Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Fire Whirl, Pusaran Api yang Terbentuk Saat Kebakaran

4 min read
5 Fakta Fire Whirl, Pusaran Api yang Terbentuk Saat Kebakaran
Fire whirl (flickr.com/Oregon Department of Forestry)
  • Fire whirl terbentuk ketika udara panas dari kebakaran naik dan berputar, diperkuat angin serta kondisi lingkungan, lalu membentuk kolom yang membawa api dan asap.
  • Ukuran fire whirl sangat beragam, dari kurang satu meter hingga kemungkinan tiga kilometer; pusaran lebih besar dapat memiliki kecepatan angin lebih dari 50 meter per detik.
  • Pusaran api dapat memperhebat pembakaran, mengangkat bara dan puing, memicu titik api baru, serta berbeda dari tornado meteorologis karena terbentuk langsung oleh panas kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Fire whirl atau pusaran api adalah pusaran udara panas yang terbentuk di sekitar area kebakaran. Udara panas dari api bergerak ke atas sambil berputar dan dapat membawa nyala api, asap, serta benda-benda kecil yang ada di sekitarnya. Fenomena ini bisa terjadi saat kebakaran hutan maupun kebakaran di kawasan perkotaan.

Sekilas, bentuknya mirip tornado karena terlihat seperti kolom api yang berputar. Namun, pusaran ini terbentuk akibat panas dari kebakaran yang membuat udara bergerak naik dan berputar karena pengaruh angin serta kondisi lingkungan. Berikut lima fakta tentang bagaimana pusaran api terbentuk, karakteristiknya, dan bahaya yang dapat ditimbulkan.

  1. 1. Fire whirl terbentuk dari udara panas yang berputar

    Fire whirl
    Fire whirl (commons.wikimedia.org/M.t.lifshits)

    Fire whirl merupakan pusaran udara panas yang terbentuk di atas area kebakaran. Ketika api memanaskan udara, udara tersebut menjadi lebih ringan lalu bergerak naik. Udara dari sekitarnya kemudian bergerak menuju area api untuk menggantikan udara yang naik, sehingga terbentuk aliran udara yang dapat berputar.

    Putaran udara bisa semakin kuat ketika dipengaruhi oleh angin atau bentuk lingkungan di sekitar kebakaran. Tinjauan ilmiah dalam Annual Review of Fluid Mechanics menjelaskan bahwa kedua faktor tersebut berperan dalam pembentukan fire whirl. Ketika putaran semakin kuat, udara panas dapat membentuk kolom yang membawa nyala api dan asap ke atas.

  2. 2. Ukuran pusarannya bisa sangat beragam

    Fire whirl
    Fire whirl (commons.wikimedia.org/Jan van Rooyen)

    Fire whirl tidak selalu berupa pusaran api raksasa seperti yang terlihat dalam rekaman kebakaran. Menurut U.S. Forest Service, diameternya dapat berkisar dari kurang dari satu meter hingga kemungkinan mencapai tiga kilometer. Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa ukuran pusaran yang berbeda dapat memiliki kecepatan angin yang berbeda.

    Pada pusaran berdiameter kurang dari satu meter, kecepatan anginnya tercatat kurang dari 10 meter per detik. Sementara itu, pusaran yang diameternya mungkin mencapai tiga kilometer dapat memiliki kecepatan angin lebih dari 50 meter per detik. Perbedaan ini menunjukkan bahwa fire whirl dapat terbentuk dalam berbagai ukuran dan kekuatan.

  3. 3. Putaran udara dapat membuat api membakar lebih intens

    Fire whirl
    Fire whirl (flickr.com/Oregon Department of Forestry)

    Saat udara berputar dalam fire whirl, panas dari api ikut bergerak di sekitar benda yang mudah terbakar. Eksperimen dalam Proceedings of the Combustion Institute menunjukkan bahwa putaran udara membuat api menyentuh lebih banyak bagian benda tersebut. Akibatnya, benda itu menerima lebih banyak panas dan lebih cepat terbakar.

    Penelitian itu juga menemukan bahwa pusaran yang lebih kuat menghasilkan nyala api lebih tinggi dalam percobaan. Artinya, fire whirl dapat membuat kebakaran semakin intens, bukan sekadar membentuk api yang berputar. Namun, hasil laboratorium tidak berarti semua pusaran api di alam selalu menimbulkan dampak yang sama.

  4. 4. Pusaran api dapat mengangkat asap dan puing

    Ilustrasi api
    Ilustrasi api (unsplash.com/Artur Rekstad)

    Fire whirl dapat mengangkat asap, gas panas, bara, dan puing dari permukaan tanah ke udara. U.S. Forest Service menjelaskan bahwa pusaran api yang besar bisa membawa bara ke area lain di sekitar kebakaran. Bara yang terbawa angin ini dapat memicu titik api baru sehingga kebakaran berpotensi meluas.

    Bahaya fire whirl bukan hanya berasal dari nyala api yang berputar. Pusaran besar juga dapat mengubah arah dan kecepatan pergerakan api serta menimbulkan kerusakan akibat angin. Karena itu, keberadaannya dapat membuat kebakaran lebih sulit dikendalikan dan membahayakan orang di sekitarnya, terutama petugas pemadam.

  5. 5. Fire whirl berbeda dari tornado biasa

    Fire whirl
    Fire whirl (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Northeast Region)

    Meski menyerupai tornado, fire whirl tidak terbentuk dengan cara yang sama seperti tornado meteorologis. Pusaran ini muncul akibat interaksi panas kebakaran dengan aliran udara di sekitarnya. Udara panas bergerak naik, sementara angin dan kondisi lingkungan membantu membentuk kolom yang berputar serta membawa api dan puing.

    Library of Congress menjelaskan bahwa istilah fire whirl, fire devil, dan fire tornado kerap digunakan bergantian, meskipun tidak selalu merujuk pada fenomena yang sama. Fire whirl umumnya terbentuk langsung dari panas api, sedangkan tornado berkaitan dengan sistem badai. Karena itu, sebutan fire tornado belum tentu berarti tornado atmosfer yang sebenarnya.

    Fire whirl memperlihatkan bagaimana panas kebakaran dapat berinteraksi dengan aliran udara hingga menghasilkan pusaran yang membawa api dan material di sekitarnya. Fenomena ini bukan hanya menarik dari sisi ilmu fisika atmosfer dan pembakaran, tetapi juga memiliki risiko nyata dalam peristiwa kebakaran. Memahami proses terbentuk dan karakteristiknya dapat membantu menjelaskan mengapa perilaku api terkadang sulit diprediksi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More