Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Istana Stockholm, Kediaman Resmi dan Tempat Kerja Raja Swedia
Istana Stockholm (Kungliga Slottet), kediaman resmi dan tempat kerja raja Swedia. (unsplash.com/Mai Sakura)
  • Istana Stockholm di Gamla Stan adalah salah satu istana kerajaan terbesar di Eropa dengan lebih dari seribu kamar dan masih aktif digunakan untuk kegiatan resmi kerajaan.
  • Istana ini dibangun kembali setelah Kastil Tre Kronor terbakar pada 1697, dirancang oleh Nicodemus Tessin Muda dan Carl Hårleman, lalu resmi ditempati pada 1754.
  • Saat ini, Istana Stockholm berfungsi sebagai tempat acara kenegaraan dan rumah bagi tiga museum penting yang menampilkan harta kerajaan serta peninggalan sejarah Swedia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Stockholm, ibu kota Swedia yang terletak di pesisir timur, punya tata kota yang unik karena tersebar di belasan pulau. Menariknya, arsitektur Stockholm adalah perpaduan unik antara pesona abad pertengahan dan desain modern yang ramah lingkungan, salah satunya bisa kita lihat pada Istana Stockholm. Lokasi Istana Stockholm sendiri berada di Gamla Stan, sebuah kawasan kota tua di Swedia yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Namun, tahukah kamu bagaimana sejarah istana ini sampai bisa dibangun kembali setelah habis terbakar di masa lalu? Yuk, langsung saja kita lihat sejarahnya dalam artikel ini!

1. Salah satu istana terbesar di eropa

Pemandangan udara Istana Stockholm yang terletak di kawasan Gamla Stan (Kota Tua), Stockholm, Swedia. (commons.wikimedia.org/Arild Vågen)

Istana Stockholm merupakan salah satu istana kerajaan terbesar di eropa yang masih aktif digunakan sesuai fungsi aslinya sampai sekarang. Bangunan raksasa ini memiliki ukuran panjang 230 meter dan lebar 125 meter. Menariknya, istana ini juga memiliki 1.430 kamar, dan 660 ruangan di antaranya sudah dilengkapi dengan jendela sendiri.

Di area luar, istana ini dibagi menjadi dua halaman utama. Pertama ada Halaman Luar di sisi barat yang sering menjadi tempat upacara pergantian penjaga. Kedua ada Halaman Dalam seluas 89 x 77 meter yang dikelilingi oleh bangunan utama istana. Untuk masuk ke Halaman Dalam ini, kamu bisa melewati gerbang atau lorong lengkung yang berada tepat di tengah-tengah setiap sisi mata angin.

2. Bangkit dari abu kebakaran

Kastil Tre Kronor, sebuah benteng bersejarah yang dulunya berdiri di Stockholm, Swedia. Kastil ini hancur total akibat kebakaran besar pada tahun 1697. (commons.wikimedia.org/Govert Dircksz Camphuysen (1623/1624–1672)/Stadsmuseet di Stockholm - Digitala Stadsmuseet/Museum Kota Stockholm)

Istana Stockholm yang berdiri saat ini sebenarnya dibangun di atas puing-puing Kastil Tre Kronor (Tiga Mahkota) asal abad ke-13 yang hangus total akibat kebakaran hebat pada 7 Mei 1697. Sesaat setelah bencana itu, arsitek Nicodemus Tessin Muda langsung merancang istana baru di lokasi yang sama. Namun, pembangunannya sempat telantar selama belasan tahun sejak 1709 karena Swedia kehabisan dana akibat terlibat Perang Utara Raya.

Setelah perang usai, proyek ini baru dilanjutkan lagi pada tahun 1727. Ketika Tessin Muda wafat setahun kemudian, arsitek Carl Hårleman mengambil alih tugasnya dan mendesain interior bergaya Rococo yang cantik di dalam istana. Setelah memakan waktu hingga 60 tahun lebih, istana ini akhirnya resmi ditempati pada tahun 1754 oleh Raja Adolf Frederick dan Ratu Louisa Ulrika, meski beberapa dekorasi interiornya baru benar-benar beres pada tahun 1770-an.

