Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Reptil Terlangka di Dunia, Hanya Tersisa 100 Ekor di Alam
kura-kura pulau pinta (commons.wikimedia.org/A.Davey)
  • Lima reptil terlangka di dunia meliputi kura-kura pulau pinta, kadal manik guatemala, ular pelari antigua, iguana jamaika, dan psychedelic rock gecko dengan populasi sangat terbatas di alam liar.
  • Faktor utama kelangkaan mereka adalah kerusakan habitat, industrialisasi, serta penyebaran yang sempit akibat aktivitas manusia yang terus menekan ekosistem alami.
  • Upaya konservasi dilakukan pada beberapa spesies seperti iguana jamaika untuk mencegah kepunahan total dan menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Punya sisik kasar, gerakan melata, dan mata tajam menjadikan reptil sebagai hewan yang jauh dari kata imut atau menggemaskan. Sebaliknya reptil dipandang sebagai hewan menyeramkan, berbahaya, menjijikan, dan menggelikan. Stigma tersebut terus melekat dan membuat masyarakat enggan menjaga reptil. Akibatnya populasi reptil kian menurun tiap saat.

Hal tersebut berakibat pada eksistensi reptil yang terus merosot. Tak tanggung-tanggung, beberapa spesies bahkan menyandang gelar sebagai reptil terlangka di dunia. Ular pelari antigua, kura-kura pulau pinta, kadal manik guatemala, psychedelic rock gecko, dan iguana jamaika merupakan lima di antaranya. Mau mengenal mereka dalam? Simak pembahasan berikut, yuk!

1. Kura-kura pulau pinta (sebenarnya sudah punah)

kura-kura pulau pinta (commons.wikimedia.org/Arturo de Frias Marques)

Secara teknis sebenarnya Geochelone elephantopus abingdoni atau kura-kura pulau pinta tidak langka, tetapi sudah punah. Dilansir National Geographic Indonesia, individu terakhir yang bernama Lonesome George menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2012. Kabar tersebut menandakan kegalalan manusia dalam menjaga dan melestarikan spesies terancam yang sudah langka.

Namun, beberapa orang percaya kalau hewan ini belum benar-benar punah. Di tahun 2006, Peter Pritchard menduga kalau individu di Kebun Binatang Prague merupakan spesies ini. Namun, setelah diteliti DNAnya lebih mirip dengan kura-kura pulau pinzón. Di tahun 2013 peneliti dari Universitas Yale juga menemukan individu hybrid di Wolf Volcano yang diduga membawa DNA kura-kura pulau punta.

2. Kadal manik guatemala (500 ekor)

kadal manik guatemala (inaturalist.org/John van Dort)

Berbeda dari kerabatnya, yaitu gila monster, Heloderma charlesbogerti atau kadal manik guatemala merupakan spesies langka yang terancam punah. Laman Animalia menjelaskan kalau populasi hewan ini di alam liar kurang dari 500 ekor. Tren populasinya juga terus merosot dan hal tersebut membuatnya dimasukan ke kategori endangered atau terancam.

Kelangkaannya dipicu oleh penyebaran yang sempit. Tercatat, kadal manik guatemala hanya bisa ditemukan di Lembah Montagua. Kehidupannya juga jauh dari populasi kadal manik lain. Populasi kadal manik terdekat berjarak sekitar 250 kilometer dari habitatnya. Selain itu kadal ini juga memiliki pola makan khusus di mana ia hanya mau memakan telur burung.

3. Ular pelari antigua (150 ekor)

ular pelari antigua (inaturalist.org/Sean Cole)

Tak hanya langka, bahkan ular dengan nama ilmiah Alsophis antiguae ini mencatatkan dirinya di buku rekor dunia, lho. Berdasarkan Guinness World Record, hewan ini mencatat rekor sebagai ular paling langka di seluruh dunia. Rekor tersebut berhasil didapatkan karena populasinya yang hanya sekitar 150 ekor di alam liar. Dulu populasinya melimpah, tapi spesies invasif terus menggusur kehidupan hewan ini.

Seperti namanya, hewan sepanjang 1 meter ini bisa ditemukan di Pulau Antigua, Barbuda, dan Pulau Burung Besar. Sayangnya sekarang penyebarannya hanya terbatas di Pulau Burung Besar atau Big Birds Island. Area pulau tersebut sangat kecil dengan luas sekitar 8,4 hektar. Habitatnya sendiri mencakup semak-semak, pepohonan, hutan, sungai, rawa, dan area lembap.

4. Iguana jamaika (500-600 ekor)

iguana jamaika (commons.wikimedia.org/Yinan Chen)

Berdasarkan data dari IUCN Red List, Cyclura collei atau iguana jamaika mengalami kenaikan populasi. Hal tersebut merupakan kabar menggembirakan, tapi populasinya masih sangat sedikit, yaitu sekitar 500-600 individu di alam liar. Statusnya juga tak berubah, yaitu critically endangered atau sangat terancam. Industrialisasi, kerusakan habitat, dan kedatangan garangan asia jadi ancaman utamanya.

Untungnya berbagai upaya konservasi sudah dilakukan untuk menjamin kesejahteraan iguana jamaika. Ia dirawat di berbagai kebun binatang, terus diteliti, dan program pengembangbiakan makin digayangkan. Lebih lanjut, iguana jamaika merupakan spesies berukuran sedang dengan panjang 42 centimeter dan bobot 2 kilogram. Di alam liar, ia bisa memakan 100 spesies tanaman yang berbeda.

5. Psychedelic rock gecko (500 ekor)

Psychedelic rock gecko (commons.wikimedia.org/RatioTile)

Cecak kecil ini merupakan spesies yang berasal dari Vietnam. Hingga kini tak ada yang tahu pasti mengenai populasinya. Namun, informasi dari laman iNaturalist menjelaskan kalau diperkirakan masih ada sekitar 500 individu di alam liar. Namun, panjangnya yang hanya 7 centimeter dan kemampuan kamuflasenya yang luar biasa membuat kadal dengan nama ilmiah Cnemaspis psychedelica ini sulit ditemukan.

Terdapat dua faktor yang terus membuat populasinya merosot, yaitu industrialisasi dan penyebaran yang sempit. Seperti negara lain, pembangunan di Vietnam tak terhenti sehingga psychedelic rock gecko kehilangan habitat alaminya. Akibatnya, penyebarannya terbatas hanya di dua tempat, yaitu Pulau Hon Koai dan Hon Tuong Isle yang luasnya tidak seberapa.

Hadirnya reptil terlangka di dunia menjadi bukti bahwa ekspansi dan kegiatan manusia terus merusak dan mengancam populasi satwa liar. Bukannya berkaca dan bertobat, manusia justru terus mengeksploitasi alam tanpa pandang bulu. Akhirnya reptil terus terancam dan kehidupannya terombang-ambing. Tanpa perlindungan yang ketat, mereka tak lama lagi akan jatuh ke jurang kepunahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team