Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Eurasian Pygmy Owl, Burung Hantu Terkecil di Eropa

4 min read
5 Fakta Menarik Eurasian Pygmy Owl, Burung Hantu Terkecil di Eropa
burung glaucidium passerinum (commons.wikimedia.org/Tomas Broucek)
  • Eurasian Pygmy-Owl adalah burung hantu terkecil di Eropa, berukuran 15–19 sentimeter, berciri mata kuning, bulu cokelat keabu-abuan berbintik putih, dan tanpa jumbai telinga.
  • Spesies ini hidup di hutan konifer atau campuran yang dewasa, memanfaatkan pohon tua dan rongga batang untuk berlindung, bersarang, beristirahat, serta menyimpan mangsa.
  • Meski mungil, Eurasian Pygmy-Owl memburu pengerat, burung kecil, dan reptil; aktif terutama sekitar fajar serta senja, dan menyimpan hasil buruan sebagai persediaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Eurasian Pygmy-Owl (Glaucidium passerinum) merupakan spesies burung hantu berukuran sangat kecil yang hidup di kawasan Eurasia. Burung ini memiliki mata kuning mencolok, kepala bulat, dan tubuh berwarna cokelat keabu-abuan dengan bintik-bintik putih pada bagian punggung. Meski ukurannya mungil, Eurasian Pygmy-Owl merupakan predator yang mampu memangsa berbagai hewan kecil, termasuk burung lain dan mamalia pengerat.

Spesies ini terutama menghuni hutan konifer dan hutan campuran yang telah tumbuh dewasa, mulai dari kawasan Eropa utara hingga sebagian wilayah Asia. Berbeda dari anggapan bahwa semua burung hantu hanya aktif pada malam hari, Eurasian Pygmy-Owl juga berburu pada siang hari, terutama menjelang matahari terbit dan setelah matahari terbenam. Yuk, kita telusuri lima fakta menarik Eurasian Pygmy-Owl, burung hantu terkecil di Eropa ini!

  1. 1. Merupakan burung hantu terkecil di Eropa

    Burung Glaucidium passerinum
    burung glaucidium passerinum (inaturalist.org/Liam Andrews)

    Eurasian Pygmy-Owl dikenal sebagai spesies burung hantu terkecil di Eropa. Dilansir Birds in Bulgaria, panjang tubuhnya hanya sekitar 15-19 sentimeter, dengan rentang sayap sekitar 32-39 sentimeter. Ukurannya yang mungil membuat burung ini tampak berbeda dari burung hantu berukuran besar yang sering digambarkan dalam berbagai cerita dan ilustrasi.

    Bulu bagian punggungnya berwarna cokelat keabu-abuan dengan bintik-bintik putih, sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna putih dengan garis-garis cokelat. Matanya berwarna kuning, paruhnya berwarna kuning pucat, dan kepalanya tidak memiliki jumbai telinga seperti yang terlihat pada beberapa spesies burung hantu lain. Ciri-ciri tersebut membantu membedakannya dari burung hantu lain yang hidup di habitat serupa.

  2. 2. Menghuni hutan konifer yang telah dewasa

    Burung Glaucidium passerinum
    burung glaucidium passerinum (inaturalist.org/Anaëlle FRANCIA)

    Habitat utama Eurasian Pygmy-Owl adalah hutan konifer, terutama hutan yang didominasi pohon cemara dan fir, serta beberapa kawasan hutan campuran. Mengutip Ornis Fennica, burung ini cenderung memilih hutan yang memiliki struktur beragam, pohon-pohon tua, dan ruang terbuka di sekitarnya untuk berburu. Habitat seperti ini menyediakan tempat berlindung sekaligus sumber makanan yang dibutuhkannya.

