Referensi
Animals Around The Globe. Diakses pada Agustus 2026. Orangutan Moms Build a New Nest Every Night
Greenpeace. Diakses pada Agustus 2026. 8 Fun Facts About Orangutans, Because Every Day Should be World Orangutan Day
National Geographic. Diakses pada Agustus 2026. How Orangutan Engineers Build Safe and Comfy Treetop Beds
van Casteren, A., Sellers, W. I., Thorpe, S. K. S., Coward, S., Crompton, R. H., Myatt, J. P., & Ennos, A. R. (2012). Nest-building orangutans demonstrate engineering know-how to produce safe, comfortable beds. Proceedings of the National Academy of Sciences, 109(18), 6873–6877. https://doi.org/10.1073/pnas.1200902109
Mengapa Orangutan Membuat Sarang Baru Setiap Hari?

- Orangutan membuat sarang baru sebagai tempat tidur nyaman di atas pohon, dengan cabang kuat, ranting lentur, serta tambahan daun yang dapat berfungsi seperti selimut atau atap.
- Sarang baru membantu menghindari dampak hujan, kelembapan, dan organisme kecil termasuk parasit eksternal, sekaligus mendukung keamanan serta kenyamanan induk yang tidur bersama anaknya.
- Sarang di ketinggian mengurangi risiko predator dan menghadapi cuaca; pembuatannya hanya sekitar 10–15 menit, sementara sarang siang yang lebih sederhana dipakai untuk beristirahat.
Kalau melihat orangutan di alam liar, mungkin ada satu kebiasaan yang cukup menarik perhatian: hewan ini hampir selalu membuat sarang baru untuk tidur setiap malam. Padahal, sarang yang mereka buat bukan sekadar tumpukan ranting dan daun. Orangutan menyusunnya sedemikian rupa hingga menyerupai tempat tidur yang nyaman di atas pohon.
Kebiasaan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan. Mengapa orangutan tidak menggunakan sarang yang sama berulang kali? Bukankah membuat sarang baru setiap hari membutuhkan tenaga?
Ternyata, kebiasaan membuat sarang baru justru merupakan salah satu bentuk adaptasi orangutan terhadap kehidupan di hutan hujan. Sarang membantu mereka mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman sekaligus memberikan perlindungan dari berbagai kondisi lingkungan.
1. Sarang orangutan berfungsi sebagai tempat tidur
Berbeda dengan burung yang membuat sarang terutama untuk bertelur dan membesarkan anak, orangutan membuat sarang sebagai tempat beristirahat dan tidur. Orangutan menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Tidur dengan duduk atau bertumpu pada satu dahan tentu tidak senyaman berbaring di permukaan yang lebih lebar. Karena itu, mereka membuat semacam platform dari ranting yang dapat menopang tubuh.
Orangutan bukan sekadar asal menyusun ranting. Mereka memilih cabang yang cukup kuat sebagai dasar, kemudian menggunakan ranting yang lebih kecil dan lentur untuk membentuk permukaan sarang. Hasilnya menyerupai kasur alami yang memungkinkan orangutan berbaring dengan lebih nyaman selama tidur.
Menariknya, beberapa orangutan juga menambahkan bagian lain pada sarang, seperti ranting berdaun yang berfungsi menyerupai selimut atau atap. Artinya, mereka dapat menyesuaikan konstruksi sarang dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan.
2. Sarang baru membantu menjaga kebersihan
Alasan lainnya berkaitan dengan kebersihan. Sarang yang sudah digunakan dapat mengalami perubahan setelah terkena hujan, kelembapan, dan berbagai organisme yang hidup di lingkungan hutan. Membuat sarang baru setiap malam membuat orangutan tidak harus terus-menerus tidur di tempat yang sama. Kebiasaan ini juga dapat mengurangi paparan terhadap organisme kecil yang berpotensi mengganggu, termasuk parasit eksternal.
Hal tersebut menjadi semakin penting bagi induk orangutan yang tidur bersama anaknya. Anak orangutan dapat bergantung pada induknya selama bertahun-tahun sehingga tempat tidur yang aman dan nyaman menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.
Namun, alasan kebersihan bukan berarti satu-satunya penyebab orangutan membuat sarang baru. Perilaku ini kemungkinan merupakan hasil dari berbagai keuntungan yang saling berkaitan, mulai dari kenyamanan hingga keamanan.
3. Tidur di atas pohon membuat orangutan lebih aman

