Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Kelelawar Kepala Palu, Punya Kepala Aneh untuk Menarik Betina
Penampilan kelelawar kepala palu (Hypsignathus monstrosus) (commons.wikimedia.org/Sarah H. Olson, Gerard Bounga,Alain Ondzie,Trent Bushmaker, Stephanie N. Seifert, Eeva Kuisma, Dylan W. Taylor, Vincent J. Munster, & Chris Walzer,)
  • Kelelawar kepala palu adalah spesies endemik Afrika yang hidup di hutan hujan, rawa, hingga padang rumput dan aktif pada malam hari.
  • Jantan memiliki kepala besar berbentuk palu untuk memperkuat suara panggilan saat menarik betina, sementara betina berkepala ramping seperti rubah.
  • Spesies kelelawar terbesar di Afrika ini berperilaku jinak, pemakan buah, dan berkembang biak dengan sistem perkawinan lek yang melibatkan ritual suara serta gerakan sayap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kelelawar kepala palu atau Hypsignathus monstrosus adalah spesies kelelawar yang memiliki penampilan unik dari Afrika. Tentu kamu segera menyadari keunikan kepalanya setelah melihat kelelawar ini, bukan? Yap, spesies ini dikenal dengan tampilan kepala yang bisa dibilang cukup mengerikan. Eits, tapi jangan salah, penampilan ini tidak hadir tanpa alasan, melainkan membawa fungsi yang cukup krusial (penting), lho!

Meskipun dicap sebagai kelelawar mengerikan, nyatanya fakta-fakta dari kelelawar ini justru berkata sebaliknya. Penasaran dengan fakta-fakta menarik lain dari kelelawar ini? Yuk, langsung saja simak lima fakta kelelawar kepala palu selengkapnya di artikel ini!

1. Spesies endemik yang hanya bisa dijumpai di wilayah Afrika

Wilayah persebaran kelelawar kepala palu di Benua Afrika (commons.wikimedia.org/A proietti)

Kelelawar kepala palu bukan termasuk hewan yang bisa dengan mudah dijumpai di seluruh dunia, melainkan mereka hanya tinggal di satu benua saja, yaitu Afrika. Dilansir Animalia, kelelawar ini ditemukan tepatnya di wilayah Afrika Barat dan Afrika Tengah, mulai dari Angola, Kongo, Ghana, Kenya, hingga Uganda. Spesies mamalia yang bisa terbang ini diketahui bisa menghuni berbagai jenis habitat di sana. Mereka bisa dijumpai di hutan hujan, hutan rawa, hutan bakau, hingga wilayah padang rumput.

Seperti kebanyakan spesies kelelawar lainnya, kelelawar kepala palu juga termasuk ke dalam hewan nokturnal yang aktif beraktivitas di malam hari. Pada siang hari, mereka akan tidur dengan bertengger di pepohonan. Mereka bertengger bersama dalam sebuah kelompok tanpa membedakan jenis kelamin, sehingga jantan dan betina hidup bersama dalam kelompok tersebut. Ini menjadi perilaku yang tergolong cukup jarang ditemukan pada banyak spesies kelelawar lainnya.

2. Penampilannya nyentrik dengan kepala berbentuk palu

Penampilan kelelawar kepala palu (Hypsignathus monstrosus) (commons.wikimedia.org/Sarah H. Olson, Gerard Bounga, Alain Ondzie, Trent Bushmaker, Stephanie N. Seifert, Eeva Kuisma, Dylan W. Taylor, Vincent J. Munster, & Chris Walzer,)

Mungkin kamu sedikit merasa aneh dengan penamaan kelelawar ini yang terkesan berlebihan. Namun, memang benar adanya bahwa kelelawar ini memiliki kepala besar  kotak yang berbentuk seperti palu, lho. Nama ilmiahnya Hypsignathus monstrosus menjelaskan hal yang sama. Hpysignathus berasal dari bahasa Yunani yang berarti rahang tinggi, sementara monstrosus berasal dari bahasa Latin yang berarti mengerikan.

Menariknya lagi, bentuk kepala palu ini ternyata hanya dijumpai pada kelelawar jantan saja, lho. Sedangkan kelelawar betina memiliki kepala ramping yang mirip rubah seperti kebanyakan kelelawar lainnya. Perbedaan ini menunjukkan sebuah fungsi spesifik yang hanya dilakukan oleh kelelawar jantan yang akan kita bahas lebih lanjut.

