Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Amerika Ketar-Ketir dengan Pengayaan Uranium Iran?

Kenapa Amerika Ketar-Ketir dengan Pengayaan Uranium Iran?
Fasilitas Nuklir Natanz, Iran (commons.wikimedia.org/Hamed Saber)
Intinya Sih
  • Proses pengayaan uranium melibatkan pemisahan isotop U-235 dari U-238 melalui metode difusi gas, sentrifugasi gas, dan teknologi laser untuk menghasilkan bahan bakar nuklir berkualitas tinggi.
  • Iran dilaporkan memiliki 400 kilogram uranium dengan kadar 60 persen U-235 dan ditemukan partikel hingga 83,7 persen, memicu kekhawatiran internasional terkait potensi penyalahgunaan program nuklirnya.
  • Amerika Serikat khawatir karena kemampuan Iran memperkaya uranium mendekati tingkat senjata nuklir 90 persen, meski Iran menegaskan tujuan pengayaan hanya untuk energi dan bukan pembuatan bom.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamu mungkin hanya tahu kalau uranium digunakan untuk membuat bahan bakar reaktor nuklir. Dalam bentuk alaminya, uranium mengandung lebih dari 99,3 persen isotop uranium-238 (U-238), yang membutuhkan miliaran tahun untuk meluruh, dan kurang dari 0,01 persen U-234, menurut penjelasan U.S. Nuclear Regulatory Commission. Namun, untuk mempertahankan reaksi rantai nuklir dan melepaskan energi dalam jumlah signifikan, 0,7 persen U-235 dalam uranium alami itulah yang memegang kendali. Itulah kenapa negara-negara di seluruh dunia—termasuk Iran—memiliki fasilitas pengayaan. Namun, bagaimana cara kerja pengayaan uranium dan apakah Iran seharusnya memiliki kemampuan tersebut? Nah, kenapa Amerika ketar-ketir dengan pengayaan uranium Iran?

Sumber

https://www.iaea.org/newscenter/news/what-is-uranium#:~:text=On%20its%20path%20to%20becoming,is%20depleted%20uranium%20(DU)?

https://world-nuclear.org/nuclear-essentials/how-is-uranium-made-into-nuclear-fuel

https://www.nrc.gov/materials/fuel-cycle-fac/ur-enrichment

1. Bagaimana proses pengayaan uranium?

Bijih uranium diolah menjadi konsentrat
bijih uranium diolah menjadi konsentrat (commons.wikimedia.org/IAEA Imagebank)

Ada dua metode utama yang dapat digunakan dalam mengkonsentrasikan U-235 untuk digunakan sebagai bahan bakar nuklir. Pengayaan difusi gas adalah metode pertama yang digunakan AS dalam skala besar. Metode ini melibatkan penggabungan uranium dengan fluorin untuk menciptakan gas uranium heksafluorida, yang kemudian dilewatkan melalui unit difusi gas. Molekul yang lebih ringan dalam gas membawa atom U-234 dan U-235 dan bergerak lebih cepat daripada molekul yang lebih berat yang membawa atom U-238. Setelah ratusan tahapan, gas tersebut mengandung cukup U-235 dan dapat dipisahkan kembali menjadi fluorin dan U-235.

Saat ini, Amerika Serikat menggunakan proses pengayaan sentrifugasi gas. Proses ini melibatkan pembuatan gas uranium heksafluorida dan memasukkannya ke dalam sentrifugasi gas yang terdiri dari banyak silinder. Saat berputar dengan kecepatan tinggi, molekul yang lebih berat dan membawa U-238 didorong ke tepi luar, memisahkannya dari molekul yang lebih ringan yang membawa U-235 di tengah. Gas yang diperkaya U-235 kemudian diproses secara kimia menjadi bubuk uranium dioksida dan dikompresi untuk membentuk pelet bahan bakar.

Selain itu, proses pengayaan atau pemisahan laser baru sedang dikembangkan. Proses ini menghasilkan cahaya monokromatik untuk mengubah secara kimia molekul pembawa U-238 dalam uranium heksafluorida, memungkinkan U-235 untuk dipisahkan dan ditangkap.

Sumber

https://www.energy.gov/ne/articles/uranium-enrichment-explained

https://world-nuclear.org/information-library/nuclear-fuel-cycle/conversion-enrichment-and-fabrication/uranium-enrichment#:~:text=Global%20Laser%20Enrichment%20(GLE)%2C,see%20Laser%20processes%20section%20below.

