Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ikan yang Bisa Hidup di Perarian Kotor, Tahan Limbah

5 Ikan yang Bisa Hidup di Perarian Kotor, Tahan Limbah
killifish (commons.wikimedia.org/TinoStrauss)
Intinya Sih
  • Beberapa ikan seperti sapu-sapu, lele, gupi, sepat, dan killifish mampu hidup di perairan kotor berkat adaptasi luar biasa terhadap lingkungan tercemar.
  • Ikan sapu-sapu dan lele dikenal sebagai spesies invasif karena ketahanannya tinggi, bahkan bisa bertahan di air minim oksigen dan penuh limbah.
  • Killifish menonjol karena mampu menahan zat beracun ekstrem, sementara gupi dan sepat sering ditemukan di selokan kota serta mudah dipelihara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ikan tak hanya hidup di perairan jernih seperti kolam, laut, sungai, danau, atau rawa. Terkadang, hewan air tersebut juga mampu bertahan di perairan yang kotor dan penuh limbah. Kemampuan tersebut membantu ikan untuk bertahan hidup di berbagai habitat dan membuat penyebaran mereka makin luas.

Adapun, beberapa ikan yang bisa hidup di perairan kotor adalah ikan sapu-sapu, killifish, ikan lele, dan ikan nila. Mereka juga memiliki adaptasi yang berbeda untuk bertahan di perairan kotor, bahkan ada yang bisa menahan racun berbahaya, lho. Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut.

1. Ikan sapu-sapu jadi spesies invasif

Ikan sapu-sapu berwarna gelap dengan bintik-bintik kuning terlihat menempel di dasar akuarium dengan sirip lebar terbuka.
ikan sapu-sapu (commons.wikimedia.org/5snake5)

Artikel di jurnal BIODIVERSITAS menjelaskan kalau ikan sapu-sapu bisa hidup di perairan yang kotor hingga tercemar. Maka dari itu, ikan tersebut sering ditemukan di berbagai tempat, mulai dari selokan, sungai, hingga Kali Ciliwung yang terkenal memiliki banyak sampah. Tak hanya itu, ikan sapu-sapu juga bisa bernafas di daratan dan mampu hidup di perairan yang minim oksigen. Karena itu, ikan sapu-sapu menjadi spesies invasif yang merugikan dan berbahaya bagi ekosistem. Ia bisa bertahan hidup dimanapun, entah itu Afrika, Amerika Utara, hingga Asia. Padahal, ikan ini berasal dari Amerika Selatan.

2. Ikan lele kerap ditangkap dan dimakan

Seekor ikan lele berwarna gelap dengan tubuh licin berada di atas permukaan tanah lembap di tepi perairan dangkal.
ikan lele (inaturalist.org/paul_faz)

Ikan lele memiliki dua sisi, yaitu sisi positif dan negatif. Pertama, ia merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Secara spesifik, ikan berkumis tersebut sering dijual, dibudidaya, dan dimakan oleh banyak orang. Harganya juga terjangkau, pemeliharaannya mudah, ukurannya besar, dan dagingnya lezat.

Artikel di jurnal AJTEOH juga menerangkan kalau ikan lele bisa hidup di perairan yang kotor, tercemar, dan penuh limbah. Hal tersebut membuktikan kalau ikan lele memiliki ketahanan tubuh yang sangat tinggi. Sama seperti sapu-sapu, ketahanan tersebut membuat beberapa jenis lele menjadi spesies invasif.

3. Ikan gupi sering ditemukan di perkotaan

Ikan gupi berwarna keperakan dengan sirip transparan berenang di antara tanaman air hijau di dalam akuarium.
ikan gupi (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Dilansir Animalia, ikan dengan nama ilmiah Poecilia reticulata ini berasal dari benua Amerika. Warna ekornya cantik, panjangnya hanya 3-5 centimeter, dan ia memiliki ketahanan tubuh yang sangat kuat. Ikan gupi bisa hidup di berbagai tipe perairan, seprti rawa, sungai, hingga perairan kotor. Di banyak kesempatan, ikan gupi kerap ditemukan di got atau selokan di perkotaan dan pemukiman. Ia juga menghuni perairan keruh dengan pasokan oksigen yang minim. Di perairan kotor, ikan ini bertahan hidup dengan memakan cacing dan larva serangga.

4. Ikan sepat jadi peliharaan

ikan sepat
ikan sepat (commons.wikimedia.org/André Karwath)

Laman iNaturalist menerangkan kalau penyebutan ikan sepat merujuk pada ikan yang berasal dari genus Trichopodus. Ikan sepat juga merupakan ikan labirin yang bisa meghirup oksigen secara langsung dari udara. Maka dari itu, ia mampu bertahan hidup di perairan yang kotor dan tercemar seperti selokan.

Ikan sepat juga punya warna cerah sehingga sangat populer sebagai peliharaan. Pemeliharaannya juga mudah karena kamu tak perlu terlalu memerhatikan kondisi air atau kadar oksigen di akuarium. Spesies ikan cepat juga ada banyak seperti Trichopodus trichopterus dan Trichopodus microlepis.

5. Killifish mampu menahan zat beracun

killifish
killifish (commons.wikimedia.org/Seotaro)

Sama seperti ikan gupi dan sepat, killifish merupakan ikan berukuran kecil dengan panjang maksimal sekitar 15 centimeter. Laman National Geographic juga menjelaskan kalau killifish sudah beradaptasi untuk hidup di perairan yang sangat kotor dan tercemar. Tercatat, ia bisa hidup di perairan yang beracun dan mampu menahan zat beracun yang toksisitasnya 8000 kali di atas batas aman.

Uniknya, hanya beberapa populasi yang mengembangkan ketahanan tersebut. Sementara itu, populasi di tempat lain sangat rentan akan perubahan kondisi air. Selain bisa hidup di sungai yang tercemar, killifish juga sering dijadikan hewan peliharaan. Pasalnya, ikan ini cukup mudah dipelihara dan perawakannya sangat unik. Soal penyebaran, killifish merupakan ikan yang berasal dari Afrika dan Amerika.

Beberapa ikan yang bisa hidup di perairan kotor menjadi bukti kalau ketahanan tubuh hewan tak bisa diremehkan. Ketahanan yang mereka miliki juga tak muncul dengan sendirinya. Justru, hal tersebut merupakan akumulasi dari pengalaman hidup, adaptasi, dan evolusi selama jutaan tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More