Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Oleander Hawkmoth, Ngengat Tentara si Penjelajah Malam

5 Fakta Oleander Hawkmoth, Ngengat Tentara si Penjelajah Malam
ngengat daphnis nerii (commons.wikimedia.org/Daniel Kruger)
Intinya Sih
  • Oleander Hawkmoth dikenal dengan pola sayap hijau mirip kamuflase tentara yang berfungsi sebagai perlindungan alami dari predator saat beristirahat di siang hari.
  • Ngengat besar ini memiliki bentang sayap hingga 12 sentimeter, mampu terbang cepat seperti burung kolibri, dan aktif mencari nektar pada malam hari.
  • Larvanya hidup di tanaman oleander, sementara individunya dikenal sebagai migran tangguh yang dapat menempuh perjalanan jauh dari Afrika hingga Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di dunia serangga, tidak semua ngengat tampil dengan warna kusam dan sederhana. Oleander Hawkmoth justru dikenal karena pola sayapnya yang mencolok dan artistik, menyerupai motif kamuflase hijau yang rumit. Keindahannya membuat banyak orang sulit percaya bahwa ia adalah serangga nokturnal yang aktif saat malam hari.

Spesies ini berasal dari wilayah tropis dan subtropis Afrika serta Asia, tetapi dikenal sebagai migran tangguh yang mampu menjelajah jauh. Dalam kondisi tertentu, ia bahkan dapat mencapai Eropa bagian selatan dan tengah saat musim panas. Yuk, kita simak 5 fakta menarik ngengat tentara si penjelajah malam ini!

1. Pola sayap mirip kamuflase tentara

Ngengat Daphnis nerii
ngengat daphnis nerii (commons.wikimedia.org/MiremS)

Sayap Oleander Hawkmoth memiliki kombinasi warna hijau zaitun, krem, dan coklat yang tersusun dalam pola kompleks. Sekilas, motif tersebut menyerupai loreng kamuflase yang biasa digunakan dalam dunia militer. Pola ini membantu ngengat berbaur dengan dedaunan saat beristirahat di siang hari.

Dilansir Moths and Butterflies of Europe and North Africa, kamuflase ini bukan sekadar estetika, melainkan strategi bertahan hidup dari predator seperti burung. Saat hinggap di antara daun, tubuhnya hampir tidak terlihat karena menyatu dengan lingkungan sekitar. Adaptasi visual ini menjadi salah satu alasan mengapa ia dijuluki ngengat tentara.

2. Ukuran besar dan terbang cepat

Ngengat Daphnis nerii
ngengat daphnis nerii (commons.wikimedia.org/Kramthenik27)

Oleander Hawkmoth termasuk dalam keluarga Sphingidae, yang dikenal sebagai ngengat berukuran besar dan kuat. Butterflies and Moths of North America menyebutkan bahwa bentang sayapnya dapat mencapai sekitar 8-12 sentimeter, menjadikannya cukup mencolok saat terbang. Tubuhnya aerodinamis dan dirancang untuk kecepatan.

Kemampuan terbangnya sangat stabil dan cepat, bahkan sering disamakan dengan burung kolibri saat mengisap nektar. Ia dapat melayang di depan bunga tanpa harus hinggap, sebuah kemampuan yang jarang dimiliki serangga lain. Gaya terbang ini membuatnya tampak elegan sekaligus tangguh.

3. Aktif di malam hari

Ngengat Daphnis nerii
ngengat daphnis nerii (inaturalist.org/Om Dhuttargaonkar)

Sebagai serangga nokturnal, Oleander Hawkmoth lebih aktif setelah matahari terbenam. Ia menggunakan indra penciuman yang tajam untuk menemukan bunga penghasil nektar. Aktivitas malam hari membantu mengurangi risiko dimangsa predator siang hari.

Meski aktif malam, ia tetap memiliki warna cerah yang mencolok. Dilansir Natural History Museum, hal ini menunjukkan bahwa fungsi utama warna bukan untuk menarik pasangan di siang hari, melainkan untuk perlindungan saat beristirahat. Kombinasi perilaku dan morfologi ini menjadikannya spesies yang unik.

4. Larva yang terkait dengan tanaman oleander

Larva Daphnis nerii
larva daphnis nerii (inaturalist.org/Alfred Daniel J)

Nama oleander berasal dari tanaman inangnya, yaitu Nerium oleander. Dilansir JungleDragon, ulat dari spesies ini sering ditemukan memakan daun tanaman tersebut. Hubungan ini menjadi bagian penting dari siklus hidupnya.

Larvanya berwarna hijau cerah dengan tanda khas menyerupai mata palsu untuk mengelabui predator. Adaptasi ini membuat predator ragu mendekat karena terlihat seperti makhluk yang lebih besar. Strategi pertahanan tersebut meningkatkan peluang bertahan hidup hingga fase dewasa.

5. Migran jarak jauh yang tangguh

Ngengat Daphnis nerii
ngengat daphnis nerii (inaturalist.org/jiangyou)

Oleander Hawkmoth dikenal sebagai salah satu ngengat migran paling kuat di dunia. Ia dapat berpindah dari Afrika Utara menuju Eropa dalam satu musim. Perjalanan panjang ini menunjukkan daya tahan luar biasa untuk ukuran serangga.

Butterflies and Moths of North America menyebutkan bahwa migrasi biasanya dipengaruhi oleh suhu dan ketersediaan tanaman inang. Ketika kondisi mendukung, populasinya dapat meningkat drastis di wilayah yang sebelumnya jarang dikunjungi. Fenomena ini membuatnya sering menjadi kejutan bagi pengamat serangga di berbagai negara.

Oleander Hawkmoth membuktikan bahwa dunia serangga menyimpan keindahan dan kompleksitas yang luar biasa. Dari pola kamuflase menyerupai loreng hingga kemampuan migrasi jarak jauh, setiap detail tubuhnya memiliki fungsi penting. Si ngengat tentara ini bukan hanya penjelajah malam, tetapi juga simbol adaptasi alam yang menakjubkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More