Bagian luar dari Masjid Yıldız Hamidiye. (commons.wikimedia.org/Dosseman)
Masjid Yıldız Hamidiye pernah menjadi saksi peristiwa sejarah yang sangat menegangkan pada akhir abad ke-19. Tepat pada tanggal 21 Juli 1905, anggota Federasi Revolusioner Armenia mencoba membunuh Sultan Abdul Hamid II di depan masjid ini. Mereka meletakkan bom di dalam sebuah kereta kuda saat upacara kenegaraan sedang berlangsung di sana.
Untungnya sultan selamat dari ledakan maut tersebut karena jadwal beliau yang tiba-tiba tertunda. Sayangnya, bom yang meledak hebat itu tetap memakan korban dengan menewaskan 26 orang dan melukai 58 orang lainnya. Aksi nekat ini kabarnya dipicu oleh kemarahan terhadap kebijakan keras sultan yang menindas kaum minoritas di masa itu.
Masjid Yıldız Hamidiye bukan sekadar tempat ibadah yang indah dengan perpaduan arsitektur yang unik. Di balik kemegahannya, bangunan ini menyimpan kisah politik yang kuat serta sejarah kelam dari masa akhir Kesultanan Ottoman.