Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Ular Beludak Mangshan, Spesies yang Sangat Langka!

6 min read
5 Fakta Ular Beludak Mangshan, Spesies yang Sangat Langka!
potret ular beludak mangshan muda di Kebun Binatang Praha (commons.wikimedia.org/Václav Šilha)
  • Ular beludak mangshan adalah spesies endemik China yang hanya hidup di Pegunungan Nangling seluas sekitar 185 km persegi, berstatus Terancam Punah menurut IUCN.
  • Ular semi-arboreal ini berburu pengerat, burung kecil, dan katak dengan kamuflase, pendeteksi panas, serta umpan gerakan ekor; bisanya mengandung hemotoksin dan sitotoksin.
  • Populasinya diperkirakan tinggal 300—500 individu, terancam perburuan ilegal dan kerusakan habitat; perlindungan China serta konservasi habitat dan penangkaran telah dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Keluarga ular beludak atau viper (famili Viperidae) bisa dibilang jadi reptil dengan persebaran paling luas. Soalnya, mereka bisa ditemukan hampir di seluruh benua, kecuali Antarktika, Australia, Madagaskar, Hawaii, serta pulau terpencil yang sangat kecil. Maka dari itu, ada banyak genus dan spesies ular beludak, mulai dari yang populasinya paling besar sampai sedikit.

Nah, kalau bicara soal spesies ular beludak mana yang punya populasi paling sedikit alias langka, maka ular beludak mangshan (Protobothrops mangshanensis) tak boleh luput dari pembahasan. Ular dengan perpaduan warna sisik hijau kecokelatan dengan motif totol panjang berwarna hitam dan kuning ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1990 dengan persebaran yang cukup terbatas, yakni pada area seluas 185 km persegi saja. Tak heran kalau IUCN Red List sampai melabeli ular beludak mangshan dalam kategori hewan terancam punah (Endangered).

Dari sedikit fakta itu saja, kamu pasti sudah makin penasaran dengan sosok ular berbisa yang mampu tumbuh hingga panjang 2 meter dan bobot 2—5 kg ini, kan? Kalau begitu, yuk, kita kenalan dengan ular beludak mangshan yang cantik, langka, dan berbahaya ini! Simak ulasan di bawah ini sampai tuntas, ya!

  1. 1. Peta persebaran dan habitat alami

    Ular beludak mangshan termasuk hewan semi arboreal sehingga cukup banyak menghabiskan waktu di atas pohon atau tanaman.
    Ular beludak mangshan termasuk hewan semi arboreal sehingga cukup banyak menghabiskan waktu di atas pohon atau tanaman. (commons.wikimedia.org/Václav Šilha)

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, persebaran ular beludak mangshan terbilang sangat terisolasi, yakni pada area seluas kurang lebih 185 km persegi saja. Lebih spesifik lagi, San Diego Zoo melansir kalau reptil ini hanya ditemukan di Pegunungan Nangling—termasuk Gunung Mangshan di bagian utara yang jadi asal usul nama mereka—di selatan China. Artinya, mereka adalah hewan endemik China dengan persebaran yang jauh lebih kecil ketimbang panda (Ailuropoda melanoleuca)!

    Dari persebaran itu, mudah ditebak kalau habitat kesukaan dari reptil ini adalah hutan dengan kepadatan vegetasi dan kelembaban yang tinggi. Elevasi yang dipilih berkisar antara 500—1.600 meter di atas permukaan laut yang cukup terisolir dan sulit dijangkau oleh manusia. Uniknya, ular beludak mangshan dikategorikan sebagai hewan semi arboreal. Hal ini berarti mereka bisa menghabiskan waktu di atas pohon maupun permukaan tanah demi memperoleh makanan, beristirahat, sampai berjemur di bawah sinar Matahari.

  2. 2. Makanan favorit dan cara berburu

    potret ular beludak mangshan muda di Kebun Binatang Praha
    potret ular beludak mangshan muda di Kebun Binatang Praha (commons.wikimedia.org/Václav Šilha)

    Pastinya, ular beludak adalah karnivor sejati, meski bukan termasuk predator puncak di habitat alami. Pilihan makanan utama mereka adalah berbagai spesies pengerat, burung kecil, dan katak. Mereka memanfaatkan organ bernama pit organ yang berfungsi untuk mendeteksi radiasi panas yang dikeluarkan hewan berdasar panas. Untuk melumpuhkan mangsa, bisa jadi senjata utama yang disuntikkan secara langsung ke tubuh mangsa. Namun, ada proses unik sebelum ular ini dapat melakukannya.

