Kalo bicara tentang burung merak, kebanyakan orang mungkin bakal langsung membayangkan burung cantik Asia dengan ekor kipasnya yang berwarna-warni. Padahal, keluarga merak juga memiliki satu anggota yang hidup jauh di benua Afrika, yaitu merak Kongo (Afropavo congensis). Sejarah penemuan burun ini juga terbilang unik, lho. Meski tidak memiliki ekor semegah kerabatnya di Asia, merak Kongo menyimpan banyak keunikan yang membuatnya berbeda dari spesies merak lainnya. Penasaran kan? Yuk, langsung saja kenalan dengannya lewat lima fakta menarik merak Kongo berikut ini!
5 Fakta Merak Kongo, Punya Sejarah Penemuan yang Sangat Unik!

1. Satu-satunya spesies merak yang berasal dari Afrika
Merak Kongo jadi satu-satunya spesies merak yang ditemukan di benua Afrika, lho. Burung ini bahkan ditetapkan sebagai burung nasional Republik Demokratik Kongo. Dilansir Birdlife Datazone, merak Kongo merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di bagian timur Republik Demokratik Kongo.
Habitatnya meliputi hutan Ituri, kawasan Sungai Lomako, Sungai Yekokora, Sungai Lukenie, Sungai Sankuru, hingga Taman Nasional Salonga. Mereka menyukai daerah hutan hujan tropis yang masih lebat dengan kanopi tinggi dan lapisan serasah daun yang tebal sebagai tempat tinggalnya.
2. Tidak memiliki ekor kipas seperti merak pada umumnya
Hal pertama yang membuat merak Kongo mudah dibedakan dari spesies merak lainnya adalah bentuk ekornya. Yap, berbeda dengan merak India maupun merak hijau yang memiliki bulu penutup ekor panjang dan dapat dikembangkan menjadi kipas raksasa, merak Kongo tidak memiliki hiasan ekor yang mencolok. Tampilannya sendiri lebih menyerupai burung pegar dibandingkan merak yang biasa kita kenal.
Warna bulu merak Kongo terlihat lebih sederhana dengan dominasi biru tua, hijau, dan hitam. Merak jantan dan betina dapat dibedakan dari warna bulu dan ukuran tubuhnya. Jantan memiliki bulu berwarna biru tua, hitam, dan sedikit kehijauan di punggungnya. Ia punya ciri khas jambul putih panjang di kepalanya. Panjang tubuhnya sekitar 64-70 cm. Sementara betina memiliki bulu berwarna cokelat dan penggung kehijauan.Betina juga memiliki jambul di kepalanya dengan ukuran yang lebih pendek dan berwarna cokelat. Panjang tubuhnya berkisar antara 60-63 cm.
3. Penemuannya berawal dari sehelai bulu misterius
Merak Kongo memiliki kisah penemuan yang cukup unik. Keberadaannya baru diakui secara ilmiah pada tahun 1936, tetapi kisahnya dimulai jauh sebelumnya. Pada tahun 1913, ahli ornitologi asal Amerika, Dr. James Chapin, menemukan sehelai bulu yang tidak dikenalnya menghiasi topi seorang penduduk lokal di Kongo. Penemuan itu memicu rasa penasarannya selama bertahun-tahun. Setelah lebih dari dua dekade mencari, Chapin akhirnya menemukan spesimen utuh merak kongo di Royal Museum of Central Africa di Tervuren, Belgia. Namun, saat itu spesimen ini masih diidentifikasi sebagai merak India muda. Setelah membandingkan spesimen museum dengan bulu yang ia temukan di Afrika, Chapin menyadari bahwa spesimen tersebut adalah spesies yang berbeda dan termasuk baru. Akhirnya, merak Kongo secara resmi dideskripsikan sebagai spesies baru pada tahun 1936 dan diberi nama ilmiah Afropavo congensis yang berarti merak Afrika dari Kongo.
4. Dikenal sebagai burung yang setia pada pasangannya
Berbeda dengan merak Asia yang suka berpoligami alias satu jantan bisa kawin dengan banyak betina, merak Kongo justru sebaliknya. Dilansir Animalia, spesies merak ini dikenal sebagai spesies monogami. Ia hanya memiliki satu pasangan dan setia seumur hidup, lho.
Musim kawin merak Kongo berlangsung di antara bulan Maret dan November. Selama musim ini, merak jantan akan berusaha menarik perhatian betina dengan cara mengembangkan bulu ekor yang pendek. Setelah proses perkawinan, biasanya merak betina akan bertelur 2-4 butir dan akan mengeraminya selama 26-28 hari. Kedua induk merak Kongo akan bersama sama dalam membesarkan anak mereka. Merak jantan akan selalu tinggal di dekat sarang untuk menjaga keluarganya dari ancaman predator.
5. Burung pemalu yang kini populasinya terus menurun
Merak Kongo dikenal sebagai burung yang sangat pemalu, lho. Ia sangat sulit dijumpai di alam liar. Burung ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di pedalaman hutan yang rapat. Selain itu, ia juga akan segera menghindari ketika mendeteksi keberadaan manusia. Sifat inilah yang membuatnya jarang terlihat sekalipun di habitat aslinya.
Sayangnya, populasi merak Kongo kini terus mengalami penurunan akibat hilangnya habitat karena pembukaan hutan dan pemburuan. Saat ini, merak kongo masuk dalam kategori spesies hampir terancam punah atau Near Threatened. Oleh karena itu, upaya konservasi sangat penting untuk dilakukan agar spesies merak ini tidak semakin terancam keberadaannya di masa depan.
Itulah lima fakta menarik tentang merak Kongo, satu-satunya spesies merak yang berasal dari Afrika. Meski tidak memiliki kipas ekor semegah kerabatnya di Asia, burung ini memiliki banyak keunikan, mulai dari sejarah penemuannya yang tak biasa hingga sifatnya yang setia pada pasangan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu tentang salah satu burung paling unik di benua Afrika ya!