2. Pengayaan uranium Iran

Batangan uranium yang sangat diperkaya yang diperoleh dari limbah yang diproses di Pabrik Kompleks Keamanan Nasional Y-12.
Batangan uranium yang sangat diperkaya yang diperoleh dari limbah yang diproses di Pabrik Kompleks Keamanan Nasional Y-12. (commons.wikimedia.org/Choihei)

Uranium dan tenaga nuklir sebenarnya sudah menjadi topik utama dalam berita sejak tahun 1940-an. Namun, perang AS-Israel melawan Iran, membawa uranium dan tenaga nuklir kembali menjadi perbincangan hangat pada awal tahun 2026. AS-Israel mulai melancarkan serangan ke Iran karena Presiden Donald Trump menyebut Iran sebagai "ancaman nyata dari rezim Iran." Ancaman yang dimaksud AS itu termasuk 400 kilogram uranium 60 persen U-235.

Sementara itu, inspektur Badan Energi Atom Internasional melaporkan pada tahun 2023 bahwa mereka menemukan partikel U-235 sebanyak 83,7 persen di Iran. Nah, untuk memahami kenapa hal itu mengkhawatirkan, penting untuk memahami dulu berbagai konsentrasi uranium yang diperkaya dan bagaimana penggunaannya, nih.

Sumber

https://edition.cnn.com/2026/02/28/middleeast/israel-attack-iran-intl-hnk

https://www.csis.org/analysis/operation-epic-fury-and-remnants-irans-nuclear-program

https://www.iaea.org/sites/default/files/documents/gov2023-24.pdf

3. Kenapa Amerika takut dengan pengayaan uranium Iran?

Aksi unjuk rasa Consistency Tea Party Patriots STOP THE IRAN NUCLEAR SWAL di halaman barat Gedung Capitol AS di Washington DC.
Aksi unjuk rasa Consistency Tea Party Patriots STOP THE IRAN NUCLEAR SWAL di halaman barat Gedung Capitol AS di Washington DC. (commons.wikimedia.org/Elvert Barnes)

Hampir semua uranium yang digunakan untuk bahan bakar reaktor nuklir adalah uranium yang diperkaya rendah antara 3 persen dan 5 persen U-235. Mengandung 5 persen hingga 10 persen U-235, uranium yang diperkaya rendah plus sedang dikembangkan untuk meningkatkan kinerja reaktor nuklir air ringan sehingga reaktor tidak perlu diisi ulang sesering mungkin. Selanjutnya, uranium pengayaan rendah dengan kadar tinggi mengandung 5 persen hingga 19,75 persen. Saat ini belum tersedia secara luas, tetapi ditujukan untuk digunakan dalam reaktor canggih yang sedang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi tenaga nuklir.

Terakhir, konsentrasi U-235 sebesar 20 persen atau lebih adalah uranium yang sangat diperkaya dan digunakan untuk menggerakkan beberapa reaktor penelitian. Dengan kemurnian 90 persen, uranium ini digunakan untuk menggerakkan reaktor angkatan laut, senjata nuklir, dan bom (salah satu penggunaan radioaktivitas yang berbahaya pada tingkat ini). Kemampuan Iran untuk memperkaya uranium hingga 83,7 persen dianggap mengkhawatirkan, karena itu berarti, negara tersebut tidak jauh dari mempercepat produksinya untuk menghasilkan U-235 90 persen untuk bahan bakar senjata nuklir. Kemudian, Iran ditakuti karena dianggap bisa menggunakan senjata tersebut untuk menyerang negara lain yang dianggapnya sebagai musuh, seperti Israel dan Amerika Serikat.

Kesimpulannya, Amerika curiga kalau Iran menggunakan uraniumnya bukan hanya untuk tenaga listrik, melainkan untuk membuat senjata nuklir. Meskipun begitu, Iran membantah tuduhan AS dan Barat bahwa mereka sedang membangun bom nuklir. Almarhum Ayatollah Ali Khamenei pernah menegaskan bahwa pengembangan senjata nuklir diharamkan dalam pandangan Iran. Iran memang mengakui tuduhan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa mereka telah memperkaya uranium hingga kemurnian 84 persen, tapi tetap bersikeras kalau tujuan nuklir mereka adalah untuk energi, seperti yang dikutip The Guardian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More