Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Mamalia Paling Lambat di Dunia, Berapa Kecepatannya?
koala (commons.wikimedia.org/Bahnfrend)
  • Kukang bergerak hingga 2 km/jam dan sloth 0,8–2,4 km/jam; keduanya mengandalkan kemampuan memanjat, sementara kukang memiliki gigitan berbisa.
  • Manatee rata-rata berenang 4–8 km/jam dengan kecepatan maksimal 32 km/jam, sedangkan koala umumnya bergerak 10,8 km/jam tetapi dapat berlari pendek hingga 32 km/jam.
  • Panda dapat mencapai 40–50 km/jam, namun jarang berlari dan menghabiskan sekitar 12 jam sehari makan bambu; tiap mamalia memiliki adaptasi berbeda untuk bertahan hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mamalia bisa ditemukan di berbagai habitat, mulai dari hutan, pegunungan, hingga lautan. Mamalia terkenal karena sangat gesit, ukurannya besar, dan kelincahannya yang cukup tinggi. Namun, ternyata tak semua mamalia bisa bergerak dengan cepat, lho. Sebaliknya, ada beberapa spesies yang menyandang gelar sebagai mamalia paling lambat di dunia.

Salah satunya adalah koala yang tak bisa memanjat pohon dengan cepat. Kukang dan sloth juga serupa di mana mereka bisa memanjat pohon tapi gerakannya jauh lebih lambat dari hewan arboreal lain. Di perairan, ada manatee yang gerakannya jauh lebih lambat dari mamalia paus dan anjing laut. Berapa sih kecepatan mereka? Berikut pembahasannya!

1. Kukang (2 km/jam)

kukang (commons.wikimedia.org/ian_dugdale)

Dilansir Discover Wildlife, hewan yang berasal dari genus Nycticebus ini biasanya hanya mampu bergerak dengan kecepatan 1,6 km/jam. Misal pun mencoba bergerak lebih cepat ia hanya bisa meningkatkan kecepatan hingga 2 km/jam. Kecepatannya yang rendah membuat kukang menjadi mangsa empuk bagi predator. Untungnya, ia pandai memanjat dan bersembunyi di pepohonan.

Kukang juga merupakan mamalia berbisa. Tercatat, ia memiliki gigitan berbisa yang mampu menyebabkan kerusakan jaringan pada daging dan anafilaksis. Beberapa spesies seperti Nycticebus coucang atau kukang sunda juga merupakan hewan terancam punah. Saat ini, populasinya terancam oleh banyak hal, seperti kerusakan habitat, perburuan liar, dan aktivitas manusia.

2. Sloth (2,4 km/jam)

sloth (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Dilansir A-Z Animals, kecepatan rata-rata sloth sekitar 0,8-2,4 km/jam. Karenanya, ia menyandang gelar sebagai salah satu mamalia paling lambat. Walau lambat sloth bisa berenang tiga kali lebih cepat daripada saat ia berjalan di permukaan datar. Selain perenang andal sloth juga merupakan pemanjat ulung, lho. Mau itu bebatuan hingga pohon tinggi semuanya bisa ia panjat.

Hewan dari ordo Folivora ini merupakan spesies arboreal yang bisa ditemukan di hutan Amerika tengah dan selatan. Ia termasuk herbivor dan makanan kesukaannya adalah dedaunan segar. Tak cuma gerakannya, bahkan sloth juga memiliki pencernaan yang lambat. Sloth juga sensitif terhadap perubahan suhu. Jika suhu tubuhnya terlalu rendah maka hewan ini akan berhenti bergerak.

3. Manatee (32 km/jam)

manatee (commons.wikimedia.org/Michael Barera)

Punya julukan sapi laut, mamalia air dari genus Trichechus ini mampu tumbuh hingga sepanjang 4 meter dan bobotnya mencapai 590 kilogram. Karena ukuran raksasanya, manatee memiliki gerakan yang lambat. Dilansir Discover Crystal River, kecepatan rata-rata manatee ada di angka 4-8 km/jam. Jika membahas kecepatan maksimal ia bisa berenang dengan kecepatan sekitar 32 km/jam.

Walau besar manatee merupakan pemakan tanaman yang tidak berbahaya. Ia bisa ditemukan di laut, sungai, danau, hingga rawa yang berlokasi di Afrika, Samudra Hindia, hingga Sungai Amazon Amerika Selatan. Umumnya, manatee dewasa tak memiliki predator yang terlalu membahayakan. Namun, terkadang hewan seperti kaiman dan hiu akan mencoba untuk memangsa sapi air ini.

4. Koala (32 km/jam)

koala (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Dilansir Britannica, Phascolarctos cinereus atau koala bisa ditemukan di Australia. Ia merupakan hewan marsupial yang menjaga dan merawat anak-anaknya di dalam kantung. Panjang koala sekitar 60-85 centimeter dan bobot maksimalnya mencapai 14 kilogram. Kepalanya membulat, bulunya berwarna abu-abu, dan hidungnya besar.

Di alam liar koala hanya mau memakan daun dari pohon Eucalyptus. Ia juga merupakan hewan arboreal yang menghabiskan waktunya di pepohonan. Secara umum, kecepatan bergerak koala hanya sekitar 10.8 km/jam. Namun, ia juga bisa berlari hingga 32 km/jam dalam jarak pendek dan saat terdesak. Namun, di kesehariannya koala lebih sering tidur, makan, dan memanjat pohon dengan lambat.

5. Panda (50 km/jam)

panda (commons.wikimedia.org/Thesupermat)

Sebenarnya, hewan dengan nama ilmiah Ailuropoda melanoleuca ini punya kecepatan lari yang cukup tinggi. Dilansir Pandatribe, panda punya kecepatan maksimal sekitar 40-50 km/jam. Namun, panda sangat jarang berlari dan lebih sering duduk, bersantai, atau makan. Bayangkan saja, dalam satu hari panda bisa menghabiskan 12 jam hanya untuk makan bambu.

Panda masuk ke famili Ursidae dan merupakan spesies beruang. Uniknya, ia tidak memakan daging dan justru hanya mau mengonsumsi bambu. Hewan endemik China ini juga cukup besar dengan panjang 1,9 meter dan bobot mencapai 115 kilogram. Soal habitat, panda bisa ditemukan di hutan bambu dan dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 3000 mdpl.

Kecepatan memang bukan keahlian dari semua hewan tersebut. Namun, mereka menunjukan kelebihan dan keunggulan lain yang tak bisa ditemukan di hewan manapun. Jadi, hal tersebut membuktikan bahwa kecepatan bukanlah segalanya bagi hewan. Justru, tiap hewan memiliki adaptasi dan kemampuan berbeda yang digunakan untuk bertahan hidup di habitatnya masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article