Kelelawar kepala palu umumnya melakukan masa reproduksi pada musim kemarau, meskipun beberapa populasinya bisa bereproduksi sepanjang tahun. Kelelawar ini memiliki sistem perkawinan unik yang dikenal dengan istilah perkawinan lek (lek mating).
Dilansir LiveScience, dalam sistem perkawinan lek ini, para pejantan akan berkumpul dalam sebuah kelompok yang berjumlah hingga 150 anggota. Mereka berkumpul bukan tanpa alasan, melainkan untuk melakukan ritual kawin seperti gerakan mengepakkan sayap dan mengeluarkan suara dengusan keras untuk menarik perhatian betina. Itulah sebabnya bentuk kepala palu ini hanya dimiliki oleh jantan. Bentuk kepala memanjang dan berbentuk kotak ini berperan untuk memperkuat suara panggilan karena memiliki ruang resonansi yang lebih besar.
Ketika para pejantan sibuk berlomba-lomba menarik perhatian, kelelawar betina akan terbang mengelilingi kelompok pejantan untuk menilai calon pasangan mereka. Betina akan mendarat di dekat kelelawar jantan yang mereka pilih dan proses perkawinan pun akan terjadi.
Itulah lima fakta menarik kelelawar kepala palu, spesies unik yang hanya bisa ditemukan di Afrika. Dari kelelawar ini, kita belajar bahwa penampilan mengerikan belum tentu mencerminkan sifat aslinya. Justru, di balik bentuk kepala yang tak biasa ini, tersimpan fungsi penting dalam proses reproduksi yang membantu kelangsungan hidup spesiesnya. Semoga artikel ini bisa semakin menambah wawasan kamu tentang salah satu dari ribuan spesies kelelawar yang ada di dunia. Masih banyak fakta menarik dari ribuan spesies kelelawar lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, jangan pernah bosan untuk terus membaca ya karena ribuan spesies lain akan kita bahas di kesempatan berikutnya.