Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tokoh Penjelajah Dunia, dari Menyusuri Asia hingga Menaklukkan Kutub
James Cook, salah satu tokoh penjelajah dunia (commons.wikimedia.org/Nahia Blanco Iturbe)
  • Marco Polo menempuh Jalur Sutra hingga Tiongkok dan kisahnya dalam The Travels of Marco Polo membantu masyarakat Eropa mengenal Asia.
  • Ibnu Battuta mengembara hampir 30 tahun melintasi wilayah lebih dari 40 negara; catatan Rihla mendokumentasikan kehidupan dan budaya dunia Islam abad ke-14.
  • Zheng He, James Cook, dan Roald Amundsen memimpin pelayaran besar di Pasifik serta ekspedisi polar, menghasilkan peta, hubungan dagang, dan pencapaian pertama di Kutub Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sejak dahulu, manusia melakukan perjalanan jauh untuk mengenal wilayah, budaya, dan masyarakat yang belum mereka kenal. Sebagian perjalanan ditempuh melalui jalur darat, sementara lainnya mengarungi lautan hingga mencapai tempat yang sangat jauh dari negeri asal. Dari perjalanan-perjalanan inilah muncul berbagai kisah penjelajahan yang menjadi bagian penting dalam sejarah dunia.

Beberapa penjelajah bahkan menghabiskan bertahun-tahun untuk menjelajahi berbagai wilayah dan mencatat apa yang mereka temui di sepanjang perjalanan. Mulai dari menyusuri Asia hingga mencapai Kutub Selatan, kisah mereka menunjukkan luasnya dunia yang pernah dijelajahi manusia. Siapa saja mereka? Mari simak kisah lima tokoh penjelajah dunia berikut ini!

1. Marco Polo, penjelajah Jalur Sutra dari Venesia

Marco Polo (commons.wikimedia.org/Edward R. Shaw)

Marco Polo adalah pedagang dan penjelajah asal Venesia, Italia, yang hidup pada era Abad Pertengahan. Di usia sekitar 17 tahun, ia memulai perjalanan bersama ayah dan pamannya menuju Tiongkok melalui jalur perdagangan Asia. Perjalanannya melewati medan ekstrem, seperti Pegunungan Pamir dan Gurun Gobi, hingga tiba di Tiongkok yang saat itu berada di bawah kekuasaan Dinasti Yuan. Selama sekitar 17 tahun di wilayah tersebut, Marco Polo, menurut catatannya, dipercaya menjalankan berbagai misi untuk Kubilai Khan.

Menariknya, kisah perjalanan Marco Polo hampir tidak dikenal luas jika ia tidak ditangkap dan dipenjara dalam konflik antara Venesia dan Genoa. Di penjara, ia menceritakan pengalamannya kepada Rustichello, seorang penulis asal Pisa, yang kemudian membukukannya dalam The Travels of Marco Polo. Buku tersebut menjadi salah satu sumber penting bagi masyarakat Eropa untuk mengenal Asia dan turut memengaruhi penjelajahan Eropa pada masa berikutnya.

2. Ibnu Battuta, pengembara yang menjelajahi lebih dari 40 wilayah

Ibnu Battuta (commons.wikimedia.org/Imre Solt)

Ibnu Battuta adalah seorang cendekiawan Muslim dan sarjana hukum asal Tangier, Maroko, yang hidup pada abad ke-14. Petualangannya bermula pada usia 21 tahun ketika ia meninggalkan tanah air untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah. Namun, perjalanan tersebut berkembang menjadi pengembaraan selama hampir 30 tahun. Ia menjelajahi wilayah yang kini mencakup lebih dari 40 negara, mulai dari Afrika Utara, Timur Tengah, Afrika Timur, India, Maladewa, Asia Tenggara, serta Tiongkok. Total jarak yang ditempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 120.000 kilometer.

Keahlian Ibnu Battuta dalam hukum Islam membuatnya beberapa kali dipercaya menjadi hakim atau qadi di wilayah yang ia singgahi, termasuk di Delhi, India. Setelah kembali ke Maroko pada 1354, ia diperintahkan oleh sultan untuk mendiktekan kisah perjalanannya kepada seorang juru tulis bernama Ibnu Juzayy. Catatan tersebut kemudian dikenal sebagai Rihla, yang menjadi salah satu sumber penting untuk memahami kehidupan, masyarakat, dan budaya dunia Islam pada abad ke-14.

