Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Puno, Kota Andes di Tepi Danau Titicaca yang Legendaris

5 Fakta Puno, Kota Andes di Tepi Danau Titicaca yang Legendaris
kota Puno di Peru (commons.wikimedia.org/Diego Delso)
Intinya Sih
  • Puno, kota di selatan Peru yang berada di ketinggian sekitar 3.800 meter, dikenal sebagai gerbang menuju Danau Titicaca dan menawarkan panorama pegunungan Andes yang memukau.
  • Kota ini dijuluki ibu kota folklor Peru berkat festival Virgen de la Candelaria yang diakui UNESCO, menampilkan perpaduan tradisi Katolik dan budaya Andes kuno.
  • Daya tarik unik Puno termasuk pulau terapung Uros dari tanaman totora serta warisan arsitektur kolonial Spanyol yang memperkaya identitas budaya kota tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Terletak di dataran tinggi selatan Peru, Puno adalah kota yang berdiri megah di tepi Danau Titicaca. Ketinggiannya yang mencapai sekitar 3.800 meter di atas permukaan laut membuat udara di sini terasa tipis dan sejuk sepanjang tahun. Meski begitu, panorama pegunungan Andes dan hamparan danau biru luas menjadikan kota ini destinasi yang memikat.

Puno sering dijuluki sebagai ibu kota folklor Peru karena kekayaan tradisi dan budayanya. Kota ini menjadi titik temu warisan budaya Aymara dan Quechua yang masih hidup hingga kini. Berikut 5 fakta menarik kota Andes di tepi Danau Titicaca yang legendaris ini.

1. Terletak di tepi danau titicaca

Kota Puno di Peru
kota Puno di Peru (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Puno dikenal sebagai gerbang utama menuju Danau Titicaca, danau air tawar terbesar di Amerika Selatan berdasarkan volume. Dilansir Peru Travel, danau ini juga sering disebut sebagai danau tertinggi di dunia yang dapat dilayari secara komersial. Keberadaannya memberi Puno peran penting dalam pariwisata dan budaya kawasan Andes.

Danau Titicaca memiliki makna spiritual bagi masyarakat setempat sejak zaman pra-Inca. Banyak legenda menyebut danau ini sebagai tempat kelahiran peradaban Inca. Hingga kini, nilai historis dan mitologis tersebut masih menjadi bagian penting identitas Puno.

2. Dijuluki ibu kota folklor Peru

Festival Virgen de la Candelaria
festival virgen de la candelaria (commons.wikimedia.org/QM Keen)

Puno terkenal karena festival budaya yang spektakuler, terutama perayaan Virgen de la Candelaria. Festival ini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO karena kekayaan tarian, musik, dan kostumnya. Ribuan penari dan musisi memadati jalanan kota setiap tahunnya.

Dilansir gob.pe, perayaan ini memadukan unsur Katolik dengan tradisi Andes kuno. Musik tiup dan drum khas pegunungan Andes menciptakan suasana yang meriah dan sakral sekaligus. Identitas folklor yang kuat inilah yang membuat Puno dikenal luas di Peru.

3. Rumah bagi pulau terapung uros

Pulau Terapung Uros
pulau terapung uros (commons.wikimedia.org/Pavel Špindler)

Salah satu daya tarik unik Puno adalah Kepulauan Uros yang terletak di Danau Titicaca. Britannica menyebutkan bahwa pulau-pulau ini dibuat dari tanaman totora yang disusun dan dirawat secara berkala oleh penduduk setempat. Tradisi membangun pulau terapung ini telah berlangsung selama berabad-abad.

Masyarakat Uros hidup dari perikanan, kerajinan tangan, dan pariwisata. Mereka mempertahankan gaya hidup tradisional meski kini terbuka terhadap kunjungan wisatawan. Keberadaan pulau terapung ini menjadi simbol kreativitas dan adaptasi manusia terhadap lingkungan ekstrem.

4. Berada di ketinggian ekstrem

Kota Puno di Peru
kota Puno di Peru (commons.wikimedia.org/Draceane)

Dengan ketinggian sekitar 3.800 meter, Puno termasuk salah satu kota besar tertinggi di Peru. Dilansir WorldAtlas, kondisi ini membuat banyak wisatawan mengalami gejala ringan penyakit ketinggian saat pertama tiba. Namun, pemandangan yang ditawarkan sebanding dengan tantangan tersebut.

Iklimnya cenderung dingin, terutama pada malam hari, dengan perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam. Adaptasi terhadap ketinggian telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal. Lingkungan ini membentuk karakter budaya dan aktivitas ekonomi warga Puno.

5. Memiliki warisan sejarah kolonial

Katedral Puno
katedral Puno (commons.wikimedia.org/Murray Foubister)

Selain budaya pribumi, Puno juga memiliki peninggalan arsitektur kolonial Spanyol. Dilansir Lonely Planet, katedral Puno yang berdiri di pusat kota merupakan contoh arsitektur barok Andes yang khas. Bangunan ini menjadi salah satu ikon sejarah kota.

Pengaruh kolonial berpadu dengan budaya lokal dalam berbagai aspek kehidupan. Perpaduan tersebut terlihat dalam seni, kuliner, hingga struktur kota. Warisan sejarah yang berlapis membuat Puno memiliki identitas yang kaya dan kompleks.

Puno bukan sekadar kota di dataran tinggi Andes, tetapi juga pusat budaya dan sejarah yang hidup di tepi Danau Titicaca. Keindahan alamnya berpadu dengan tradisi kuno yang masih terjaga hingga kini. Dari festival megah hingga pulau terapung unik, Puno menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa pun yang mengunjunginya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More