Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Hawfinch, Paruhnya Bisa Menghancurkan Biji Sekeras Batu!

6 Fakta Hawfinch, Paruhnya Bisa Menghancurkan Biji Sekeras Batu!
Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes) (commons.wikimedia.org/Fischer.H)
Intinya Sih
  • Hawfinch tersebar luas dari Eropa hingga Asia Timur dan Afrika Utara, hidup di hutan berdaun lebar serta mampu beradaptasi di taman dan kebun.
  • Burung ini punya paruh besar super kuat yang bisa menghancurkan biji keras seperti ceri, didukung otot tengkorak yang menghasilkan tekanan ekstrem.
  • Hawfinch merupakan satu-satunya spesies dalam genus Coccothraustes, bersifat pemalu, monogami, dan kedua induknya bekerja sama merawat anak hingga mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Burung finch dikenal sebagai kelompok burung dengan adaptasi paruh yang sangat bervariasi, mulai dari pemakan biji, serangga, nektar, dan kaktus. Nah, kali ini kita akan mengenal lebih dekat dengan salah satu spesies finch pemakan biji. Dia adalah hawfinch atau Coccothraustes coccothraustes. Hawfinch ini bukan burung pemakan biji biasa. Burung finch satu ini dikenal dengan paruhnya yang super kuat, lho. Paruhnya ini bisa menghancurkan biji yang terkenal sekeras batu sekalipun seperti biji ceri. Keren banget, kan?

Selain kekuatan paruhnya, hawfinch juga masih menyimpan banyak fakta menarik lain yang masih jarang orang tahu. Nah, biar makin kenal dengan burung satu ini, yuk langsung aja simak enam fakta burung hawfinch di artikel berikut ini!

1. Wilayah persebaran burung hawfinch

Wilayah persebaran burung hawfinch
Wilayah persebaran burung hawfinch (commons.wikimedia.org/IUCN Red List)

Hawfinch adalah burung finch yang memiliki wilayah persebaran cukup luas, mulai dari Eropa hingga Asia Timur. Mereka juga ditemukan di beberapa wilayah Afrika Utara, seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Burung ini umumnya hidup di kawasan hutan, terutama hutan berdaun lebar seperti oak-hornbeam dan hutan campuran yang menyediakan banyak sumber makanan.

Selain di hutan alami, hawfinch juga cukup adaptif dan bisa ditemukan di taman, kebun, hingga area perkebunan seperti kebun ceri dan zaitun. Dalam hal migrasi, burung ini memiliki pola yang bervariasi tergantung wilayahnya. Populasi yang berada di Asia cenderung bermigrasi ke selatan saat musim dingin, sementara di Eropa lebih banyak yang memilih menetap atau hanya bermigrasi sebagian.

2. Ukuran kepala yang besar dan leher tebal menjadi ciri khas yang mudah dikenali

Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes)
Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes) (commons.wikimedia.org/Martin Mecnarowski)

Hawfinch termasuk burung finch berukuran besar jika dibandingkan dengan burung finch lainnya. Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 18 cm dengan rentang sayap sekitar 29 ‒ 33 cm. Berat tubuhnya berkisar antara 48 ‒ 62 gram. Bentuk tubuhnya yang padat dengan kepala besar dan leher tebal menjadi ciri khas hawfinch yang cukup mudah dikenali.

 Warna tubuh hawfinch  memiliki perpaduan warna yang menarik. Kepalanya berwarna jingga, leher abu-abu dengan tenggorokan hitam, serta punggung cokelat tua dan sayap berwarna hitam dengan detail khas. Biasanya, burung jantan memiliki warna yang lebih cerah, sedangkan betina cenderung lebih pucat.

