5 Fakta Viceregal Lodge, Bekas Rumah Wakil Raja Inggris di India

- Viceregal Lodge dibangun tahun 1880–1888 sebagai kediaman musim panas resmi Wakil Raja Inggris di India, tempat pusat administrasi berpindah dari Delhi ke Shimla saat musim panas.
- Bangunan bergaya arsitektur Jacobethan karya Henry Irwin ini memadukan elemen Renaisans Inggris dan kastel Skotlandia, berdiri di lahan luas dengan interior kayu jati, cedar, dan walnut yang megah.
- Tempat ini menjadi saksi lahirnya India dan Pakistan melalui Konferensi Shimla 1945 serta pertemuan 1947, lalu setelah kemerdekaan beralih fungsi menjadi Rashtrapati Niwas dan markas IIAS.
Shimla adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Himachal Pradesh, India Utara, yang berkembang di atas gugusan Tujuh Bukit. Di salah satu puncaknya, yaitu Bukit Observatorium di kawasan Boileauganj, berdiri sebuah bangunan bersejarah bernama Viceregal Lodge yang kini dikenal sebagai Rashtrapati Niwas. Bangunan ini menyimpan jejak penting masa kolonial sekaligus saksi bisu perjalanan kemerdekaan India.
Bagaimana sebenarnya gedung megah di atas bukit ini bisa ikut menentukan nasib dan sejarah besar bangsa India? Yuk, simak sejarah dan fakta menarik tentang Viceregal Lodge dalam artikel berikut ini!
1. Bekas kediaman musim panas resmi bagi para wakil raja inggris

Viceregal Lodge mulai dibangun pada tahun 1880 dan resmi selesai pada tahun 1888 di bawah perintah Lord Dufferin. Gedung ini sengaja dibuat sebagai kediaman musim panas resmi bagi para Wakil Raja Inggris yang sedang bertugas. Lord Dufferin sendiri menjadi orang pertama yang menempati bangunan tersebut, tepatnya pada tanggal 23 Juli 1888.
Setiap kali musim panas tiba, seluruh pusat administrasi pemerintahan Inggris di India akan ikut dipindahkan ke gedung ini. Keputusan pindah kantor tersebut diambil agar mereka bisa menghindari cuaca panas yang menyengat di kota Delhi. Melalui pemindahan ini, para pejabat pemerintahan bisa bekerja dengan lebih nyaman di kota Shimla yang udaranya jauh lebih sejuk.
2. Punya gaya arsitektur yang unik

Viceregal Lodge dirancang oleh arsitek Inggris Henry Irwin dengan gaya Jacobethan, yang memadukan keindahan arsitektur Renaisans Inggris dan gaya kastel khas dataran tinggi Skotlandia. Bagian luar bangunan ini dibuat menggunakan susunan batu bata berwarna biru keabu-abuan muda dengan atap genteng. Di dalamnya, kita bisa menemukan ukiran kayu yang sangat detail dan masih terawat baik sampai sekarang. Kayu yang digunakan adalah kayu jati yang dibawa langsung dari Burma, lalu dipadukan dengan kayu cedar dan kayu walnut lokal.
Saat dibangun pada tahun 1880-an, total biaya proyek ini menghabiskan sekitar 38 lakh (3,8 juta) rupee, dengan biaya perawatan rutin mencapai 1,5 lakh (150 ribu) rupee per tahun. Selain biayanya yang besar, kompleks bangunan ini dulunya juga berdiri di atas lahan yang sangat luas, yaitu sekitar 331 hektare. Namun seiring berjalannya waktu, luas kawasannya kini sudah berkurang dan menyisakan sekitar 110 hektare saja.
3. Saksi bisu lahirnya india dan pakistan
Viceregal Lodge menjadi saksi bisu lahirnya India dan Pakistan karena di sinilah berbagai keputusan penting yang mengubah sejarah Asia Selatan dibuat. Selama masa pergerakan kemerdekaan, tokoh-tokoh besar seperti Mahatma Gandhi sempat beberapa kali berkunjung ke sini untuk menemui Wakil Raja Inggris. Puncaknya terjadi pada tahun 1945 saat gedung ini menjadi lokasi Konferensi Shimla untuk membahas Rencana Wavell mengenai pemerintahan mandiri India.
Sayangnya, rencana untuk menyatukan India tersebut ditolak oleh perwakilan Muslim, dan para sejarawan melihat momen ini sebagai kesempatan terakhir bagi India untuk tetap bersatu. Akibat penolakan tersebut, pertemuan penting berikutnya pun digelar di gedung ini pada tahun 1947, yaitu diskusi pembagian wilayah yang akhirnya resmi memecah wilayah tersebut menjadi dua negara, India dan Pakistan.
4. Berganti nama menjadi rashtrapati niwas

Setelah India merdeka pada tahun 1947, gedung ini berganti nama menjadi Rashtrapati Niwas dan sempat dijadikan tempat peristirahatan musim panas bagi para Presiden India secara turun-temurun. Mereka mengikuti kebiasaan pemerintah Inggris terdahulu yang sengaja pindah ke sana demi menghindari cuaca panas di kota Delhi. Namun, tradisi pindah negara ini akhirnya resmi berakhir pada tahun 1960-an.
Bagi kamu yang tertarik berkunjung, lokasi bangunan bersejarah ini berada di sebelah barat kota Shimla. Tempatnya juga sangat mudah diakses karena kamu cukup berjalan kaki sejauh 2 kilometer saja dari pusat kota.
5. Hanya taman dan halaman luar yang dibuka untuk umum

Viceregal Lodge berada di Bukit Observatorium, salah satu dari tujuh bukit indah yang mengelilingi kota Shimla, sehingga menyuguhkan pemandangan lanskap pegunungan dan lembah yang sangat memanjakan mata. Di dalam gedung ini, kamu bisa menemukan fasilitas ruangan yang lengkap dan mengesankan, mulai dari aula penerima tamu yang megah, ruang makan, ruang tamu, hingga deretan kamar tidur. Keindahan interiornya makin terasa berkat hiasan ukiran kayu yang dibuat dengan sangat halus dan rapi.
Selain interiornya yang menawan, bagian luar gedung ini dikelilingi oleh halaman rumput yang luas dan taman-taman asri yang ditata sangat cantik. Sejak tahun 1964, kompleks ini dialihfungsikan menjadi markas bagi Indian Institute of Advanced Study (IIAS), sebuah lembaga riset khusus bidang humaniora dan ilmu sosial. Meski bagian dalam bangunannya sekarang ditutup untuk umum demi kelancaran kegiatan kampus, kamu gak perlu khawatir karena area taman di sekelilingnya tetap bebas dimasuki oleh para wisatawan.
Sebagian area stateroom atau ruang pertemuan bersejarah dan perpustakaannya yang luas juga tetap dibuka untuk turis melalui tur berpemandu. Di sana, kita bisa melihat langsung galeri foto hitam-putih yang mendokumentasikan berbagai momen penting menjelang kemerdekaan India. Jadi, jika kamu sedang berkunjung ke Shimla, jangan lupa mampir ke Viceregal Lodge untuk merasakan langsung atmosfer sejarahnya, ya!



