3. Zheng He, laksamana Tiongkok yang memimpin armada raksasa

patung Zheng He (commons.wikimedia.org/Marcin Konsek)

Zheng He, yang dikenal di Indonesia sebagai Laksamana Cheng Ho, adalah laksamana dan penjelajah maritim Tiongkok pada masa Dinasti Ming. Lahir dalam keluarga Muslim di Yunnan, ia kemudian menjadi kasim istana dan dipercaya oleh Kaisar Yongle. Pada 1405–1433, Zheng He memimpin tujuh ekspedisi laut besar untuk menjelajahi Asia Tenggara, India, Maladewa, Semenanjung Arab, hingga pesisir Afrika Timur. Pelayaran tersebut bertujuan memperkuat hubungan diplomatik dan perdagangan, sekaligus menunjukkan kekuatan Dinasti Ming kepada berbagai kerajaan yang dikunjungi.

Salah satu hal menarik dari pelayaran Zheng He adalah skala armadanya yang sangat besar. Dalam salah satu ekspedisinya, ia membawa puluhan ribu orang dengan ratusan kapal. Ia juga membawa pulang berbagai benda dan hewan eksotis dari wilayah yang dikunjunginya, termasuk jerapah dari Afrika. Setelah ekspedisi terakhir selesai pada 1433, pelayaran besar serupa akhirnya dihentikan ketika kebijakan pemerintah Ming bergeser dan biaya ekspedisi dianggap terlalu besar.

4. James Cook, penjelajah yang memetakan wilayah Pasifik

James Cook (commons.wikimedia.org/Nathaniel Dance-Holland)

James Cook adalah kapten kapal, navigator, dan kartografer asal Yorkshire, Inggris, yang hidup pada abad ke-18. Berawal dari pelaut magang, ia kemudian dipercaya memimpin tiga ekspedisi maritim besar untuk menjelajahi kawasan Pasifik. Wilayah jelajahnya mencakup Selandia Baru, pesisir timur Australia, wilayah selatan hingga mendekati Antarktika, Kepulauan Hawaii, dan Selat Bering. Pencapaian utamanya adalah menghasilkan peta dan catatan navigasi yang jauh lebih akurat tentang Pasifik, sekaligus memperluas pengetahuan Eropa mengenai wilayah tersebut.

Menariknya, Cook sangat memperhatikan kesehatan awak kapal selama perjalanan panjang. Ia menerapkan aturan kebersihan dan pola makan tertentu untuk membantu mencegah scurvy, penyakit yang banyak menyerang pelaut pada masa itu. Pengelolaan tersebut membantu menjaga kesehatan awak kapalnya selama pelayaran panjang. Sayangnya, perjalanan terakhirnya berakhir tragis pada 1779 di Hawaii, ketika Cook tewas dalam bentrokan dengan penduduk setempat setelah terjadi perselisihan terkait pencurian barang dari kapal.

5. Roald Amundsen, penjelajah yang menaklukkan Kutub Selatan

Roald Amundsen (commons.wikimedia.org/Roald Amundsen)

Roald Amundsen adalah penjelajah kawasan polar asal Norwegia yang menjadi salah satu tokoh penting dalam penjelajahan wilayah ekstrem pada awal abad ke-20. Terinspirasi kisah petualangan sejak muda, ia meninggalkan studi kedokteran untuk menjadi pelaut dan penjelajah profesional. Wilayah jelajah utamanya mencakup Arktik, termasuk Jalur Barat Laut (Northwest Passage), hingga Antarktika. Pencapaian terbesarnya terjadi pada 14 Desember 1911, ketika ia dan timnya menjadi ekspedisi pertama yang mencapai Kutub Selatan, mengungguli rivalnya dari Inggris, Robert Falcon Scott.

Keberhasilan Amundsen sangat dipengaruhi oleh persiapan dan kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan ekstrem. Saat berada di Kanada Utara, ia mempelajari teknik bertahan hidup dari masyarakat Inuit, termasuk penggunaan kereta anjing dan pakaian yang sesuai untuk cuaca Arktik. Setelah berbagai ekspedisinya, perjalanan hidup Amundsen berakhir tragis pada 1928, ketika ia menghilang dalam penerbangan misi penyelamatan pencarian awak kapal udara di kawasan Arktik.

Kisah kelima penjelajah ini membuktikan bahwa batas bumi bukan sekadar garis di peta, tetapi juga tentang keberanian manusia untuk menjelajahi hal-hal yang belum diketahui. Dari Jalur Sutra yang kaya budaya hingga hamparan es kutub yang sunyi, jejak perjalanan mereka tidak hanya memperluas peta dunia, tetapi juga membuka jalan bagi pertukaran pengetahuan dan peradaban yang membentuk dunia hingga hari ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article