makanan, dan layanan di berbagai wilayah.

Tingginya biaya hidup di Hawaii salah satunya disebabkan oleh letaknya yang terpencil di tengah Samudra Pasifik. Banyak barang kebutuhan harus didatangkan dari luar pulau, sehingga biaya transportasi menjadi lebih mahal dan berdampak langsung pada harga yang dibayar oleh masyarakat. Selain itu, harga properti yang tinggi juga menjadi faktor utama yang membuat biaya hidup di Hawaii semakin meningkat dibandingkan wilayah lain di Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, Hawaii bukan hanya sekadar destinasi wisata dengan pemandangan indah. Di balik itu, terdapat berbagai hal menarik yang mencerminkan sejarah, budaya, dan kehidupan yang khas, sehingga membuat Hawaii memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan wilayah lain di Amerika Serikat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More