Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Ular Berbisa Bisa Dikenali Hanya dari Ciri Fisiknya?

Apakah Ular Berbisa Bisa Dikenali Hanya dari Ciri Fisiknya?
ular (commons.wikimedia.org/Topi Pigula)
Intinya Sih
  • Ular berbisa tidak bisa dikenali hanya dari ciri fisik luar seperti bentuk kepala, mata, atau warna karena organ penghasil bisanya tersembunyi di dalam tubuh.
  • Banyak ular tidak berbahaya memiliki kemiripan fisik dengan ular berbisa, sehingga identifikasi berdasarkan tampilan sering menyesatkan dan berisiko.
  • Ciri fisik tertentu hanya berlaku untuk beberapa jenis seperti viper, kobra, mamba, dan weling; cara paling efektif mengenali ular berbisa adalah memahami spesies di sekitar lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak bertebaran narasi yang menyampaikan bahwa ular berbisa dan tidak berbisa mampu dibedakan dari ciri fisik. Ada yang menyampaikan ular berbisa punya kepala segitiga, ular berbisa punya pupil tajam, atau ular berbisa biasanya punya warna tubuh yang mencolok seperti biru hingga merah.

Semua narasi tersebut bisa dengan mudah diakses oleh banyak orang. Bahkan, tak sedikit yang mempercainya, lho. Lantas, bagaimana kebenaran dari semua narasi tersebut? Dalam hal ini, apakah ular berbisa bisa dikenali hanya dari ciri fisiknya saja? Yuk, kupas tuntas kebenarannya di bawah ini.

1. Apakah ular berbisa bisa dikenali hanya dari ciri fisiknya?

ular
ular (commons.wikimedia.org/Ethmostigmus)

Berbagai sumber menerangkan bahwa ular berbisa tak bisa dikenali hanya dari ciri fisiknya saja. Dalam hal ini, kamu tak bisa mengenali ular berbisa hanya dari bentuk kepala, sisik, atau bentuk matanya saja. Misal pun bisa dilakukan, biasanya hal tersebut hanya berlaku di beberapa daerah tertentu seperti Amerika Serikat.

Ciri fisik sendiri tak menjadi faktor penentu akan tingkatan bisa ular. Ciri fisik sebenarnya muncul agar ular bisa hidup dan beradaptasi di lingkungannya. Satu-satunya ciri fisik khusus bagi ular berbisa adalah kehadiran kantung bisa dan taring bisa. Namun, kedua organ tersebut berlokasi di bagian dalam tubuh sehingg tak bisa diidentifikasi atau dikenali hanya dengan melihat ciri fisik luarnya saja.

2. Banyak ular yang punya ciri fisiknya mirip satu sama lain

ular
ular (commons.wikimedia.org/Dr. Raju Kasambe)

Identifikasi ular berbisa dari ciri fisiknya sama sekali tidak efektif karena ada banyak ular tidak berbahaya yang mirip dengan ular berbisa. Dilansir Arrow Exterminators, beberapa spesies seperti ular raja merah (tidak berbisa) dan ular karang (berbisa tinggi) punya warna dan corak serupa. Ada juga ular hognose (berbisa rendah) dan kobra (berbisa tinggi) yang sama-sama bisa memipihkan leher.

Beberapa spesies ular pohon seperti ular hijau china (tidak berbisa) juga punya kemiripan dengan viper pohon (berbisa). Di sisi lain, ada ular viper palsu (tidak berbahaya) yang ciri fisiknya serupa dengan anakan viper gunung (berbisa tinggi). Spesies kecil pemakan kadal seperti ular cokelat tutul (berbisa menengah) juga mirip dengan viper habu (berbisa tingg) yang gigitannya sangat berbahaya.

3. Ciri fisik untuk ular berbisa hanya berlaku di beberapa jenis

ular
ular (commons.wikimedia.org/Aqil F)

Mengenali ular berbisa dari ciri fisiknya tetap bisa dilakukan. Namun, hal tersebut hanya berlaku bagi beberapa jenis tertentu seperti ular viper, kobra, mamba, atau weling. Sebagai contoh, laman iNaturalist menjelaskan bahwa ular viper yang berbisa tinggi punya ciri fisik khas, yaitu badan pendek, kepala segitiga, pupil vertikal, dan taring panjang yang melengkung.

Ciri fisik ular kobra sangat berbeda dengan viper, yaitu kepala membulat, mampu mengangkat kepala, dan bisa mengembangkan leher ketika merasa terancam. Ukuran kobra juga tak terlalu besar, yaitu sekitar 1-3.1 meter. Ada juga ular weling atau krait (genus Bungarus) yang dicirikan dari sisik dorsal atau sisik punggung yang sangat menonjol serta berbentuk segi enam.

4. Cara mengenali ular berbisa dengan efektif

ular
ular (commons.wikimedia.org/Mauricio Espejo Chura)

Satu-satunya cara mengenali ular berbisa secara efektif adalah dengan memahami spesies ular itu sendiri. Kamu harus memahami ciri fisik, penyebaran, ukuran, hingga sifat dari tiap spesies ular berbisa. Kamu tak perlu memahami semua jenis ular berbisa di dunia. Sebaliknya, mulailah dengan memahami spesies ular berbisa yang ada di sekitarmu, entah itu di satu desa, kecamatan, provinsi, kabupaten, atau pulau. Setelah memahami ular berbisa di sekitar, barulah kamu bisa meningkatkan pengetahuan dengan mengenali ular berbisa di daerah lain.

Apakah ular berbisa bisa dikenali hanya dari ciri fisiknya saja? Secara umum, tidak bisa. Misal pun bisa, hal tersebut hanya berlaku bagi ular yang hidup di daerah tertentu. Pengenalan dan identifikasi ular berbisa juga bukan hal yang bisa dilakukan sembarangan. Jadi, kamu harus cermat dalam mengindetifikasi dan mengenali ular berbisa jika tak ingin bertaruh nyawa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More