- Lalat buah: Pada tahun 1947, muatan lalat buah dimuat ke dalam roket V-2 yang diluncurkan AS untuk menguji efek radiasi di ketinggian. Setelah mencapai ketinggian 109 km hanya dalam waktu sedikit lebih dari 3 menit, kapsul yang membawa lalat tersebut dikeluarkan dan mendarat kembali ke bumi dengan selamat menggunakan parasut, muatannya utuh dan hidup.
- Monyet: Dua tahun setelah peluncuran lalat buah ke luar angkasa. Roket V-2 lainnya yang diluncurkan oleh AS, kali ini dinaiki oleh seekor monyet rhesus bernama Albert II. Ia melakukan perjalanan hingga 130 km, tetapi meninggal saat benturan ketika parasut kapsulnya gagal berfungsi. Banyak kera dan monyet yang kemudian diluncurkan ke luar angkasa oleh AS dan Uni Soviet, namun hanya sepertiga yang selamat.
- Anjing: Musim panas tahun 1951, dua anjing Rusia bernama Tsygan dan Dezik diluncurkan ke luar angkasa untuk melakukan penerbangan sub-orbital anjing pertama, menjadi anjing pertama di luar angkasa. Misi tersebut berhasil, di mana pasangan tersebut adalah organisme tingkat tinggi pertama yang kembali ke bumi dalam keadaan hidup. Anjing paling terkenal di luar angkasa adalah Laika, yang di atas pesawat ruang angkasa Soviet Sputnik 2 menjadi hewan pertama yang mengorbit pada tahun 1957.
- Kera: Pada tahun 1959, seekor kera rhesus betina bernama Able dan seekor monyet tupai bernama Miss Baker adalah monyet pertama yang berhasil menyelesaikan misi. Ditempatkan di bagian ujung kerucut pesawat JUPITER AM-19 milik AS, mereka mencapai kecepatan hingga 10.000 mph selama penerbangan 16 menit dan mengalami keadaan tanpa bobot selama 9 menit. Sayangnya, Able meninggal beberapa hari setelah mendarat, sementara Miss Baker tetap hidup selama 25 tahun berikutnya.
Benarkah Ada Kucing yang Pernah Hidup di Luar Angkasa? Ini Faktanya!

- Para astronom menemukan jejak kimia di planet K2-18b yang menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan di luar tata surya, menggunakan data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb.
- Berbagai hewan seperti lalat buah, monyet, anjing, dan kera pernah dikirim ke luar angkasa untuk meneliti efek penerbangan dan kondisi tanpa gravitasi terhadap makhluk hidup.
- Kucing bernama Felicette menjadi satu-satunya kucing yang pernah terbang ke luar angkasa pada tahun 1963 dalam misi Prancis, setelah menjalani pelatihan intensif sebelum akhirnya kembali dengan selamat.
Kehidupan luar angkasa memang selalu mengundang rasa penasaran. Sudah hal yang biasa jika mendengar manusia terbang ke luar angkasa dengan misi tertentu, tetapi pernahkah kamu mendengar seekor kucing dengan wajah menggemaskan mendarat sempurna di luar angkasa?
Bayangkan, bagaimana seekor kucing melayang di dalam kapsul raksasa? Terdengar seperti di film-film, bukan? Namun, ini bukanlah dongeng yang diambil dari film, melainkan aksi nyata, di mana para astronom membawa kucing bernama Felicette untuk menuntaskan misi di luar angkasa. Penasaran bagaimana jalan ceritanya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
1. Apakah di luar angkasa ada kehidupan?

