Daftar Taman Nasional Terbaik di Dunia 2026, Ada Gunung Kelimutu NTT

Condé Nast Traveller merilis 17 taman nasional terbaik dunia 2026 dari enam benua, mencakup lanskap gurun, gletser, air terjun, konservasi laut, hingga danau kawah.
Daftar tersebut menonjolkan bentang alam unik, seperti laguna di bukit pasir Lençóis Maranhenses, hutan batu Tsingy de Bemaraha, pilar Zhangjiajie, serta gletser dan gua es Vatnajökull.
Taman Nasional Kelimutu di Ende, NTT, menjadi satu-satunya wakil Indonesia berkat tiga danau kawah berbeda warna; kawasan konservasinya seluas sekitar 5.356,5 hektare.
Keindahan alam di berbagai belahan dunia hadir dalam beragam bentuk. Mulai dari danau dengan warna mencolok, hamparan gurun yang luas, hingga pegunungan yang diselimuti es.
Beberapa kawasan bahkan memiliki bentang alam unik yang sekilas tampak seperti berasal dari planet lain. Keunikan inilah yang membuat taman nasional menjadi destinasi menarik bagi pencinta alam dan wisatawan dari berbagai negara.
Majalah perjalanan Condé Nast Traveller merilis ulasan mengenai 17 taman nasional terbaik di dunia pada 16 September 2026. Daftar tersebut mencakup destinasi dari enam benua dengan karakter alam yang beragam.
Salah satu yang masuk dalam daftar tersebut adalah Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Destinasi ini terkenal dengan fenomena tiga danau kawah berbeda warna di puncak Gunung Kelimutu.
Lantas, taman nasional apa saja yang masuk dalam daftar pilihan tersebut? Berikut rangkumannya!
Table of Content
1. Daftar taman nasional terbaik di dunia 2026
Menurut Condé Nast Traveller, ada 17 taman nasional yang masuk dalam daftar pilihan pada 2026. Destinasi-destinasi ini tersebar di enam benua dan menawarkan pemandangan alam yang beragam. Mulai dari gurun pasir, pegunungan, danau kawah, serta kawasan konservasi laut. Berikut daftar lengkapnya sesuai urutan yang dimuat dalam ulasan tersebut.
1. Taman Nasional Lençóis Maranhenses, Brasil.
2. Taman Nasional Iguazú, Argentina.
3. Taman Nasional Cabo Pulmo, Meksiko.
4. Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat.
5. Taman Nasional Banff, Kanada.
6. Taman Nasional Namib-Naukluft, Namibia.
7. Taman Nasional Tsingy de Bemaraha, Madagaskar.
8. Taman Nasional Serengeti, Tanzania.
9. Taman Nasional Vatnajökull, Islandia.
10. Taman Nasional Las Salinas de Torrevieja, Spanyol.
11. Taman Nasional Plitvice Lakes, Kroasia.
12. Taman Nasional Valley of Flowers, India.
13. Taman Nasional Göreme, Turki.
14. Taman Nasional Kelimutu, Indonesia.
15. Taman Hutan Nasional Zhangjiajie, China.
16. Taman Nasional Fiordland, Selandia Baru.
17. Taman Nasional Uluṟu-Kata Tjuṯa, Australia.
2. Taman nasional dengan lanskap alam seperti planet lain

Potret Taman Nasional Lençóis Maranhenses di Brasil (commons.wikimedia.org/Ceiencarelli) Salah satu hal yang membuat daftar ini menarik adalah keberadaan taman nasional dengan bentang alam yang tidak biasa. Formasi batuan menjulang, bukit pasir berwarna kontras, danau berwarna mencolok, hingga lanskap es menciptakan pemandangan yang sekilas terasa seperti berada di dunia berbeda.
Taman Nasional Lençóis Maranhenses di Brasil, misalnya, memiliki hamparan bukit pasir putih yang diselingi laguna air tawar berwarna biru dan hijau. Pemandangan ini berubah mengikuti musim, terutama ketika air hujan mengisi cekungan di antara bukit pasir.
Sementara itu, Taman Nasional Tsingy de Bemaraha di Madagaskar menawarkan formasi batu kapur bergerigi yang membentuk lanskap menyerupai hutan batu. Di China, Taman Hutan Nasional Zhangjiajie terkenal dengan pilar-pilar batu pasir yang menjulang di antara pepohonan. Ketika kabut menyelimuti kawasan tersebut, formasi batuannya tampak seperti menara yang mengambang.
Keunikan lain dapat ditemukan di Taman Nasional Namib-Naukluft, Namibia, yang memiliki bukit pasir jingga kemerahan di kawasan Gurun Namib. Ada pula Taman Nasional Vatnajökull di Islandia. Memiliki perpaduan gletser, gunung berapi, dan gua es yang membentuk lanskap kontras.
Selain bentang alam tersebut, daftar ini mencakup taman nasional dengan daya tarik lain. Ada Air Terjun Iguazú di Argentina, danau-danau biru kehijauan di Plitvice Lakes, serta pegunungan dan fjord di Fiordland, Selandia Baru. Masing-masing menunjukkan proses alam yang membentuk lanskap unik selama ribuan tahun.
3. Taman Nasional Kelimutu menjadi kebanggaan Indonesia
Taman Nasional Kelimutu menjadi satu-satunya destinasi Indonesia yang masuk dalam daftar 17 taman nasional pilihan Condé Nast Traveller pada 2026. Kawasan ini terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Dikenal luas berkat fenomena tiga danau kawah di puncak Gunung Kelimutu.
Ketiga danau tersebut memiliki warna berbeda dan dapat mengalami perubahan seiring waktu. Fenomena ini menjadi daya tarik utama Kelimutu sekaligus menunjukkan keunikan kondisi geologis kawasan tersebut. Pemandangan danau dari ketinggian juga menjadi alasan banyak wisatawan datang untuk menyaksikan langsung salah satu lanskap khas Flores ini.
Mengutip informasi Balai Taman Nasional Kelimutu, luas kawasan konservasi tersebut mencapai sekitar 5.356,5 hektare. Wilayahnya berbatasan dengan 24 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Ende. Dengan cakupan tersebut, Taman Nasional Kelimutu bukan hanya kawasan wisata alam, melainkan juga bagian penting dari lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Sejarah penetapan kawasan ini sebagai taman nasional berlangsung cukup panjang. Perlindungannya telah dimulai sejak masa kolonial melalui keputusan pada 10 Desember 1930. Keberadaan Danau Kelimutu dengan tiga warna kemudian tercatat dalam penetapan kawasan pada 15 Agustus 1932.
Pada 30 Maret 1982, Gubernur Nusa Tenggara Timur menunjuk kawasan Hutan Sokoria seluas sekitar 5.000 hektare di Ende sebagai hutan wisata dengan nama Taman Wisata Kelimutu. Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 279/KPTS-II/1992 tertanggal 26 Februari 1992, kawasan Cagar Alam Danau Kelimutu dan Taman Wisata Kelimutu diubah fungsinya serta ditunjuk menjadi Taman Nasional Kelimutu.
Penetapan luas kawasan sekitar 5.356,5 hektare kemudian dilakukan pada 1997 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 675/Kpts-II/97. Proses panjang tersebut menjadi bagian dari sejarah pengelolaan dan perlindungan kawasan Kelimutu hingga saat ini.
Masuknya Taman Nasional Kelimutu dalam daftar pilihan dunia 2026 menunjukkan bahwa keunikan alam Indonesia mampu menarik perhatian wisatawan internasional. Tiga danau kawahnya menjadi daya tarik yang membuat Kelimutu layak dikenal lebih luas.





















