Selain bisa menggali dan hidup berkoloni, semua juga punya banuak manfaat bagi manusia. Di sisi lain, serangga tersebut juga kerap dianggap ham dan tak jarang dimusnahkan. Semut juga dibagi menjadi beberapa genus, salah satunya genus Camponotus yang terdiri atas beberapa spesies.
5 Semut dari Genus Camponotus, Banyak yang Berwarna Merah

- Genus Camponotus dikenal sebagai semut carpenter yang terdiri dari berbagai spesies dengan ciri khas warna dan ukuran berbeda, serta tersebar di berbagai wilayah dunia.
- Lima spesies utama yang dibahas meliputi semut kayu, chesnut carpenter ant, semut carpenter merah, semut hitam india, dan semut gula bergaris dengan perilaku serta habitat unik masing-masing.
- Meski beberapa dianggap hama rumah tangga, semut Camponotus memiliki peran penting dalam ekosistem dan menunjukkan keragaman luar biasa di antara koloni serangga kecil ini.
Genus Camponotus sering disebut sebagai carpenter ant atau semut carpenter. Mereka memang terlihat seperti semut lain dengan badan kecil, erwarna gelap, dan hidup di dalam lubang. Namun, jika ditelaah lebih dalam tiap spesies Camponotus memiliki keunikan tersendiri, lho. Mau tahu lebih dalam terkait genus Camponotus? Yuk, simak daftar spesiesnya di bawah ini.
1. Semut kayu punya panjang hingga 1.6 centimeter

Punya tubuh berwarna hitam, Camponotus pennsylvanicus atau semut kayu terlihat sangar dan gahar. Dilansir Animal Diversity Web, ratu semut kayu bisa tumbuh hingga sepanjang 1.9 centimeter. Namun, panjang maksimal semut pekerjanya hanya 0.5-1.6 centimeter. Meski cukup besar ia sama sekali tidak berbahaya. Namun, semut ini bisa menjadi hama yang merugikan, khususnya di dalam rumah.
Semut kayu juga menyandang gelar sebagai salah satu spesies terbesar di Amerika Serikat dan Kanada. Penyebarannya sendiri mencakup Pegunungunan Rocky dan ia sering ditemukan di hutan, semak-semak, area berkayu, dan pemukiman. Sekali beraktivitas semut kayu bisa menjelajah hingga sejauh 91 meter. Saat beraktivitas ia akan mencari makanan seperti serangga dan invertebrata kecil.
2. Chesnut carpenter ant berhenti beraktivitas di musim dingin

Berbeda dari semut kayu, Camponotus castaneus atau chesnut carpenter ant punya tubuh berwarna merah yang cerah. Ukurannya juga sedikit lebih besar dengan panjang semut pekerja yang mencapai 1.7 centimeter dan ratu bisa tumbuh hingga 2 centimeter. Melansir The Ant Vault chesnut carpenter ant sangat suka hidup di hutan dan padang rumput. Area bersuhu 20-32 °C jadi habitat favoritnya.
Saat musim dingin suhu akan turun ke kadar yang sangat ekstrem. Layaknya hewan lain semut ini akan berhenti beraktivitas dan melakukan diapause. Diapause mirip dengan hibernasi, tapi waktu dimulainya agak berbeda. Jika membahas penyebaran chesnut carpenter ant menghuni wilayah Amerika Serikat, tepatnya di wilayah Maine hingga Florida.
3. Semut carpenter merah hanya menghuni Amerika Utara

Dari warna, hewan ini terlihat seperti perpaduan antara semut kayu dan chesnut carpenter ant. Sebab, ia memiliki warna dari dua spesies tersebut, yaitu merah dan hitam. Namun, ukurannya sedikit lebih kecil dari keduanya. Dilansir Mississippi State University, hewan dengan nama ilmiah Camponotus chromaiodes ini punya panjang sekitar 0.3-1.4 centimeter entah itu untuk semut pekerja atau ratu. Sama seperti dua spesies sebelumnya, semut carpenter hanya bisa ditemukan di Amerika Utara, tepatnya di daerah Nebraska, Kansas, dan kemungkinan juga menghuni California.
4. Semut hitam india sering ditemukan di toilet

Berbeda dari tiga spesies sebelumnya, semut dengan nama ilmiah Camponotus compressus ini tak menghuni daratan Amerika. Justru, laman Animalia menerangkan bahwa penyebarannya mencakup daerah Nepal, Maroko, India, Sri Lanka, Irak, dan Mozambik. Tak cuma itu, terkadang semut hitam india juga bisa ditemukan di Asia tenggara. Semut berwarna hitam ini punya kebiasaan unik karena sering mengunjungi toilet atau kamar mandi. Nah, kebiasaan tersebut dilakukan dalam rangka mencari salah satu makanan kesukaannya, yaitu kotoran manusia.
5. Semut gula bergaris merupakan hama yang merugikan

Nama bergaris yang dimiliki semut ini diambil dari tubuhnya yang punya perpaduan hitam dan jingga atau merah. Sekilas perpaduannya terlihat seperti garis dengan warna hitam di depan, jingga di tengah, dan hitam lagi di belakang. Spesies dengan nama ilmiah Camponotus consobrinus ini tersebar luas di Australia. Di Negeri Kanguru tersebut ia dianggap sebagai hama perumahan yang merugikan.
Informasi dari laman iNaturalist menjelaskan bahwa semut gula bergaris akan masuk ke rumah pada malam hari. Nantinya ia akan menggerogoti perabotan, khususnya yang terbuat dari kayu. Untungnya sarang semut ini bisa dibasmi menggunakan cairan karbon disulfida. Uniknya, di masa lalu telur semut gula bergaris menjadi makanan bagi Suku Aborigin.
Keberagaman semut dari genus Camponotus tak bisa dipandang sebelah mata. Ukuran mereka memang mungil, tetapi kehadirannya cukup berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Sejatinya kehidupan yang baik adalah dengan mencoba hidup berdampingan dengan semua hewan, termasuk semut dari genus Camponotus. Namun, jika mereka mengganggu maka kamu bisa mengusir atau membasminya.

