Para astronom telah menemukan bukti paling jelas hingga saat ini bahwa kehidupan mungkin ada di luar tata surya. Menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb, para peneliti yang dipimpin oleh para astronom di Universitas Cambridge di Inggris telah menemukan jejak kimia dari dua senyawa yang di Bumi hanya diproduksi oleh makhluk hidup.
Para peneliti mengandalkan data yang dikumpulkan oleh teleskop James Webb milik NASA, yang diluncurkan ke luar angkasa pada tahun 2022, dan berada sekitar 1,5 juta kilometer dari bumi.
Mereka memfokuskan perhatian pada satu planet tertentu, K2-18b, karena planet itu telah menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan sebagai kandidat benda luar angkasa dengan kondisi yang mirip dengan bumi. K2-18b terletak di konstelasi bernama Leo, dan sangat jauh dari bumi sehingga sebuah pesawat ruang angkasa pun perlu menempuh perjalanan selama 124 tahun dengan kecepatan cahaya untuk sampai ke sana.
Planet tersebut 8,6 kali lebih berat dari bumi dan 2,6 kali lebih besar. Planet ini juga berada di wilayah yang dikenal sebagai 'Zona Goldilocks' dari mataharinya: yaitu wilayah di sekitar bintang di mana suhu planet, secara teori, dapat mendukung keberadaan air dalam bentuk cair di permukaanya.
Pada tahun 2023, para astromon Cambridge menemukan metana dan karbon dioksida di atmosfer planet tersebut. Itu adalah pertama kalinya molekul berbasis karbon ditemukan di atmosfer planet mana pun di zona layak huni mataharinya - jarak dari matahari di mana suhunya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, sehingga memungkinkan kehidupan untuk bertahan.
Selanjutnya, pada tahun 2011, para ilmuwan NASA mengumumkan bahwa mereka telah menemukan zat kimia yang merupakan komponen DNA pada meteorit yang mendarat di Antartika. Jejak kimia yang mereka temukan tidak mungkin merupakan hasil kontaminasi setelah meteorit mendarat di Bumi. Satu-satunya penjelasan adalah bahwa asteroid dan komet dapat mengandung unsur-unsur kehidupan.
Bukti lain tentang kehidupan di luar angkasa juga ditemukan pada tahun 2023, di mana para astronom menemukan jejak molekul organik dalam gas di sekitar salah satu bulan Saturnus, Enceladus. Kemudian pada pertengahan tahun 2024, para ilmuwan mengidentifikasi lima gas rumah kaca yang menurut mereka akan menjadi tanda-tanda kehidupan di planet lain.
2. Hewan apa saja yang pernah di bawa keluar angkasa?

Hewan-hewan yang biasa kita temui di bumi ternyata memiliki sejarah perjalanan luar angkasa yang lebih panjang daripada manusia. Berikut adalah deretan hewan yang pernah menginjakkan kaki di luar angkasa, antara lain:
3. Eksperimen membawa kucing keluar angkasa

Dilansir BBC Sky Night Magazine, sebanyak 14 kucing dilatih oleh Centre d'Enseignement et de Recherches de Medecine Aeronautique (CERMA) di Prancis sebelum Felicette, kucing liar pertama di luar angkasa, dipilih untuk perjalanan selama 15 menit sejauh 160 km di atas bumi.
Kisah Felicette dimulai pada tahun 1961, ketika Prancis memutuskan untuk melakukan serangkaian misi sendiri, menggunakan kucing sebagai pengganti anjing atau monyet, dengan harapan dapat mengumpulkan data yang memungkinkan mereka untuk meluncurkan astronot sendiri di kemudian hari.
14 kucing tadi menjalani 'pelatihan astronot' untuk menguji reaksi mereka terhadap pengurungan, kucing-kucing kemudian dimasukkan ke dalam wadah kecil untuk jangka waktu lama. Mereka bahkan diputar dalam sentrifugal mensimulasikan gaya G saat lepas landas dan masuk kembali ke atmosfer. Sampai pada akhirnya, enam kucing terpilih untuk melaku ke tahap selanjutnya, termasuk seekor kucing tuxedo yang saat itu hanya dikenal sebagai 'C341'.
Hari peluncuran Felicette jatuh pada tanggal 18 Oktober 1963, tepat setelah pukul 8 pagi waktu setempat, roket Veronique meluncur dari Pusat Uji Kendaraan Khusus Antar Angkatan Darat di tengah Gurun Sahara di Aljazair, membawa kucing bernama Felicette.
Setelah C341 kembali dengan selamat ke bumi, tibalah saatnya bagi Prancis untuk memberi tahu dunia tentang penerbangannya, dan akhirnya pesawat itu pun memiliki nama. Karena tidak memiliki nama resmi, media Prancis memberi julukan kucing luar angkasa itu Felix, diambil dari nama kucing kartun hitam putih yang nakal dari film dan televisi.
Dua bulan setelah mendarat, Felicette di-eutanasia agar para ilmuwan dapat melakukan otopsi untuk melihat bagaimana tubuhnya terpengaruh oleh penerbangan tersebut. Namun, mereka mengakui tidak menemukan informasi apapun yang berguna dari hasil otopsi tersebut. Setelah itu tidak ada lagi kucing yang diterbangkan ke luar angkasa.
Sebagai penutup, Felicette adalah satu-satunya kucing yang pernah menginjakkan kakinya di luar angkasa. Kucing tersebut menjalani pelatihan panjang sebelum akhirnya ikut terbang ke luar angkasa. Tidak hanya kucing, hewan lain seperti anjing, monyet, kera, dan lalat buah pun pernah terbang ke luar angkasa.


















