Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Ibis Puna, Terancam oleh Degradasi Habitat

4 min read
5 Fakta Menarik Ibis Puna, Terancam oleh Degradasi Habitat
ibis puna (commons.wikimedia.org/Thomas Fuhrmann)
  • Ibis puna berbulu cokelat atau hitam berkilau, berparuh panjang melengkung, dan berukuran hingga 61 sentimeter; ciri ini membantunya mengais makanan di lumpur.
  • Burung ini hidup di Peru, Bolivia, Argentina, dan Chile utara, dari pesisir hingga Andes 5.000 mdpl; populasinya 5.000–20.000 individu dan cenderung stabil.
  • Ibis puna bersifat sosial, mencari invertebrata di perairan dangkal, serta menghadapi degradasi habitat akibat pembangunan, alih fungsi lahan, deforestasi, pertambangan, perubahan iklim, dan perburuan telur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Burung ibis dikenal sebagai burung air berukuran kesar yang berkerabat dekat dengan bangau. Tak mau kalah dari kerabatnya tersebut, burung ibis juga dibagi menjadi beberapa spesies, salah satunya ibis puna (Plegadis ridgwayi). Ibis puna bisa dikenali dari beberapa ciri khas, seperti tubuh berukuran besar dan paruh melengkung.

Ibis puna adalah hewan yang kerap beraktivitas di area lembap seperti sungai dan danau. Tubuhnya berwarna kecokelatan, sangat ideal untuk berkamuflase di habitat utamanya. Ia juga cerdas, bahkan memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mampu bekerja sama dengan sesamanya. Penasaran dengan kehidupan dan berbagai fakta menarik ibis puna? Cari tahu di bawah ini.

  1. 1. Bisa dikenali dari paruh melengkung dan bulu cokelat

    ibis puna
    ibis puna (commons.wikimedia.org/Bill Bouton)

    Dilansir Dudley Zoo & Castle, ibis puna adalah burung berukuran besar dengan panjang 56-61 centimeter, bentang sayap 0,8-1 meter, dan bobot maksimal 700 gram. Namun, ukuran bukanlah ciri khas unggas ini. Sebaliknya, ibis puna bisa dengan mudah dikenali dari dua ciri, yaitu warna bulu dan paruhnya. Seluruh tubuh ibis puna berwarna gelap dengan bulu cokelat atau hitam yang mengkilap. Gradasi hijau, merah, dan ungu juga nampak di sayap, badan, sampai kepala. Paruhnya juga unik karena panjang dan melengkung, memudahkan ibis puna untuk mengais makanan di lumpur.

  2. 2. Ibis puna bisa hidup di dataran tinggi dan pegunungan

    ibis puna
    ibis puna (commons.wikimedia.org/Telegro)

    Berdasarkan data dari laman BirdLife DataZone, ibis puna bisa ditemukan di Peru, Bolivia, Argentina, dan sebagian wilayah utara Chile. Populasinya cukup melimpah, yaitu 5000-20,000 individu di alam liar. Untuk saat ini populasi ibis puna cenderung stabil dan ia bukan termasuk spesies yang terancam punah. Ibis puna juga merupakan hewan yang memiliki kemampuan bertahan hidup luar biasa.

    Ia sangat adaptif karena bisa menghuni dataran tinggi, rendah, hingga area artifisial. Burung ini kerap beraktivitas di dataran rendah seperti pinggir pantai atau pesisir. Dataran tinggi seperti Pegunungan Andes yang ketinggiannya mencapai 5000 mdpl juga menjadi rumah bagi ibis puna. Di beberapa kesempatan ibis puna juga nampak di rawa, irigasi, danau, sungai, kolam, area pertanian yang tergenang air, hingga daerah terbengkalai.

  3. 3. Ibis punya mampu bekerja sama dengan sesamanya

    ibis puna
    ibis puna (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

    Meski tak seterkenal gagak atau beo, tapi kecerdasan ibis puna tak bisa diremehkan, lho. Dilansir Exmoor Zoo, ia merupakan hewan dengan jiwa sosial tinggi yang kerap membentuk kelompok. Pada musim kawin unggas ini juga bisa bekerja sama dan bergotong royong ketika membesarkan anak. Dalam hal ini, ibis puna bisa berbagi sarang dengan sesamanya dan membantu menjaga anak burung lain dari berbagai ancaman.

    Ibis puna sejatinya adalah spesies diurnal yang aktif di siang hari. Kesehariannya dihabiskan dengan terbang, bertengger di pepohonan, atau mencari makanan di perairan dangkal. Seperti spesies lain dari genus Plegadis, ibis puna kerap berjemur di bawah sinar matahari. Setelah berjemur biasanya ibis puna akan melakukan preening, yaitu kegiatan membersihkan dan merawat bulu menggunakan paruh.

  4. 4. Makanan utama ibis puna adalah invertebrata

    ibis puna
    ibis puna (commons.wikimedia.org/Rob de Ruiter)

    Laman Avibase menjelaskan bahwa makanan utama ibis puna adalah invertebrata. Jika memungkinan unggas ini juga akan memangsa ikan, amfibi, atau hewan kecil lain. Ibis puna umumnya mencari makanan di perairan dangkal, khususnya pinggir perairan yang agak berlumpur. Ia akan berjalan santai di pinggir perairan sembari mencari mangsa dengan penglihatan. Ketika menemukan mangsa ibis puna akan membuka mulut dan mencengkeram mangsa dengan paruhnya. Karena panjang dan melengkung, paruh ibis puna bisa dengan mudah mengambil mangsa, mencengkeram mangsa, mengais tanah, atau mengeluarkan mangsa dari tempat persembunyiannya.

  5. 5. Ancaman utama ibis puna adalah degradasi habitat

    ibis puna
    ibis puna (commons.wikimedia.org/Thomas Quine)

    Meski tidak terancam punah bukan berarti kehidupan ibis puna aman dari segala ancaman. Dikutip iNaturalist, ancaman utama ibis puna adalah degradasi habitat. Hal tersebut dipicu oleh kegiatan manusia, seperti industrialisasi, pembangunan jalan, perusakan lahan, alih fungsi lahan menjadi area pertanian, hingga deforestasi hutan. Aktivitas lain seperti pertambangan, pembangunan irigasi, dan konstruksi waduk juga menjadi pemicu degradasi habitat. Selain itu, perubahan iklim juga turut mengancam eksistensi ibis puna. Di beberapa daerah telur burung ini juga diburu oleh masyarakat lokal sebagai makanan.

    Berbagai fakta menarik ibis puna mampu mencerminkan kehidupan burung tersebut mulai dari makanan hingga bagaimana ia beraktivitas sehari-hari. Semua fakta tersebut juga membuka mata kita bahwa masih banyak burung unik dan eksostis yang berkeliaran bebas. Memang tidak semua burung eksotis terancam, tapi alangkah baiknya bagi kita untuk menjaga mereka agar populasinya tetap stabil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More