Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Penyebab Anjing Bisa Berubah Agresif pada Manusia, Bisa Menggigit!

5 Penyebab Anjing Bisa Berubah Agresif pada Manusia, Bisa Menggigit!
ilustrasi anjing (unsplash.com/@jamie452)

Semua orang tentu sudah tidak asing dengan keberadaan anjing. Hewan satu ini merupakan peliharaan banyak orang, sehingga kerap kali dianggap sebagai keluarga. Tak heran jika keberadaannya dirasa sudah tidak aneh lagi.

Meski demikian, nyatanya anjing tidaklah selalu jinak atau pun penurut. Terkadang di beberapa situasi, anjing justru bisa berubah menjadi sangat agresif, hingga sampai mengigit. Berikut penyebab anjing agresif secara mendadak.

1. Merasa terancam dan tak aman

ilustrasi anjing (unsplash.com/@wadeaustinellis)
ilustrasi anjing (unsplash.com/@wadeaustinellis)

Harus dipahami bahwa anjing juga memiliki insting yang sangat kuat untuk mengenali sekitarnya. Mereka biasanya dapat merasakan apabila berada dalam stuasi yang mengancam hingga berbahaya.

Dilansir American Kennel Club, anjing akan sering menggonggong apabila berada dalam situasi yang mengancam. Namun, apabila anjing mulai merasa semuanya semakin tak aman, maka ia tak akan ragu untuk bertindak agresif hingga sampai menggigit. Semua dilakukan untuk menjaga dirinya dari bahaya.

2. Terlalu diprovokasi berlebihan

ilustrasi anjing (pexels.com/@aloismoubax)
ilustrasi anjing (pexels.com/@aloismoubax)

Anjing termasuk hewan yang cukup berbahaya apabila diprovokasi. Meski mungkin beberapa jenis anjing memiliki tubuh yang kecil, namun tetap bisa bertindak agresif. Inilah mengapa bermain dengan anjing juga tidak bisa sembarangan.

Mengutip Grey Law, banyak pemilik anjing yang secara sengaja memprovokasi mereka, entah dengan suara atau pukulan. Bahkan hal ini juga kerap dilakukan oleh beberapa orang pada anjing jalanan. Dampaknya, anjing bisa berubah menjadi agresif dan tak ragu memberikan gigitannya jika sudah merasa tak aman.

3. Stress hingga depresi

ilustrasi anjing kecil (unsplash.com/karsten116)
ilustrasi anjing kecil (unsplash.com/karsten116)

Risiko stres hingga depresi nyatanya bukan hanya dimiliki oleh manusia saja. Ternyata anjing juga memiliki risiko serupa untuk dapat merasakan hal tersebut. Penyebabnya bisa beragam, dari mulai kesulitan beradaptasi, rasa sedih, hingga mendapat perlakuan yang buruk.

Beberapa tanda seperti agresivitas dan kebiasaan tak terduga dapat menjadi tanda bahwa anjing mengalami depresi, seperti dilansir India Times. Mereka tentunya bisa melakukan hal-hal tak terduga, seperti mengejar, menyerang, hingga berusaha menggigit.

4. Anaknya diganggu

Anak anjing, contoh hewan vivipar (unsplash.com/@miracleday)
Anak anjing, contoh hewan vivipar (unsplash.com/@miracleday)

Anjing terkenal sebagai hewan yang sangat protektif dalam menjaga anak-anaknya. Bahkan tugas ini dijalankan dengan baik tak hanya oleh para induk, namun juga bapak anjingnya tersendiri.

Hal ini bisa sangat terlihat dari bagaimana induk anjing enggan untuk meninggalkan anak-anaknya, seperti dikutip AKC. Anjing juga bisa sangat agresif dan menggigit apabila anak-anaknya terlihat dalam bahaya. Tak heran jika induk anjing juga lebih sensitif dan cenderung memiliki insting yang sangat kuat.

5. Sedang merasa sakit

ilustrasi anjing (unsplash.com/@camylla93)
ilustrasi anjing (unsplash.com/@camylla93)

Anjing memiliki daya tahan tubuh yang berbeda-beda dan tentu tidak akan selalu sehat. Beberapa anjing juga akan menunjukan gestur tertentu jika memang sedang merasa tak enak badan.

Dilansir AKC Pet Insurance, anjing bisa saja menunjukan gestur yang pasif hingga yang agresif sekali pun. Namun, anjing yang sedang sakit juga akan sangat sensitif, sehingga mereka juga tak akan ragu menggigit apabila diganggu.

Anjing sering kali memiliki momentum-momentum tersendiri untuk tidak sampai diganggu. Tentu akan berbahaya apabila sampai berubah agresif, apalagi sampai membahayakan orang lain. Jangan diganggu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Latest in Science

See More

Tidak Bisa Terbang, Kenapa Burung Unta Punya Sayap?

03 Apr 2026, 18:05 WIBScience