Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Ikan Galaxias, Bermigrasi dari Laut ke Air Tawar
ikan galaxias (inaturalist.org/Emily Roberts)
  • Galaxias maculatus termasuk ikan air tawar bersebaran alami luas di Amerika Selatan dan Oseania, hidup pada suhu 10–22°C serta dapat menghuni perairan tenang maupun deras.
  • Spesies amphidromous ini bereproduksi di air tawar, sementara larvanya tumbuh di laut; dewasa sekitar usia satu tahun dan umumnya mati setelah berkembang biak.
  • Anakan galaxias ditangkap sebagai whitebait, sedangkan ikan dewasa tertekan oleh trout invasif, kerusakan habitat, dan aktivitas manusia; Australia serta Selandia Baru menerapkan konservasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nama ikan galaxias (Galaxias maculatus) mungkin terdengar asing di telingamu. Sebab, ikan tersebut punya ukuran yang kecil, tak bisa ditemukan di Indonesia, dan pamornya kalah dari ikan air tawar lain seperti lele dan mujair. Namun, di balik semua hal tersebut ternyata ikan galaxias menyimpan segudang fakta unik, lho.

Contohnya, ia merupakan salah satu ikan air tawar dengan penyebaran terluas di dunia. Meskipun kecil, ikan galaxias juga kerap dipancing dan bisa diolah menjadi hidangan yang lezat. Mau tahu lebih dalam tentang kehidupan dan berbagai fakta unik ikan galaxias? Yuk, simak pembahasan berikut.

1. Salah satu ikan air tawar dengan penyebaran terluas

ikan galaxias (commons.wikimedia.org/Oscar Dove)

Ikan galaxias merupakan salah satu spesies ikan air tawar dengan penyebaran alami terluas di dunia. Dilansir GBIF, ikan ini bisa ditemukan di Amerika Selatan (Kepulauan Falkland, Chile, Patagonia, Argentina) dan Oseania (Australia, Tasmania, Selandia Baru). Ikan galaxias biasanya hidup berkelompok dan menghuni perairan berarus tenang. Namun, terkadang ia juga terlihat hidup menyendiri di perairan berarus deras. Lebih lanjut, suhu perairan optimal untuk kehidupan ikan ini ada di angka 10 hingga 22°C.

2. Ikan galaxias adalah spesies amphidromous

ikan galaxias (commons.wikimedia.org/Shaun Lee)

Artikel di jurnal Fish and Fisheries menjelaskan bahwa ikan galaxias adalah spesies amphidromous, lebih tepatnya masuk ke kategori diadromy. Artinya, ikan galaxias akan bertelur dan bereproduksi di perairan air tawar. Kemudian, larvanya akan bermigrasi dan tumbuh besar di laut. Ikan ini umumya akan mencapai kedewasaan pada usia 1 tahun. Ikan galaxias memiliki siklus reproduksi yang serupa dengan salmon di mana ia akan mati setelah bereproduksi. Namun, terkadang ada kasus di mana ikan ini bisa bereproduksi berkali-kali sebelum akhirnya meregang nyawa.

3. Anakan ikan galaxias diburu untuk dimakan

makanan dari ikan galaxias (commons.wikimedia.org/Andy Li)

Laman Fishes of Australia menerangkan bahwa anakan ikan galaxias sering ditangkap sebagai whitebait. Artinya, para pemancing akan menangkap anakan ikan ini dalam jumlah yang sangat banyak. Saking banyaknya, anakannya akan terkumpul dan memunculkan warna putih atau transparan. Setelah ditangkap anakan ikan galaxias akan diolah menjadi berbagai makanan. Namun, pemerintah Australia memberikan regulasi yang cukup ketat terhadap penangkapan ikan galaxias agar populasinya tetap terjaga.

4. Bersaing dengan spesies invasif untuk bertahan hidup

ikan galaxias (commons.wikimedia.org/Mike Dickison)

Saat mencapai usia dewasa, ikan dengan panjang maksimal 19 centimeter ini sangat suka memakan krustasea, serangga, dan moluska. Namun, laman iNaturalist menerangkan bahwa ikan galaxias harus bersaing dengan ikan trout yang merupakan spesies introduksi dan invasif. Ikan trout tak hanya bersaing untuk mencari makan, tapi ia juga kerap memangsa ikan galaxias karena ukurannya yang lebih kecil. Hal tersebut memberikan dampak buruk karena bisa menggusur populasi ikan galaxias dan mengancam eksistensinya.

5. Upaya konservasi ikan ini sudah dilakukan di banyak daerah

ikan galaxias (commons.wikimedia.org/Shaun Lee)

Ikan galaxias sebenarnya bukan termasuk hewan terancam punah dan populasinya cukup melimpah. Meski begitu, populasinya mulai terancam oleh kerusakan habitat, aktivitas manusia, dan kehadiran spesies invasif. Dilansir Atlas of Living Australia, berbagai daerah seperti Australia dan Selandia Baru sudah melakukan banyak upaya konservasi untuk melindungi kehidupannya. Beberapa di antaranya adalah pembatasan perburuan, upaya restorasi di alam liar, hingga restorasi habitat yang rusak.

Berbagai fakta unik ikan galaxias tersebut mencerminkan seluk-beluk kehidupannya. Di balik ukurannya yang kecil, ikan galaxias juga bisa bertahan hidup di tengah kondisi dunia yang selalu berubah tanpa henti. Hal tersebut menunjukan bahwa ikan galaxias merupakan hewan dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Jadi, ia tak kalah eksotis dari spesies ikan lain yang lebih terkenal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article