Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Belibis Polos, Burung Air yang Suka Menggendong Anaknya di Punggung

5 Fakta Belibis Polos, Burung Air yang Suka Menggendong Anaknya di Punggung
Belibis Polos (commons.m.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)
Intinya Sih
  • Belibis polos adalah burung air Asia Tenggara yang aktif di malam hari, mampu bertengger di pohon, dan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem perairan tawar.
  • Spesies ini hidup di lahan basah seperti sawah dan rawa, mencari makan berupa tanaman air hingga hewan kecil, serta sering berkelompok untuk saling melindungi dari bahaya.
  • Populasinya masih stabil dengan status risiko rendah menurut IUCN, namun penyusutan lahan basah akibat pembangunan menjadi ancaman bagi kelestarian habitatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Belibis polos (Dendrocygna javanica) merupakan salah satu spesies burung air yang tersebar luas di wilayah Asia Tenggara. Burung yang sering disebut bebek siul kecil ini memiliki cara beradaptasi yang berbeda untuk bertahan hidup di ekosistem perairan. Di Indonesia, belibis polos sering ditemukan di area persawahan dan rawa-rawa. Kehadirannya berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan tawar.

Berbeda dengan jenis bebek lainnya, belibis polos merupakan hewan nokturnal yang lebih aktif mencari makan pada malam hari. Selain itu, spesies ini memiliki kemampuan untuk bertengger di pohon dan bersarang di lubang batang kayu. Karakter unik ini membedakannya dari kebanyakan burung air yang biasanya hanya bersarang di permukaan tanah. Pelestarian habitat lahan basah menjadi faktor penentu bagi keberlangsungan hidup spesies ini di masa depan.

1. Bentuk fisik dan warna bulu belibis polos

Belibis Polos
Belibis Polos (commons.m.wikimedia.org/Rohit Sharma)

Belibis polos memiliki ukuran tubuh kecil dengan warna cokelat kastanye yang merata dan leher yang cukup panjang. Salah satu ciri utamanya adalah lingkaran kuning hingga oranye di sekitar mata yang terlihat jelas. Burung ini juga memiliki bulu penutup ekor bagian atas berwarna kastanye, yang membedakannya dengan jenis belibis lain yang berukuran lebih besar.

Saat terbang, kepakan sayapnya menghasilkan suara siul yang khas. Burung jantan dan betina memiliki tampilan fisik yang hampir sama. Sementara itu, anak burung memiliki pola bulu hitam dan putih sebagai bentuk perlindungan diri dari pemangsa. Saat sedang terbang lurus, posisi kepala belibis polos cenderung terlihat lebih rendah dibandingkan posisi badannya.

2. Lokasi tempat tinggal belibis polos

Belibis Polos
Belibis Polos (commons.m.wikimedia.org/Rohit Sharma)

Wilayah penyebaran belibis polos meliputi anak benua India hingga Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Burung ini biasanya tinggal di lahan basah dataran rendah yang memiliki banyak tanaman air. Mereka sering berpindah tempat secara lokal untuk mencari wilayah yang persediaan airnya masih mencukupi.

Tempat tinggal utamanya adalah danau air tawar, sawah, serta rawa yang dikelilingi pepohonan. Di beberapa wilayah, belibis polos juga mulai terlihat di lahan basah sekitar area perkotaan. Luasnya wilayah sebaran membuat jumlah populasi burung ini cenderung masih terjaga.

3. Waktu makan dan jenis santapan belibis polos

Belibis Polos
Belibis Polos (commons.m.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Belibis polos mencari makan pada malam hari dengan cara mengais dan menyelam di perairan dangkal. Pola makan ini membuat mereka lebih sering beristirahat pada siang hari. Namun, saat musim kawin tiba, burung ini bisa menjadi lebih aktif di siang hari karena membutuhkan energi tambahan untuk bereproduksi.

Pada siang hari, belibis polos biasanya berkumpul dalam kelompok besar di tepi danau atau sawah. Kebiasaan berkelompok ini membantu mereka untuk saling memberi tanda peringatan jika ada bahaya mendekat. Sumber makanan utamanya terdiri dari tanaman air, biji padi, ikan kecil, katak, serta hewan lunak seperti cacing dan siput.

4. Cara belibis polos membuat sarang dan bertelur

Belibis Polos
Belibis Polos (commons.m.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Belibis polos sering memilih lubang pada batang kayu atau cabang pohon besar sebagai lokasi sarang. Kadang-kadang, mereka juga memanfaatkan bekas sarang burung elang atau bangau. Sarang tersebut akan dilapisi dengan ranting dan rumput kering sebagai tempat meletakkan telur.

Proses berkembang biak biasanya terjadi pada musim hujan karena ketersediaan pakan yang melimpah. Dalam satu musim, induk belibis polos dapat menghasilkan tujuh hingga dua belas butir telur berwarna putih. Masa pengeraman berlangsung selama 22 hingga 24 hari yang dilakukan oleh kedua induk secara bergantian. Setelah menetas, induk sering terlihat membawa anaknya di atas punggung saat berada di air.

5. Kondisi populasi belibis polos saat ini

Belibis Polos
Belibis Polos (commons.m.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Organisasi konservasi dunia, IUCN, memasukkan belibis polos ke dalam kategori risiko rendah atau least concern. Status ini diberikan karena jumlah populasi globalnya yang masih sangat besar, yakni mencapai jutaan ekor di seluruh dunia.

Meskipun populasinya stabil, belibis polos tetap menghadapi tantangan berupa menyusutnya lahan basah akibat alih fungsi lahan menjadi area pertanian intensif dan pembangunan kota. Walaupun bukan merupakan objek buruan utama, menjaga kelestarian habitat alami tetap diperlukan agar keberadaan belibis polos di Indonesia dan Asia Tenggara tidak terancam di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More