Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kadal Unik Berwarna Biru, Ada yang Terancam Punah
aruba whiptail (inaturalist.org/Adrian Braidotti)
  • Bunglon biru siam hidup di Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, China, serta telah diintroduksi ke Singapura; penelitian 2021 menyamakan populasi Thailand dengan Calotes goetzi.
  • Agama batu Kenya berbadan biru dan berkepala jingga, aktif siang hari di habitat kering Afrika Timur; Aruba whiptail endemik Pulau Aruba, berukuran kecil, dominan herbivor, dan juga memakan serangga.
  • Kadal minor endemik Meksiko masih minim informasi kebiasaan dan makanannya, sedangkan anole biru berstatus near threatened akibat predator, kerusakan habitat, persebaran sempit, dan aktivitas manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Biru merupakan warna yang sangat langka di dunia hewan. Jika ada hewan berwarna biru, pasti spesies tersebut akan terlihat sangat mencolok dan berbeda dari yang lain. Menariknya, ada beberapa kadal unik berwarna biru yang bisa kamu temukan di beberapa daerah. Selain warnanya, mereka juga punya keunikan dan ciri khas tersendiri.

Beberapa di antaranya adalah kadal minor, bunglon siam biru, dan agama batu kenya. Penyebaran mereka cukup luas karena mencakup wilayah Afrika hingga Asia Tenggara. Penasaran tentang kehidupan, ciri khas, makanan, hingga kebiasaan mereka semua? Simak rinciannya lewat artikel berikut, yuk!

1. Bunglon biru siam hidup di Asia Tenggara

bunglon biru siam (inaturalist.org/John Clough)

Calotes goetzi atau bunglon biru siam merupakan spesies yang menghuni Asia Tenggara, tepatnya di Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand. Selain itu, ia juga menghuni wilayah Asia Timur, yaitu China. Dilansir Thai National Parks, bunglon biru siam juga sudah diintroduksi ke wilayah Singapura. Awalnya, populasi di Thailand diklasifikasikan sebagai spesies lain, yaitu Calotes mystaceus. Namun, penelitian pada 2021 menyimpulkan kalau populasi di Thailand merupakan spesies yang sama dengan daerah lain.

2. Agama batu kenya punya kepala jingga dan badan biru

agama batu kenya (inaturalist.org/Nicholas Warren)

Kadal agama kenya (Agama lionotus) memiliki perpaduan warna yang sangat unik, yaitu badan biru dan kepala jingga. Karena itu, laman Animalia menjelaskan kalau spesies ini sering tertukar dengan kadal agama kepala merah yang warnanya sangat mirip. Penyebarannya tak hanya mencakup wilayah Kenya, tapi juga bisa dijumpai di beberapa negara lain, seperti Tanzania, Uganda, dan Ethiophia. Ia juga sangat aktif pada siang hari, khususnya di daerah kering seperti bebatuan, area berpasir, dan semak kering.

3. Aruba whiptail hanya hidup di satu pulau

aruba whiptail (commons.wikimedia.org/Ralf Hüsges)

Dilansir The Reptile Database, hewan dengan nama ilmiah Cnemidophorus arubensis ini hanya menghuni satu daerah, yaitu Pulau Aruba. Menariknya, Aruba tak cuma sekadar pulau, tapi merupakan negara konstitusional independen yang bernaung di bawah Kerajaan Belanda. Di wilayah penyebaran alaminya, aruba whiptail kerap dijumpai di semak-semak, pepohonan, dan area pesisir,

Aruba whiptail merupakan spesies berukuran kecil dengan panjang 15 centimeter dan berekor panjang. Tak seperti spesies Teiidae lain, aruba whiptail merupakan herbivor (pemakan tanaman) yang terpaksa beradaptasi karena kondisi lingkungan. Namun, sekitar 15 persen makananya juga terdiri atas serangga dan invertebrata. Kadal ini juga mirip dengan ular, yaitu sering menjulurkan lidah.

4. Kadal minor merupakan kadal endemik Meksiko

kadal minor (inaturalist.org/aguilargm)

Laman iNaturalist menjelaskan kalau Sceloporus minor atau kadal minor merupakan spesies endemik Meksiko. Ia berasal dari famili Phrynosomatidae dan kerap dijumpai memanjat semak-semak, bebatuan, atau batang pohon. Badannya punya warna biru terang dengan sedikit perpaduan jingga di bagian samping tubuh. Sayangnya, tak banyak yang diketahui terkait kebiasaan hingga makanan hewan ini. Penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengungkap berbagai misteri tentangnya.

5. Anole biru adalah hewan terancam punah

anole biru (flickr.com/Victor Quiroz)

Anole biru (Anolis gorgonae) adalah spesies yang hidup di hutan, tepatnya di daerah dengan ketinggian sekitar 100 mdpl. Semua bagian tubuhnya berwarna biru, kecuali dewflap di bagian lehernya yang punya warna putih. Layaknya spesies lain, anole biru merupakan hewan arboreal dengan kemampuan memanjat yang sangat baik.

Populasi anole biru juga mengkhawatirkan karena masuk ke kategori near threatened (mulai terancam). Kehadiran predator, kerusakan habitat, wilayah penyebaran yang sempit, dan aktivitas manusia menjadi faktor utama dari penurunan populasinya. Dilansir Mongabay, para ahli juga merencakan program perkembangbiakan agar populasi anole biru tetap stabil. Selain itu, berbagai upaya konservasi in situ juga mulai digayangkan.

Kehidupan kadal unik berwarna biru tak selamanya mulus. Mereka harus berkutat dengan predator, manusia, hingga perubahan habitat. Namun, mereka tetap bisa hidup dan masih eksis hingga detik ini. Manusia juga menjadi pihak yang penting bagi kehidupan semua kadal tersebut. Tak hanya menjaga habitatnya, kita juga harus meneliti berbagai aspek terkait semua kadal tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article