Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Kota Valparaíso, Kota Chili yang Penuh Warna di Perbukitan
Valparaíso, Chili (unsplash.com/David Vives)

Valparaíso merupakan kota pelabuhan di pesisir Pasifik Chili yang punya karakter sangat berbeda dari kebanyakan kota besar lainnya. Rumah-rumah warna-warni berdiri mengikuti kontur perbukitan, sementara gang sempit, tangga, mural, dan bangunan bersejarah membuat kotanya terasa seperti galeri terbuka. Keunikan tersebut bukan sekadar daya tarik wisata, sebab kawasan bersejarah Valparaíso telah masuk daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 2003.

Di balik tampilannya yang penuh warna, Valparaíso menyimpan perjalanan sejarah panjang sebagai salah satu pelabuhan terpenting di pesisir Pasifik Amerika Selatan. Kehidupan kota ini juga diperkaya pengaruh berbagai komunitas pendatang, tradisi perkotaan yang khas, hingga kuliner yang mencerminkan karakter masyarakat pelabuhan. Kalau sedang mencari kota dengan cerita kuat di balik setiap sudutnya, yuk kenali lima fakta menarik Valparaíso berikut ini.

1. Berawal dari kota pelabuhan yang berkembang pesat

Valparaíso, Chili (unsplash.com/Martin Woortman)

Asal-usul Valparaíso tidak memiliki satu tanggal pendirian yang benar-benar pasti, tetapi perkembangan Valparaíso sendiri diperkirakan bermula sekitar 1559 ketika para penakluk Spanyol membangun Gereja La Matriz. Peran kota kemudian semakin besar pada awal abad ke-19 ketika kapal-kapal dari Atlantik yang melewati Tanjung Horn menjadikan Valparaíso sebagai salah satu persinggahan penting. Letaknya di pesisir Pasifik membuat kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan internasional yang ramai.

Masa kejayaan tersebut semakin terasa pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ketika Valparaíso menjadi pelabuhan dagang utama di jalur Pasifik Amerika Selatan. UNESCO mencatat kota ini berperan penting dalam perdagangan laut internasional sebelum pembukaan Terusan Panama pada 1914 mengubah jalur pelayaran dunia. Menariknya, perlambatan perkembangan setelah periode tersebut turut membantu mempertahankan sebagian karakter perkotaan dan warisan arsitektur lama Valparaíso.

2. Perbukitan dan ascensor menjadi identitas kota

Valparaíso, Chili (commons.wikimedia.org/Josefinabenoit)

Salah satu ciri paling ikonik Valparaíso adalah permukiman yang memanjat lereng bukit di sekitar kawasan pelabuhan. Kondisi geografis tersebut membuat kota berkembang dalam bentuk yang tidak biasa, dengan jalan berliku, tangga, lorong, serta bangunan yang mengikuti kemiringan tanah. Cerro Alegre dan Cerro Concepción menjadi dua kawasan yang sangat dikenal karena rumah warna-warni, jalan berbatu, galeri seni, dan panorama Teluk Valparaíso.

Untuk menghadapi kontur kota yang curam, Valparaíso mengembangkan sistem ascensor atau kereta kabel bukit yang menjadi bagian penting dari identitasnya. Sistem tersebut mulai digunakan sekitar 1883 untuk menghubungkan kawasan perbukitan dengan area dataran rendah, dan sejumlah ascensor bersejarah masih menjadi bagian dari pengalaman wisata kota. Beberapa di antaranya, seperti Reina Victoria, El Peral, Concepción, dan Artillería, menghubungkan perjalanan menuju kawasan yang dipenuhi mural, galeri, serta titik pandang kota.

