Sebagai negara tropis yang ditutupi hutan hujan tropis, gurun, sungai, dan punya curah hujan tinggi tak mengherankan jika Meksiko jadi rumah yang ideal bagi banyak spesies ular. Beberapa di antaranya adalah ular berbisa yang berbahaya. Selain itu, tak sedikit yang merupakan spesies tidak berbahaya berukuran kecil.
5 Ular Berwarna Merah yang Hidup di Meksiko, Berukuran Kecil!

- Meksiko menjadi habitat lima ular merah berukuran relatif kecil, dengan persebaran dan lingkungan hidup beragam, dari hutan, savana, pesisir, hingga dataran tinggi.
- Ular susu Meksiko barat, ular kopi merah, dan ular merah kepala hitam tidak berbisa; yang terakhir meniru warna ular cabai untuk menghindari predator.
- Variable coral snake dan ular cabai Texas berbisa tinggi serta berpotensi berbahaya bagi manusia, meski keduanya digambarkan pemalu dan memiliki kebiasaan hidup berbeda.
Tak hanya dari bisanya, ular di Meksiko juga sangat unik karena banyak yang berwarna merah. Ular susu meksiko barat, variable coral snake, dan ular kopi merah merupakan beberapa ular berwarna merah yang hidup di Meksiko. Mau tahu ciri fisik, keunikan, kebiasaan, dan tingkat bahayanya bagi manusia.? Kita ulik di bawah ini, yuk!
1. Ular susu meksiko barat (Lampropeltis polyzona)

ular susu meksiko barat (inaturalist.org/Eber Barraza) Dilansir GBIF, penyebaran ular susu meksiko barat terbatas di wilayah Meksiko sehingga ia dikategorikan sebagai satwa endemik. Ciri fisiknya tak jauh berbeda dengan spesies ular susu lain, yaitu punya warna dasar merah serta corak garis berwarna hitam dan kuning. Reptil ini termasuk ular berukuran kecil yang tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia. Sayangnya, tak banyak yang diketahui tentangnya sehingga penelitian lebih dalam harus segera dilakukan untuk mengungkap kebiasaan, reproduksi, hingga makanannya.
2. Variable coral snake (Micrurus diastema)

variable coral snake (inaturalist.org/Leonardo M. Martínez-Campos) Laman Animalia menerangkan bahwa penyebaran variable coral snake mencakup empat negara, yaitu Belize, Guatemala, Honduras, dan Meksiko. Habitatnya juga beragam, yaitu area pesisir, hutan kering, daerah lembap, hingga dataran tinggi dengan elevasi mencapai 1,250 mdpl. Ular ini juga merupakan spesies terestrial, artinya ia menghabiskan sebagian besar waktunya di atas tanah. Karena merupakan spesies coral snake (ular cabai), ia merupakan ular berbisa tinggi yang berpotensi berbahaya. Sayangnya, belum ada penelitian terkait kandungan bisa dan efek gigitannya pada tubuh manusia.
3. Ular kopi merah (Ninia sebae)

ular kopi merah (inaturalist.org/Esaú Valdenegro-Brito) Ular kopi merah adalah spesies berukuran kecil yang pemalu. Ia tidak berbahaya, hidup di atas tanah, kerap bersembunyi, dan hanya bisa memangsa hewan kecil seperti cacing, keong, siput, dan caecilian. Ular kopi merah juga bisa hidup di banyak tempat, beberapa di antaranya adalah hutan, savana, dan dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 2,200 mdpl. Soal penyebaran, laman The Reptile Database menerangkan bahwa distribusi spesies ini mencakup Meksiko, Belize, Guatemala, Honduras, El Salvador, Nikaragua, Kosta Rika, dan Panama.
4. Ular cabai texas (Micrurus tener)

ular cabai texas (inaturalist.org/Marco Zozaya) Seperti namanya, penyebaran ular cabai texas mencakup wilayah Texas (Amerika Serikat) hingga Meksiko, khususnya di negara bagian Tamaulipas, San Luis Potosí, Guanajuato, Querétaro, dan Morelos. Ular dengan panjang maksimal 1,2 meter ini juga kerap terlihat di area terbuka, khususnya daerah kering, savana, dan wilayah luas yang memiliki bebatuan kecil.
Sebenarnya ular berbisa tinggi ini merupakan hewan yang pemalu. Namun, laman JungleDragon menerangkan bahwa ia adalah pemakan ular lain. Di beberapa kesempatan, bahkan ia akan menjadi kanibal dengan memakan sesama spesiesnya. Tak hanya untuk melumpuhkan mangsa, bisanya juga berbahaya bagi manusia. Tercatat, terdapat beberapa kasus gigitan fatal pada dekade 1980 hingga 1990-an.
5. Ular merah kepala hitam (Tantilla rubra)

ular merah kepala hitam (inaturalist.org/emilymcinerney) Meski terlihat mirip dengan ular cabai atau coral snake, tapi ular merah kepala hitam berasal dari famili Colubridae dan merupakan spesies tidak berbisa. Warna merahnya yang mirip ular cabai hanyalah penanda agar predator menjauhinya. Dilansir iNaturalist, reptil ini adalah spesies terestrial. Ia bisa ditemukan di hutan, area pesisir, hingga dataran tinggi. Penyebarannya juga cukup luas karena mencakup Meksiko (wilayah Chiapas, Guanajuato, Guerrero, Hidalgo, Nuevo León, Oaxaca, Puebla, Querétaro, San Luis Potosí, dan Tamaulipas) hingga Guatemala bagian barat.
Ternyata berbagai ular berwarna merah yang hidup di Meksiko kebanyakan merupakan spesies berukuran kecil. Karena itu, mereka sangat pandai bersembunyi, berkamuflase, dan kemungkinan akan sulit ditemukan dengan mata telanjang. Warna merah juga tidak menjadi indikator tingkat bahaya. Sebab, tak sedikit ular berwarna merah yang tidak berbisa dan sama sekali tidak membahayakan.





