3. Punya paruh super kuat yang mampu menghancurkan biji sekeras batu

Hawfinch punya paruh super kuat untuk  menghancurkan biji keras seperti ceri
Hawfinch punya paruh super kuat untuk menghancurkan biji keras seperti ceri (commons.wikimedia.org/Carlos Delgado)

Ciri paling mencolok dari hawfinch tentu saja ada pada paruhnya yang besar, tebal, dan berbentuk kerucut. Paruh ini bukan hanya sekadar pemanis tampilan, tetapi merupakan alat utamanya untuk bertahan hidup. Dengan paruh tersebut, hawfinch mampu memecahkan biji-bijian keras seperti ceri, plum, hingga zaitun yang sulit dibuka oleh burung lain.

Kekuatan paruhnya didukung oleh otot khusus di sekitar tengkorak yang memungkinkannya bisa menghasilkan tekanan sangat besar. Bahkan, kekuatan tersebut diperkirakan mampu menghancurkan biji dengan tekanan ekstrem yang jarang dimiliki burung lain. Gak kaleng-kaleng, dilansir Woodlandtrust burung ini bisa menghancurkan biji dengan kekuatan hingga 1000 kali berat tubuhnya menggunakan paruhnya yang sangat kuat tersebut. Tak heran jika nama ilmiahnya Coccothraustes coccothraustes memiliki arti “si penghancur biji,” yang benar-benar menggambarkan kemampuan uniknya.

4. Jadi satu-satunya spesies dalam genus Coccothraustes

Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes)
Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes) (commons.wikimedia.org/Mike Pennington)

Berbeda dari kebanyakan burung lain yang memiliki banyak spesies dalam satu genus, hawfinch justru menjadi satu-satunya anggota dalam genus Coccothraustes. Hal ini membuatnya memiliki posisi yang cukup unik dalam klasifikasi ilmiah burung finch. Keunikan ini menunjukkan bahwa hawfinch memiliki jalur evolusi yang berbeda dibanding kerabatnya. Status ini juga membuatnya sering menjadi objek menarik dalam studi burung finch.

5. Perilakunya sangat pemalu dan sulit ditemukan

Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes)
Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes) (commons.wikimedia.org/Marek Cichoń)

Hawfinch dikenal sebagai burung yang sangat pemalu dan sulit diamati di alam liar. Mereka lebih sering menghabiskan waktu di atas kanopi pohon, sehingga jarang terlihat oleh manusia. Perilaku ini membuatnya menjadi salah satu burung yang cukup misterius meskipun ukurannya relatif besar.

Biasanya, hawfinch lebih mudah terlihat saat musim dingin ketika mereka turun ke tanah untuk mencari makan. Di kondisi ini, mereka sering muncul dalam pasangan atau kelompok kecil. Namun, tetap saja mereka akan selalu waspada dan segera terbang menjauh ketika mendengar gangguan sekecil apa pun.

6. Burung monogami yang saling bekerja sama dalam merawat anaknya

Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes)
Hawfinch (Coccothraustes coccothraustes) (commons.wikimedia.org/Assianir)

Hawfinch adalah spesies burung monogami yang hanya memiliki satu pasangan dalam satu masa reproduksi. Dilansir Holkam, musim reproduksi burung ini berlangsung di akhir Maret hingga pertengahan Agustus. Menariknya, kedua induk hawfinch bekerja sama dalam membangun sarang di atas pohon dengan ketinggian hingga sekitar 14 meter.

Dalam satu kali bertelur, hawfinch betina biasanya menghasilkan tiga hingga lima butir telur yang dierami selama 11 ‒ 13 hari. Setelah menetas, kedua induk akan bersama-sama merawat anaknya hingga cukup besar. Anak burung akan meninggalkan sarang setelah sekitar dua minggu dan menjadi mandiri dalam waktu kurang lebih satu bulan.

 Itu dia enam fakta tentang hawfinch yang mungkin belum banyak diketahui. Dari paruh super kuat hingga sifatnya yang pemalu, burung ini benar-benar punya karakter unik yang membedakannya dari burung finch lain. Semoga artikel ini semakin menambah wawasan kamu mengenai dunia burung yang sangat luas. Jadi, jangan pernah bosan untuk membaca ya karena banyak sekali fakta-fakta menarik hewan-hewan lainnya yang perlu kamu tahu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More