Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Menarik Semut Kayu Merah, Bisa Digunakan untuk Membuat Yogurt
semut kayu merah (commons.wikimedia.org/Richard Bartz)
  • Semut kayu merah (Formica rufa) berukuran 4,5–9 milimeter, bercorak merah-hitam, dan hidup di area berkayu seperti hutan, kebun, serta ladang.
  • Spesies ini memakan honeydew, memburu serangga dan laba-laba, serta pekerja berukuran besar dapat mencari mangsa hingga 100 meter dari sarang.
  • Semut kayu merah memakai resin dan asam format untuk melindungi sarang dari patogen; di Bulgaria dan Turki, semut ini digunakan membantu fermentasi yogurt.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serangga memang merupakan hewan berukuran kecil, namun serangga hidup di sekitar kita, lho. Nah, salah satu serangga yang paling sering berkonflik dan hidup berdampingan dengan manusia adalah semut. Biasanya, hewan yang hidup berkoloni tersebut bisa ditemukan di kebun, taman, hingga di dalam rumah. Spesies semut juga ada banyak dan salah satunya adalah Formica rufa atau semut kayu merah.

Seperti namanya, semut tersebut memiliki tubuh berwarna merah dan sering terlihat di kayu. Penyebarannya sendiri mencakup wilayah Eropa, khususnya di daerah Skandinavia. Semut ini juga sangat unik, bahkan bisa digunakan sebagai bahan baku pembuat makanan. Nah, apa kamu penasaran dengan semut kayu merah? Maka dari itu, mari simak pembahasan berikut.

1. Punya tubuh berwarna merah sepanjang 9 milimeter

semut kayu merah (commons.wikimedia.org/hedera.baltica)

Seperti namanya, semut kayu merah memiliki warna merah yang mencolok di tubuhnya. Nah, warna merah tersebut terlihat di kepala, kaki, dan bagian tengah tubuh. Selain merah, semut ini juga memiliki warna hitam. Dalam hal ini, warna hitamnya nampak di abdomen dan bagian atas tubuh. Soal ukuran, semut ini tak bisa dibilang sebagai semut berukuran besar. Pasalnya, panjangnya hanya sekitar 4.5 hingga 9 milimeter. Soal aspek lain, ia tak jauh berbeda dari semut lain dengan kepala membulat, abdomen besar, dan antena yang panjang.

2. Bisa berburu hingga sejauh 100 meter dari sarang

semut kayu merah (commons.wikimedia.org/Sanja565658)

Secara umum, makanan utama semut ini adalah honeydew. Walau begitu, ia juga bisa menjadi agresif dan tak takut untuk memburu hewan lain yang berukuran lebih besar dari tubuhnya seperti lalat, belalang, kumbang, hingga laba-laba. Lebih lanjut, artikel di jurnal Ecological Entomology menjelaskan kalau semut pekerja berukuran besar bisa berburu lebih jauh dari daripada semut pekerja berukuran kecil. Tak tanggung-tanggung, bahkan semut ini bisa berburu hingga sejauh 100 meter dari sarang. Gak cuma itu, semut ini juga merupakan pembasmi hama yang efektif, khususnya di kebun dan ladang.

3. Bisa ditemukan di wilayah Eropa

semut kayu merah (commons.wikimedia.org/Scienceman71)

Laman ant keepers menjelaskan kalau semut kayu merah bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah Eropa. Mulai dari wilayah Skandinavia, Iberia, Anatolia, hingga Rusia. Tak cuma di Eropa, bahkan penyebaran semut ini juga sudah menyebar hingga ke Mongolia dan Amerika Utara. Sayangnya, kemungkinan populasi di Amerika Utara merupakan populasi introduksi.

Artinya, semut ini bukan hewan asli Amerika Utara dan bisa memberikan efek buruk terhadap ekosistem di Amerika Utara. Soal habitat, semut kayu merah sangat mudah ditemukan di area berkayu seperti ladang, kebun, dan hutan. Biasanya, ia terlihat berkelana di semak-semak, memanjat pohon, atau di atas tanah. Populasinya juga melimpah, jadi kamu gak akan kesulitan menemukan hewan ini di habitatnya.

4. Memanfaatkan resin untuk membangun sarang

semut kayu merah (commons.wikimedia.org/Richard Bartz)

Dilansir iNaturalist, semut kayu merah sering mengambil resin dari pohon konifer. Nantinya, resin tersebut bisa digunakan semut ini untuk membuat sarangnya lebih kuat, tahan akan serangan mikroba yang berbahaya, dan tahan akan serangan jamur. Tak hanya sekadar mengoleskan resin di sarang, semut ini juga akan mencampurkan resin tersebut dengan zat asam format yang terkandung pada bisanya.

Nah, percampuran tersebut akan membuat sarangnya aman dari berbagai patogen berbahaya. Tentunya, semua usaha tersebut dilakukan agar koloninya tetap sehat dan tiap semut bisa hidup tenang tanpa ancaman yang berarti. Pasalnya, semut kayu merah merupakan spesies semut yang cukup rentan akan jamur, mikroba, penyakit berbahaya, dan serangan predator.

5. Digunakan dalam proses pembuatan yogurt

semut kayu merah (commons.wikimedia.org/Jan Czeczotka)

Artikel di jurnal iScience dan laman the Guardian menjelaskan kalau semut kayu merah bisa digunakan sebagai bahan baku pembuat yogurt, khususnya di Bulgaria dan Turki. Secara spesifik, beberapa ekor semut akan dicampurkan ke dalam susu hangat dan akan dibiarkan hingga susu mengalami proses fermentasi. Peneliatan mengungkap kalau asam format yang ada di semut membantu proses pembuatan yogurt. Jadi, pembuatan yogurt bisa berlangsung lebih cepat, optimal, dan rasa yogurt juga makin otentik.

Di saat semut lain dianggap mengganggu dan sering menggigit manusia, semut kayu merah justru sebaliknya. Dalam hal ini, ia merupakan semut yang berguna bagi manusia dan memiliki berbagai keunikan. Nah, keunikan-keunikan tersebut tercermin dari berbagai aspek, mulai dari kehidupan, kemampuan, dan gaya hidupnya. Maka dari itu, kamu gak boleh meremehkan semut kayu merah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article