Potret orangutan di atas pohon (pexels.com/kevin yung) Kehidupan di atas kanopi hutan juga memiliki tantangan tersendiri. Orangutan perlu memilih lokasi yang tepat agar bisa beristirahat tanpa terlalu banyak risiko.
Sarang biasanya dibuat di ketinggian tertentu dari permukaan tanah, pada cabang-cabang pohon yang mampu menopang berat tubuhnya. Berada jauh dari tanah dapat membantu orangutan mengurangi risiko bertemu dengan sejumlah predator yang aktif di permukaan hutan.
Pemilihan pohon pun tidak dilakukan secara sembarangan. Orangutan harus mempertimbangkan kekuatan cabang dan posisi sarang sebelum mulai menyusunnya. Sarang yang kokoh juga membantu mereka menghadapi angin dan hujan yang sering terjadi di habitat hutan hujan tropis.
4. Sarang bisa dibuat hanya dalam waktu singkat
Membayangkan proses membuat tempat tidur dari ranting mungkin terdengar melelahkan. Namun, orangutan ternyata cukup cepat dalam membangunnya.
Proses pembuatan sarang malam dapat berlangsung sekitar 10–15 menit. Mereka memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, seperti ranting dan daun, sehingga tidak perlu membawa material dari tempat yang jauh.
Orangutan juga tidak harus membangun sarang dengan bentuk yang benar-benar sama setiap saat. Struktur sarang dapat disesuaikan dengan lokasi, jenis pohon, bahan yang tersedia, dan kebutuhan individu. Karena membuat sarang merupakan bagian dari rutinitas harian, kemampuan ini menjadi keterampilan yang sangat efisien bagi mereka.
5. Orangutan bahkan membuat sarang untuk istirahat di siang hari
Jangan membayangkan orangutan hanya membuat satu sarang menjelang malam lalu menggunakannya sampai pagi. Mereka juga dapat membuat “sarang siang” atau day nest untuk beristirahat sebentar.
Sarang siang biasanya lebih sederhana karena tidak perlu digunakan selama satu malam penuh. Orangutan dapat membangunnya ketika ingin berhenti beraktivitas, beristirahat, atau berlindung dari kondisi lingkungan tertentu.
Jumlah dan penggunaan sarang ini juga dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Artinya, aktivitas membuat sarang sebenarnya cukup fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan orangutan pada hari tersebut.
Pada akhirnya, kebiasaan orangutan membuat sarang baru hampir setiap malam bukanlah sesuatu yang sia-sia. Sarang memberikan tempat tidur yang nyaman, membantu mengurangi paparan terhadap organisme pengganggu, sekaligus memberikan perlindungan ketika mereka beristirahat di atas pohon. Menariknya, semua itu dilakukan dengan cara yang relatif efisien. Orangutan tidak perlu membangun struktur yang rumit atau menghabiskan waktu berjam-jam. Dengan menggunakan ranting dan daun di sekitarnya, mereka dapat menciptakan tempat tidur yang sesuai dengan kebutuhan dalam waktu singkat.















![[QUIZ] Perbedaan Kucing Anggora dan Persia, Bisa Mengenalinya?](https://image.idntimes.com/post/20241114/kuis-perbedaan-kucing-anggora-dan-persia-bisa-mengenalinya-2-437e81de7c6c22941735e6424fe7785b.jpg)

![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Tingkat SD, Bisa Jawab Berapa?](https://image.idntimes.com/post/20250122/tes-pengetahuan-sejarah-indonesia-seberapa-tahu-kamu-d58936188f9a2c05663912e802e0d372.jpg)