3. Budaya seni jalanan hidup berdampingan dengan warisan lama

Valparaíso, Chili (unsplash.com/Sifan Liu)

Valparaiso terkenal sebagai salah satu kota yang memiliki hubungan kuat dengan seni jalanan dan mural. Dinding-dinding bangunan di berbagai kawasan perbukitan menjadi ruang ekspresi seniman sehingga perjalanan menyusuri kota terasa seperti menikmati pameran seni tanpa atap. Di Cerro Bellavista bahkan terdapat Museo a Cielo Abierto yang menghadirkan kumpulan mural sejak 1992, termasuk karya seniman penting seperti Roberto Matta.

Kehidupan budaya tersebut berjalan berdampingan dengan warisan arsitektur dan tradisi kota pelabuhan yang telah berlangsung selama berabad-abad. Pengaruh pendatang dari berbagai negara juga ikut membentuk karakter Valparaíso, terutama di Cerro Alegre dan Cerro Concepción yang banyak dikembangkan oleh imigran Jerman dan Inggris. Perpaduan budaya tersebut terlihat dari arsitektur, ruang publik, galeri, aktivitas seni, hingga suasana jalan yang membuat identitas Valparaíso terasa sangat beragam.

4. Kuliner khasnya mencerminkan karakter kota pelabuhan

chorrillana (commons.wikimedia.org/Josivaldo de Souza)

Sebagai kota pelabuhan, Valparaíso memiliki budaya makan yang dekat dengan hidangan sederhana, mengenyangkan, dan akrab dengan kehidupan masyarakat setempat. Salah satu hidangan yang layak dicoba adalah chorrillana, sajian yang umumnya terdiri dari kentang goreng dengan tambahan daging, bawang, dan telur. Hidangan ini cocok untuk disantap bersama karena porsinya besar dan memiliki karakter makanan rumahan yang kuat.

Selain chorrillana, kawasan Valparaíso juga dikenal dengan berbagai sajian laut yang memanfaatkan hasil perairan pesisir Chili. Pengalaman kuliner di kota ini terasa semakin menarik karena banyak kawasan gastronomi berada dekat lingkungan bersejarah, sehingga aktivitas makan dapat berpadu dengan eksplorasi budaya. Valparaíso sendiri memiliki kuliner khas, kawasan gastronomi, serta rute makanan dan anggur sebagai bagian dari daya tarik utama Valparaíso.

5. Kota ini pernah memiliki puluhan ascensor

Valparaíso, Chili (commons.wikimedia.org/Pavel Špindler)

Salah satu fakta yang cukup jarang diketahui adalah banyaknya ascensor yang pernah beroperasi di Valparaíso. Dokumen evaluasi UNESCO mencatat bahwa kota ini dahulu memiliki hingga 30 ascensor, yang berfungsi sebagai sarana untuk mengatasi kondisi perbukitan yang curam. Keberadaan sistem tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi transportasi ikut membentuk kehidupan perkotaan Valparaíso sejak era industri.

Kini, ascensor bukan sekadar alat transportasi lama, tetapi juga bagian dari warisan budaya dan sejarah kota. UNESCO menilai infrastruktur transportasi seperti ascensor dan sistem trem listrik sebagai bagian dari elemen yang membantu menjelaskan peran historis Valparaíso dalam perkembangan kota pelabuhan modern. Fakta ini membuat perjalanan menaiki ascensor terasa lebih bermakna karena di balik perjalanan singkat tersebut terdapat cerita tentang cara masyarakat beradaptasi dengan bentang alam kotanya.

Valparaíso menunjukkan bahwa karakter sebuah kota gak selalu lahir dari gedung pencakar langit atau kawasan modern, tetapi juga dari sejarah, bentang alam, dan kehidupan masyarakatnya. Perbukitan warna-warni, ascensor bersejarah, mural, budaya multikultural, dan kuliner khas membuat kota ini memiliki identitas yang sulit disamakan dengan tempat lain. Kalau suatu saat berkunjung ke Chili, Valparaíso layak masuk daftar tujuan untuk merasakan langsung kota pelabuhan yang penuh warna dan cerita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article