Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Sejarah Taksim Square, Alun-alun Terkenal di Istanbul Turki

Taksim Square di Istanbul, Turki
Taksim Square di Istanbul, Turki (pexels.com/Abdurahman Yarichev)
Intinya sih...
  • Taksim Square awalnya pusat distribusi air untuk Kota Istanbul pada abad ke-18, menopang aktivitas rumah tangga, perdagangan, dan pertumbuhan kawasan baru di luar kota lama Istanbul.
  • Pada periode akhir Ottoman, Taksim berkembang menjadi ruang publik yang semakin aktif secara sosial, mencerminkan dinamika sosial Istanbul yang multikultural.
  • Setelah berdirinya Republik Turki pada 1923, Taksim dirancang ulang sebagai ruang representasi identitas negara baru dengan peresmian Monumen Republik (Cumhuriyet Aniti) pada tahun 1928.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mengenal Taksim Square sebagai pusat keramaian Istanbul. Alun-alun kota ini sering dijadikan tempat wisatawan berkumpul dan bernostalgia dengan trem merah, bahkan jadi arena demonstrasi yang kerap berlangsung. Namun jauh sebelum itu, Taksim Square justru lahir dari urusan yang sangat sederhana, yaitu penyediaan air bersih. Sejarah panjang alun-alun ini memperlihatkan bagaimana sebuah ruang kota bisa berubah fungsi, makna, bahkan ideologi, seiring perubahan zaman. Simak fakta sejarah Alun-alun Taksim di Istanbul selengkapnya berikut ini.

1. Awalnya pusat distribusi air untuk Kota Istanbul

Trem merah nostalgia di Taksim Square
Trem merah nostalgia di Taksim Square (pexels.com/Salma Smida)

Dilansir Istanbul Trails, kata Taksim berasal dari Bahasa Arab yang berarti pembagian atau distribusi. Nama ini merujuk langsung pada fungsi awal kawasan tersebut pada awal abad ke-18. Pada 1732, Sultan Mahmud I memerintahkan pembangunan sebuah reservoir batu untuk menampung air dari Hutan Belgrade yang jadi sumber air utama Istanbul. Reservoir yang masih berdiri hingga kini itu, dikenal dengan nama Taksim Maksem.

Pada masanya, Maksem bukan hanya bangunan teknis, melainkan bagian penting dari sistem kehidupan kota. Air yang dibagi di titik ini menopang aktivitas rumah tangga, perdagangan, hingga pertumbuhan kawasan baru di luar kota lama Istanbul. Dari fungsi praktis inilah fondasi ruang publik Taksim mulai terbentuk. Lalu lintas manusia yang mengelola, mengawasi, dan memanfaatkan sistem air perlahan menjadikan kawasan ini lebih hidup.

2. Berubah menjadi ruang sosial pada periode akhir Ottoman

Foto udara Taksim Square
Foto udara Taksim Square (pexels.com/Fatih Turan)

Seiring berjalannya waktu, fungsi teknis Taksim mulai bergeser. Menurut laman Harvard University, pada akhir periode Ottoman, kawasan ini berkembang menjadi ruang publik yang semakin aktif secara sosial. Area terbuka di sekitarnya dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan, lalu lintas sosial, dan aktivitas publik. Berbagai komunitas mulai bersinggungan di ruang yang sama, menjadikan Taksim sebagai cerminan dinamika sosial Istanbul yang multikultural. Sejak fase ini, Taksim mulai bertransformasi sebagai ruang kota.

3. Dirancang ulang saat berdirinya Republik Turki

Monumen Republik di Taksim Square
Monumen Republik di Taksim Square (pexels.com/Eyüpcan Timur)

Perubahan paling simbolik terjadi setelah berdirinya Republik Turki pada 1923. Dilansir lama All About Istanbul, Taksim kemudian dirancang ulang sebagai ruang representasi identitas negara baru. Penanda terpentingnya adalah peresmian Monumen Republik (Cumhuriyet Aniti) pada tahun 1928. Monumen karya pematung Italia Pietro Canonica ini menampilkan Mustafa Kemal Ataturk bersama tokoh-tokoh kunci republik. Kehadirannya mengubah Taksim menjadi panggung ideologi sekuler dan modernitas Turki. Sejak saat itu, Taksim bertransformasi menjadi alun-alun ikon negara.

4. Pernah jadi saksi bisu protes besar-besaran tahun 2013

Keramaian di Taksim Square
Keramaian di Taksim Square (pexels.com/Burak Argun)

Dilansir ArchDaily, memasuki abad ke-21, Taksim kembali menjadi pusat perhatian dunia. Pada tahun 2013, terjadi protes besar-besaran di Gezi Park dalam kawasan Taksim Square. Saat itu, pemerintah berencana untuk membangun kembali Taksim Artillery Barracks. Protest rencana pembangunan barak militer yang akan mengorbankan ruang terbuka hijau di Gezi Park itu menegaskan satu hal, Taksim bukan hanya milik negara, tetapi juga milik warga.

5. Kini berfungsi sebagai ruang hidup pariwisata dengan berbagai lapisan sejarah

Foto udara Taksim Square saat malam
Foto udara Taksim Square saat malam (pexels.com/Kelly)

Di luar konflik politik, Taksim Square kini tetap berfungsi sebagai pusat transportasi, kawasan perhotelan, dan titik temu populer bagi penduduk serta wisatawan. Ia bukan lagi pusat distribusi air, tapi kehadirannya tetap membawa dampak siginifikan bagi warga Istanbul, bahkan negara Turki sendiri. Taksim Square adalah tempat ingatan kolektif, saksi sejarah yang menyimpan lapisan pengalaman dari berbagai generasi.

Dari pusat distribusi air hingga simbol perlawanan warga, Taksim Square membuktikan bahwa ruang kota tak pernah benar-benar diam. Ia terus berubah dan dimaknai ulang. Taksim bukan sekadar alun-alun, melainkan cermin bagaimana sebuah kota berbicara tentang kekuasaan, warga, dan sejarahnya sendiri. Menarik sekali, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Misi Luar Angkasa 2025, Ada dari NASA hingga SpaceX

06 Jan 2026, 19:06 WIBScience