3. Punya gaya arsitektur yang unik

Fasad Istana Stockholm. (commons.wikimedia.org/Jorge Láscar)

Istana Stockholm dibangun dengan gaya Barok Romawi menggunakan kombinasi batu bata dan batu pasir, lengkap dengan atap tembaga. Bangunan utamanya berbentuk segi empat berukuran 115 x 120 meter yang mengelilingi halaman dalam. Istana ini punya detail arsitektur yang luar biasa, dengan total hampir seribu jendela, puluhan patung hiasan, serta dilapisi ribuan meter persegi batu alam dan plester pada dindingnya.

Uniknya, setiap fasad istana punya desain berbeda yang disesuaikan dengan maknanya. Sisi utara didesain untuk melambangkan raja, sedangkan sisi selatan melambangkan negara dengan gerbang lengkung yang megah. Sementara itu, bagian tengah di sisi timur dan barat dipercantik dengan pilar-pilar dan patung bergaya Barok yang estetis.

Selain bangunan utama, ada empat sayap bangunan yang menjulang di sudut-sudut istana menghadap ke arah timur dan barat. Menariknya, ada satu sayap di sebelah barat daya yang ukurannya sengaja dibuat lebih pendek agar tidak menabrak bangunan gereja bersejarah, Storkyrkan. Agar ketidakseimbangan ini tidak terlihat aneh dari luar, arsiteknya menyiasati hal tersebut dengan membangun dua sayap tambahan berbentuk setengah lingkaran.

4. Kediaman resmi raja swedia, tapi bukan rumah sehari-hari

Galeri Bernadotte di dalam Istana Stockholm. (commons.wikimedia.org/Holger.Ellgaard)

Meskipun berstatus sebagai kediaman resmi Raja Carl XVI Gustaf, Istana Stockholm sebenarnya bukan lagi tempat tinggal sehari-hari bagi keluarga kerajaan Swedia. Sejak tahun 1981, mereka memutuskan untuk pindah dan menetap di Istana Drottningholm yang terletak di pinggiran kota karena suasananya jauh lebih tenang. Saat ini, Istana Stockholm lebih difungsikan untuk acara-acara formal, resepsi kenegaraan, dan upacara penting.

Sebelum pindah, keluarga raja menempati area privat di lantai satu istana, tepatnya di sisi bagian timur bangunan. Lantai satu ini totalnya memiliki 67 ruangan, termasuk Apartemen Bernadotte dan Aula Pilar di sisi utara. Uniknya, meski fungsi dan penggunaan kamar-kamarnya terus berubah mengikuti perkembangan zaman, ukuran ruangan di lantai ini tetap dipertahankan persis seperti saat pertama kali istana dibangun.

5. Rumah bagi banyak museum

Mahkota Ratu Lovisa Ulrika dari Swedia. Saat ini, mahkota tersebut disimpan dan dipamerkan untuk umum di Ruang Harta Karun di Istana Stockholm. (commons.wikimedia.org/GreatestMoom)

Istana Stockholm sangat terbuka untuk publik dan menyimpan tiga museum seru di dalamnya. Pertama, ada Ruang Harta Karun di ruang bawah tanah yang menyimpan perhiasan mahkota dan benda berharga kerajaan, termasuk dua pedang kuno peninggalan Raja Gustav Vasa dari abad ke-16. Kedua, ada Museum Tre Kronor yang mengajak kamu melewati tembok kuno setebal 5 meter untuk melihat replika dan sisa-sisa penyelamatan Kastil Tre Kronor yang luluh lantak akibat kebakaran tahun 1697.

Terakhir, kamu bisa mengunjungi Museum Purbakala Gustav III, salah satu museum tertua di Eropa yang dibuka sejak 1794. Di sini, terdapat dua galeri batu yang memamerkan sekitar 200 patung antik koleksi Raja Gustav III yang dibawanya langsung dari Italia. Uniknya, semua patung dan pajangan di museum ini masih ditata di posisi yang sama persis seperti tahun 1790-an silam.

Sekarang kamu sudah tahu, kan, kalau Istana Stockholm bukan sekadar bangunan megah biasa, tapi juga saksi bisu sejarah panjang Swedia yang luar biasa? Semoga artikel tentang perjalanan sejarah istana ini bisa menambah wawasan baru yang seru untuk kamu, ya! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article