- https://volcano.si.edu/gallery/ShowImage.cfm?photo=GVP-00264&
- https://volcano.si.edu/showreport.cfm?doi=10.5479%2Fsi.GVP.SEAN198608-224030
- https://pubs.usgs.gov/of/1997/of97-487/data/OFR97-487.pdf
- https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1464343X19300421
- https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1464343X19302286
- https://www.britannica.com/event/Lake-Nyos-disaster
- https://science.nasa.gov/earth/earth-observatory/lake-nyos-cameroon-86244/
5 Fakta Danau Nyos, Ledakan Gas Vulkanik yang Tewaskan 1.800 Jiwa

- Danau Nyos, danau kawah di kawasan vulkanik Oku, Kamerun, menyimpan karbon dioksida magmatik yang terlarut dan menumpuk di lapisan air terdalam.
- Pada 21 Agustus 1986, pelepasan mendadak karbon dioksida membentuk awan gas yang mengalir ke lembah, menewaskan sedikitnya 1.700 orang serta ribuan ternak.
- Pemicu pasti pelepasan gas belum diketahui; sejak 2001, pipa degassing dipasang untuk mengeluarkan gas terkendali, dan pada 2019 danau dilaporkan hampir bebas karbon dioksida berbahaya.
Danau Nyos merupakan danau kawah di barat laut Kamerun yang berada di kawasan vulkanik Mount Oku. Pada 21 Agustus 1986, pelepasan karbon dioksida dalam jumlah besar dari danau menewaskan sedikitnya 1.700 orang di sekitarnya. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bencana gas alam paling mematikan yang pernah terjadi di sebuah danau.
Bencana ini terjadi tanpa letusan gunung berapi besar yang terlihat di permukaan. Karbon dioksida yang terlarut di lapisan dalam danau tiba tiba keluar dan membentuk awan gas yang bergerak mengikuti lembah di sekitarnya. Berikut lima fakta yang menjelaskan peristiwa mematikan di Danau Nyos.
1. Danau Nyos berada di dalam kawah gunung berapi

Danau Nyos (flickr.com/jbdodane) Menurut U.S. Geological Survey, Danau Nyos menempati sebuah kawah vulkanik yang terbentuk akibat ledakan dahsyat beberapa ratus tahun lalu. Di bawah danau terdapat saluran vulkanik yang menjadi jalur naiknya karbon dioksida dari bagian dalam bumi menuju danau. Gas tersebut kemudian terlarut dalam air dan secara bertahap terkumpul di lapisan bawah danau.
Smithsonian Institution menjelaskan bahwa Danau Nyos merupakan salah satu danau kawah di kawasan vulkanik Oku. Danau tersebut memiliki ukuran sekitar 1,2 kilometer kali 1,9 kilometer dan menjadi lokasi pelepasan gas pada 1986. Sekitar satu kilometer kubik karbon dioksida yang berasal dari sumber magmatik diperkirakan dilepaskan dalam peristiwa tersebut.
2. Gas karbon dioksida terkumpul di dasar danau

Danau Nyos (flickr.com/jbdodane) Karbon dioksida di Danau Nyos tidak langsung keluar ke atmosfer karena sebagian besar terlarut dalam air di bagian yang lebih dalam. Laporan USGS menjelaskan bahwa gas tersebut berasal dari sumber magmatik di bawah danau dan telah terakumulasi dalam air dasar selama waktu yang panjang. Kondisi tersebut membuat lapisan bawah danau menyimpan karbon dioksida dalam jumlah besar.
Air yang mengandung banyak karbon dioksida memiliki kepadatan lebih tinggi sehingga cenderung tetap berada di bagian bawah. Jika kestabilan lapisan air terganggu, air kaya gas dapat bergerak ke atas dan mengalami pelepasan karbon dioksida secara cepat. Mekanisme tersebut dikenal sebagai limnic eruption atau letusan limnik, yaitu pelepasan gas terlarut secara tiba-tiba dari sebuah danau.
3. Bencana 1986 menewaskan lebih dari 1.700 orang

Danau Nyos (flickr.com/jbdodane) Pada malam 21 Agustus 1986, awan karbon dioksida keluar dari Danau Nyos dan bergerak menuju wilayah yang lebih rendah di sekitarnya. Smithsonian Institution mencatat bahwa gas tersebut mengalir mengikuti lembah dan mencapai permukiman di sekitar Nyos serta Cha. Sedikitnya 1.700 orang meninggal akibat paparan gas tersebut, sementara ribuan hewan ternak juga mati.
Karbon dioksida menjadi mematikan karena konsentrasinya yang tinggi menggantikan oksigen di udara. Menurut laporan USGS, orang yang berada di dalam awan gas dengan cepat kehilangan kesadaran dan akhirnya meninggal karena sesak napas. Gas tersebut juga memiliki kepadatan lebih tinggi daripada udara sehingga dapat mengalir ke bagian lembah yang lebih rendah
4. Penyebab pelepasan gas masih memiliki beberapa penjelasan

Danau Nyos (flickr.com/jbdodane) Peristiwa Danau Nyos tidak disebabkan oleh letusan gunung berapi yang menyemburkan material ke udara. Menurut USGS, bukti kimia, isotop, dan geologi menunjukkan karbon dioksida berasal dari sumber magmatik, tetapi tidak ada aktivitas vulkanik langsung yang menjadi penyebab bencana. Mekanisme pasti yang memicu pelepasan gas tersebut belum diketahui.
Smithsonian Institution mencatat beberapa kemungkinan yang pernah dikaitkan dengan peristiwa tersebut. Penjelasan yang diajukan mencakup pembalikan lapisan air danau, ledakan freatik, atau masuknya gas panas ke dalam danau. Dengan demikian, istilah ledakan gas dalam peristiwa Danau Nyos lebih tepat dipahami sebagai pelepasan karbon dioksida dalam jumlah sangat besar dari air danau.
5. Gas di Danau Nyos kemudian dikeluarkan secara terkendali

Danau Nyos (commons.wikimedia.org/Bill Evans) Setelah bencana, para ilmuwan mengembangkan metode untuk mengurangi penumpukan karbon dioksida di dasar Danau Nyos. Menurut penelitian dalam Journal of African Earth Sciences, pelepasan gas secara terkendali dimulai menggunakan pipa pada 2001, lalu dua pipa tambahan dipasang pada 2011. Sistem tersebut mengangkat air kaya gas dari bagian dalam danau ke permukaan.
Penelitian lain mencatat bahwa program ini dikembangkan untuk mengurangi risiko letusan limnik kembali terjadi. Pada 2019, Danau Nyos disebut hampir sepenuhnya terbebas dari karbon dioksida terlarut yang berbahaya. Upaya tersebut menjadi langkah ilmiah untuk mengendalikan risiko gas di dalam danau.
Peristiwa Danau Nyos menunjukkan bahwa sebuah danau dapat menyimpan gas dalam jumlah besar tanpa tanda yang mudah terlihat di permukaan. Karbon dioksida yang berasal dari sumber magmatik dapat terakumulasi di lapisan dalam dan kemudian dilepaskan secara tiba-tiba hingga membentuk awan gas mematikan. Bencana 1986 juga mendorong pengembangan sistem pengeluaran gas secara terkendali untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.
Sumber:



















