Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Suara Letusan Gunung Anak Krakatau Bisa Terdengar dari Jauh?

Kenapa Suara Letusan Gunung Anak Krakatau Bisa Terdengar dari Jauh?
gambar gunung berapi yang mengalami erupsi (unsplash.com/Piermanuele Sberni)
  • Warga Bandung mendengar dentuman dan getaran pada 5 September 2026 malam hingga pagi, yang dikaitkan dengan erupsi Anak Krakatau, meski keterkaitannya belum terkonfirmasi.
  • Dentuman erupsi muncul saat magma dan gas bertekanan tinggi keluar dari kawah; gelombang suara lalu merambat efisien melalui atmosfer ke wilayah jauh.
  • Letusan Krakatau 1883 mencapai sekitar 310 desibel dan terdengar hingga Pulau Rodrigues sejauh 4.800 kilometer, sekaligus menewaskan puluhan ribu orang dan menurunkan suhu Bumi 0,6 derajat Celsius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Warga Bandung dan sekitarnya dikagetkan dengan suara dentuman dan getaran yang terdengar pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Suara ini kemudian dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi di hari yang sama. Meski belum ada informasi lebih lanjut yang mengonfirmasi keterkaitan tersebut, tetapi nyatanya ini bukan pertama kali Gunung Anak Krakatau erupsi.

Di masa lalu, Gunung Krakatau juga pernah melakukan hal yang sama. Dilansir Natural History Museum, pada tahun 1883, Gunung Krakatau meletus hebat. Letusan itu menghasilkan suara dentuman yang terdengar hingga jarak yang sangat jauh. Bagaimana itu bisa terjadi? Berikut jawabannya!

  1. 1. Letusan gunung bisa menghasilkan suara yang kuat

    Gunung yang sedang erupsi dan memuntahkan lahar panas
    gambar gunung yang sedang erupsi dan memuntahkan lahar panas (unsplash.com/Shawn Appel)

    Saat sebuah gunung berapi mengalami erupsi, erupsi tersebut bukan hanya menyebabkan gempa vulkanik, tetapi juga dentuman suara yang sangat keras. Dilansir Oregon State University, suara dentuman sendiri berasal dari pelepasan energi secara besar-besaran saat magma naik ke permukaan. Jadi saat magma naik ke permukaan, gas yang terkandung pada magma akan mengembang, dan memberikan tekanan pada batuan di sekitarnya.

    Tekanan yang tinggi memaksa retakan dan saluran magma terbuka lebih lebar agar magma bisa terus bergerak. Ketika magma dan gas berhasil keluar dari kawah, energi yang dihasilkan dari tekanan jadi sangat besar. Saking besarnya hingga menyebabkan suara dentuman keras.

  2. 2. Atmosfer membuat suara dentuman bisa terdengar dari jauh

    Erupsi gunung berapi di lihat dari ISS
    gambar erupsi gunung berapi di lihat dari ISS (nasa.gov)

    Semakin keras sebuah dentuman yang dihasilkan oleh erupsi gunung berapi, maka semakin jauh juga suara itu bisa terdengar. Hal ini terjadi karena dentuman yang dihasilkan akan merambat ke udara dalam bentuk gelombang suara. Dilansir USGS, gelombang suara ini gak hanya berdiam di sebuah wilayah, melainkan bergerak secara efisien di lapisan atmosfer. Nah selama gelombang suara tersebut masih memiliki energi untuk menempuh perjalanan ke sebuah wilayah, maka suara dentuman yang dihasilkan dari letusan gunung berapi masih bisa terdengar di wilayah tersebut.

    Selain gelombang suara, dentuman ini juga menghasilkan gelombang infrasonik. Sama seperti gelombang suara, gelombang infrasonik juga merambat di atmosfer. Namun karena frekuensinya yang rendah, telinga manusia kita gak akan bisa menangkapnya. 

  3. 3. Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 terdengar hingga ribuan kilometer

    Erupsi Gunung Krakatau pada tahun 1883
    gambar erupsi Gunung Krakatau pada tahun 1883 (commons.m.wikimedia.org/Anonymous)

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ini bukan pertama kalinya Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Jika melihat ke belakang, Gunung Krakatau juga pernah mengalami erupsi hebat pada tahun 1883. Berbeda dengan erupsi Anak Krakatau sekarang, erupsi Krakatau di masa lalu sangatlah besar.

    Dilansir Natural History Museum, letusannya bahkan menjadi salah satu letusan gunung berapi paling mematikan dalam sejarah modern. Di mana daya ledak dari letusan tersebut setara dengan bom 200 megaton. Saking dahsyatnya, suaranya bahkan mencapai 310 desibel dan terdengar hingga ke Pulau Rodrigues di Samudra Hindia yang jarak 4.800 kilometer.

    Erupsi Gunung Krakatau memiliki catatan sejarah sangat kelam di masa lalu. Bukan hanya menyebabkan puluhan ribu jiwa melayang, erupsinya juga sanggup menurunkan suhu Bumi sebanyak 0,6 derajat Celsius selama beberapa bulan setelahnya. Makanya gak heran jika erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini juga membuat banyak orang khawatir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More