    Ketersediaan pohon berlubang juga menjadi faktor penting bagi kehidupan spesies ini. Rongga pada batang pohon dapat digunakan sebagai tempat bersarang, beristirahat, dan menyimpan mangsa. Karena itu, hilangnya pohon tua dan berkurangnya rongga alami akibat perubahan hutan dapat mengurangi kualitas habitat yang tersedia bagi Eurasian Pygmy-Owl.

  3. 3. Mampu memangsa burung dan mamalia kecil

    Burung Glaucidium passerinum
    burung glaucidium passerinum (inaturalist.org/陈思宇)

    Walaupun tubuhnya kecil, Eurasian Pygmy-Owl merupakan predator yang memangsa berbagai hewan bertulang belakang berukuran kecil. Dilansir Animal Diversity Web, makanannya terutama mencakup mamalia pengerat, serta vole dan tikus, serta burung-burung kecil, termasuk burung finch dan tit. Dalam kondisi tertentu, burung ini juga dapat memangsa reptil kecil.

    Eurasian Pygmy-Owl biasanya berburu dari tempat bertengger sebelum menyergap mangsanya, tetapi juga mampu mengejar burung ketika berada di udara. Kakinya relatif besar dan kuat membantunya menangkap mangsa yang ukurannya dapat mendekati ukuran tubuhnya sendiri. Aktivitas berburu sering berlangsung menjelang matahari terbit dan setelah matahari terbenam, meskipun burung ini juga dapat berburu pada siang hari.

  4. 4. Bersarang di rongga pohon bekas burung pelatuk

    Burung Glaucidium passerinum
    burung glaucidium passerinum (inaturalist.org/Anaëlle FRANCIA)

    Eurasian Pygmy-Owl tidak membangun sarang terbuka seperti beberapa jenis burung lainnya. Burung ini biasanya memanfaatkan rongga alami pada pohon atau lubang bekas sarang burung pelatuk, terutama pada pohon yang sesuai dengan kebutuhan perlindungannya. Lokasi sarang umumnya berada beberapa meter di atas permukaan tanah.

    Dilansir Animal Diversity Web, betina biasanya menghasilkan sekitar empat hingga delapan telur dalam satu periode berkembang biak. Selama masa pengeraman yang berlangsung kurang lebih empat minggu, pejantan membantu menyediakan makanan bagi betina. Setelah menetas, anak-anak burung tetap mendapat perawatan induknya sampai mampu meninggalkan sarang dan hidup lebih mandiri.

  5. 5. Menyimpan mangsa sebagai persediaan makanan

    Burung Glaucidium passerinum
    burung glaucidium passerinum (inaturalist.org/Anaëlle FRANCIA)

    Salah satu perilaku paling menarik dari Eurasian Pygmy-Owl adalah kebiasaannya menyimpan mangsa untuk digunakan kemudian. Burung ini dapat menempatkan hewan hasil buruannya di rongga-rongga kecil pada pohon, sehingga makanan tersebut dapat dimanfaatkan ketika mangsa sulit ditemukan. Perilaku ini dikenal sebagai food caching atau penyimpanan makanan.

    Persediaan tersebut sangat berguna ketika musim dingin membawa suhu rendah dan salju membuat sebagian mangsa lebih sulit dijangkau. Penelitian mengenai spesies ini menunjukkan bahwa jumlah dan jenis mangsa yang disimpan dapat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan serta kondisi lingkungan. Kebiasaan tersebut memperlihatkan strategi bertahan hidup yang menarik dari seekor burung hantu berukuran sangat kecil.

    Eurasian Pygmy-Owl membuktikan bahwa ukuran tubuh yang kecil tidak menghalangi seekor predator untuk memiliki kemampuan berburu yang efektif. Habitat hutan konifer, kebiasaan bersarang di rongga pohon, serta kemampuannya menyimpan mangsa menjadi bagian penting dari kehidupannya. Dengan mengenal perilaku dan kebutuhan habitatnya, kita juga dapat memahami pentingnya menjaga hutan dewasa yang menjadi tempat hidup spesies ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More