3. Spesies kelelawar terbesar di Afrika

Awetan spesimen dari kelelawar kepala palu di Naturalis Biodiversity Center (commons.wikimedia.org/Naturalis Biodiversity Center)

Bukan kepalanya saja yang punya penampilan cukup mengerikan. Ukuran tubuh kelelawar ini juga tidak bisa diremehkan. Kelelawar kepala palu ini termasuk ke dalam jenis kelelawar besar (megabat) dan menjadi spesies kelelawar terbesar yang ada di Afrika, lho.

Dilansir ThoughtCo, panjang tubuh kelelawar dewasa bisa mencapai 28,5 cm dengan rentang sayap sekitar 68,8 hingga 97 cm. Berat tubuhnya berkisar antara 225 ‒ 451 gram pada jantan, sementara berat betina sekitar 218 ‒ 377 gram. Warna tubuhnya sendiri mirip seperti kebanyakan spesies kelelawar lain yang umumnya berwarna cokelat. Tubuh, telinga, dan sayap kelelawar kepala palu didominasi dengan warna cokelat keabu-abuan dengan jumbai bulu putih di pangkal telinga.

4. Penampilannya memang mengerikan, tapi perilakunya justru sebaliknya

Kelelawar kepala palu (Hypsignathus monstrosus) (inaturalist.org/Tony King)

Penampilan boleh saja mengerikan, tapi perilaku asli kelelawar ini justru sebaliknya. Banyak orang mengira kelelawar kepala palu adalah spesies agresif yang suka menyerang manusia. Padahal kenyataannya kelelawar ini termasuk spesies yang cukup jinak, lho. Asalkan kita tidak menganggu dan mengancam keberadaannya, kelelawar ini tidak akan dengan mudah menyerang manusia.

Kelelawar kepala palu juga bukan kelelawar karnivora, apalagi penghisap darah. Dilansir ThoughtCo, kelelawar ini adalah spesies pemakan buah (frugivora) yang gemar sekali memakan buah ara. Namun, menu makannya tidak berhenti pada buah ara saja, mereka juga suka mengonsumsi pisang, mangga, dan jambu.

5. Berkembang biak dengan sistem perkawinan lek yang unik

Kelelawar kepala palu umumnya melakukan masa reproduksi pada musim kemarau, meskipun beberapa populasinya bisa bereproduksi sepanjang tahun. Kelelawar ini memiliki sistem perkawinan unik yang dikenal dengan istilah perkawinan lek (lek mating).

Dilansir LiveScience, dalam sistem perkawinan lek ini, para pejantan akan berkumpul dalam sebuah kelompok yang berjumlah hingga 150 anggota. Mereka berkumpul bukan tanpa alasan, melainkan untuk melakukan ritual kawin seperti gerakan mengepakkan sayap dan mengeluarkan suara dengusan keras untuk menarik perhatian betina. Itulah sebabnya bentuk kepala palu ini hanya dimiliki oleh jantan. Bentuk kepala memanjang dan berbentuk kotak ini berperan untuk memperkuat suara panggilan karena memiliki ruang resonansi yang lebih besar.

Ketika para pejantan sibuk berlomba-lomba menarik perhatian, kelelawar betina akan terbang mengelilingi kelompok pejantan untuk menilai calon pasangan mereka. Betina akan mendarat di dekat kelelawar jantan yang mereka pilih dan proses perkawinan pun akan terjadi.

Itulah lima fakta menarik kelelawar kepala palu, spesies unik yang hanya bisa ditemukan di Afrika. Dari kelelawar ini, kita belajar bahwa penampilan mengerikan belum tentu mencerminkan sifat aslinya. Justru, di balik bentuk kepala yang tak biasa ini, tersimpan fungsi penting dalam proses reproduksi yang membantu kelangsungan hidup spesiesnya. Semoga artikel ini bisa semakin menambah wawasan kamu tentang salah satu dari ribuan spesies kelelawar yang ada di dunia. Masih banyak fakta menarik dari ribuan spesies kelelawar lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, jangan pernah bosan untuk terus membaca ya karena ribuan spesies lain akan kita bahas di kesempatan berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team