Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Spesies Ikan Sapu-sapu dari Genus Hypostomus, Asli Amerika
sapu-sapu jaguar (inaturalist.org/verneau)
  • Genus Hypostomus mencakup banyak spesies ikan sapu-sapu air tawar asal Amerika yang punya ciri kulit keras dan hidup di dasar perairan.
  • Lima spesies utama seperti Hypostomus commersoni, myersi, paranensis, robinii, dan gymnorhynchus memiliki keunikan berbeda dari ukuran, corak tubuh, hingga kemampuan bernapas udara.
  • Beberapa spesies masih minim penelitian sehingga para ahli mendorong observasi lebih lanjut untuk memahami karakteristik dan ekologi ikan-ikan ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sapu-sapu bukan sekedar ikan air tawar yang berstatus sebagai spesies invasif. Sama seperti hewan lain, ikan sapu-sapu juga dibagi menjadi beberapa genus, salah satunya adalah genus Hypostomus. Genus tersebut merupakan salah satu genus dengan spesies paling banyak dan spesiesnya punya banyak keunikan.

Contohnya, ada spesies dengan corak tutul, spesies berukuran besar, bahkan ada spesies yang kerap ditangkap oleh manusia. Namun, genus Hypostomus tetap mirip dengan jenis sapu-sapu lain, yaitu punya kulit keras dan hidup dengan menempel di dasar perairan. Spesies dari genus Hypostomus juga ada banyak dan kali ini kita akan membahas beberapa di antaranya.

1. Sapu-sapu sirip merah uruguay punya bobot 1.8 kilogram

sapu-sapu sirip merah uruguay (inaturalist.org/RAP)

Dilansir PlanetCatfish, Hypostomus commersoni atau sapu-sapu sirip merah uruguay bisa ditemukan di wilayah Uruguay hingga Argentina. Penyebaran alaminya mencakup beberapa sungai, seperti Sungai Paraná, Iguazu, Sungai Paraguay, Río de la Plata, dan Sungai Dulce. Spesies ini mampu tumbuh hingga sepanjang 42 centimeter, hidup di perairan dengan dasar berlumpur, dan sangat menyukai perairan berarus menengah dengan suhu sekitar 16.8 hingga 27.8 °C. Bobotnya juga cukup berat, yaitu mencapai 1.8 kilogram.

2. Sapu-sapu myer merupakan facultative air-breather

sapu-sapu myer (inaturalist.org/doyahn)

Dilansir EOL, sapu-sapu myer merupakan spesies sepanjang 20 centimeter yang menghuni Sungai Iguazu dan Urugua-i. Menariknya, para ahli percaya kalau ikan dengan nama ilmiah Hypostomus myersi ini merupakan facultative air-breather atau ikan yang terkadang bernafas secara langsung dari udara. Sayangnya, tak banyak yang diketahui tentang spesies berwarna hitam ini. Karena itu, penelitian lebih dalam harus dilakukan untuk mengungkap misteri terkait kehidupan, makanan, hingga kebiasaannya.

3. Sapu-sapu panther hidup di aliran Sungai Paraná

sapu-sapu panther (inaturalist.org/Cristian Lagger)

Laman Fishbase menjelaskan kalau sapu-sapu panther (Hypostomus paranensis) hidup di aliran Sungai Paraná yang mencakup wilayah Argentina dan Paraguay. Seperti namanya, ikan ini punya ciri fisik yang mirip dengan "panther" atau kucing besar, yaitu corak tutul berwarna putih, serupa dengan macan tutul. Menariknya, ikan ini termasuk species inquirenda. Artinya, identifikasinya masih diragukan dan para ahli belum yakin apakah sapu-sapu panther merupakan spesies tersendiri atau bukan.

4. Sapu-sapu teta bisa memproduksi 200 butir telur

sapu-sapu teta (inaturalist.org/Bryan Ramdeen)

Hypostomus robinii atau sapu-sapu teta merupakan spesies endemik Kepulauan Karibia, tepatnya di daerah Trinidad. Tak seperti spesies lain, sapu-sapu teta kerap terlihat di perairan air deras. Makanan utama ikan ini adalah periphyton, yaitu campuran antara alga, organisme mikroskopis, dan material buangan hewan lain. Dilansir iNaturalist, panjang spesies ini sekitar 16 centimeter dan bobotnya 350 gram. Reproduksi ikan ini juga sangat masif karena individu betina bisa menghasilkan 200 butir telur.

5. Sapu-sapu jaguar kerap dipelihara

sapu-sapu jaguar (inaturalist.org/verneau)

Kata jaguar di nama ikan ini merujuk pada tubuhnya yang diselimuti corak tutul berwarna hitam, mirip seperti jaguar. Selain tutulnya, ikan dengan nama ilmiah Hypostomus gymnorhynchus ini juga cukup besar dengan panjang sekitar 26.6 centimeter. Ikan ini juga cukup populer sebagai peliharaan. Dilansir Fish Barn, harganya bisa mencapai £110.00 atau sekitar Rp2,5 jutaan. Jika ingin memeliharanya, kamu harus menyiapkan akuarium dengan suhu 24-27°C, pH 6.0-7.0, dan memberikan alga sebagai makanan utamanya.

Ikan sapu-sapu dari genus Hypostomus cenderung berukuran besar. Sayangnya, beberapa spesies merupakan hewan misterius yang jarang diteliti dan tak banyak informasi yang tersedia dari berbagai sumber. Hal tersebut bisa menjadi perhatian bagi para peneliti dan pencinta ikan. Dalam hal ini, upaya observasi dan penelitian harus dilakukan dalam skala besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team