    Mula-mula, mereka akan berdiam diri di tumpukan daun ataupun pohon, berbaur dengan sempurna berkat kombinasi warna sisik. Kemudian, ular beludak mangshan akan menunggu sampai mangsa mendekat sendiri dan menyerang dengan cepat. Dilansir London Zoo, guna mempercepat proses menunggu, ular ini dapat memainkan ekor dengan gerakan-gerakan khas cacing atau hewan kecil yang jadi makanan mangsa favorit supaya menarik perhatian. Calon mangsa yang terpedaya biasanya tak akan sadar kalau itu adalah taktik berburu dari sang predator sampai akhirnya digigit dan dililit untuk segera ditelan.

  3. 3. Jenis racun pada bisa ular beludak mangshan

    potret ular beludak mangshan dewasa dengan kapasitas kelenjar bisa yang besar
    potret ular beludak mangshan dewasa dengan kapasitas kelenjar bisa yang besar (commons.wikimedia.orgJunkyardsparkle)

    Kandungan racun pada bisa ular beludak mangshan bisa dibilang jadi salah satu yang paling kompleks. Sebab, bisa ular ini mengandung racun hemotoksin dan sitotoksin yang artinya ada dua efek berbeda jika bisa ini berhasil diinjeksi ke tubuh mangsa atau korban. Pertama, ada pendarahan hebat pada internal tubuh dan koagulasi (pembekuan) darah secara abnormal akibat racun hemotoksin. Kedua, terjadi pula kerusakan jaringan atau sel tubuh, termasuk jaringan otot akibat racun sitotoksin.

    Seramnya lagi, ular beludak mangshan jadi salah satu spesies ular berbisa dengan perolehan bisa paling tinggi di dunia karena ukuran kelenjar bisa yang besar, dilansir London Zoo. Selain itu, belum ada penawar bisa bagi kombinasi racun mereka sehingga penanganan bagi korban yang tak sengaja digigit ular ini jadi semakin sulit. Untungnya, sifat ular beludak mangshan terbilang cukup pemalu dan menghindari konflik dengan manusia. Jadi, selama tidak diusik secara sengaja maupun tak sengaja, tidak ada alasan bagi mereka untuk menyerang kita.

  4. 4. Sistem reproduksi

    Ular beludak mangshan betina terbilang sangat protektif pada telur-telurnya ketika musim reproduksi.
    Ular beludak mangshan betina terbilang sangat protektif pada telur-telurnya ketika musim reproduksi. (commons.wikimedia.org/TimVickers)

    Belum banyak hal yang kita ketahui soal perilaku ular beludak mangshan ketika musim kawin tiba. Yang jelas, berbeda dengan kebanyakan spesies ular beludak yang termasuk hewan ovovivipar (bertelur dan melahirkan), ular ini justru tergolong sebagai hewan ovipar (hanya bertelur). Dilansir San Diego Zoo, biasanya ular beludak mangshan betina akan menghasilkan 13—27 butir telur dalam satu musim kawin, tergantung dari ukuran si betina.

    Nantinya, telur-telur itu dikeluarkan di atas tumpukan daun di atas tanah supaya memperoleh kehangatan yang pas. Masa inkubasi telur-telur tersebut berlangsung antara 49—62 hari dan betina selalu menjaganya sampai menetas. Pada fase inkubasi tersebut, sang induk menjadi lebih agresif pada makhluk apapun yang coba mendekat. Nah, setelah anak-anak ular beludak mangshan menetas, sang induk pun langsung menjauh yang artinya anak ular ini sudah harus dapat hidup mandiri sejak baru lahir. Ukuran anak-anak ular ini berkisar antara 38—45 cm dengan bobot 30—40 gram.

  5. 5. Masalah yang dihadapi spesies ini

    Warna sisik yang menawan jadi salah satu alasan mengapa ular beludak mangshan ditangkap secara ilegal untuk diperjualbelikan.
    Warna sisik yang menawan jadi salah satu alasan mengapa ular beludak mangshan ditangkap secara ilegal untuk diperjualbelikan. (commons.wikimedia.org/TimVickers)

    Seperti yang sudah disebutkan di awal, reptil unik yang satu ini sudah masuk dalam kategori hewan terancam punah (Endangered) menurut IUCN Red List. Animal World & Snake Farm Zoo melansir kalau diperkirakan hanya ada 300—500 individu ular beludak mangshan yang tersisa di dunia. Sempitnya persebaran bukan satu-satunya alasan mengapa spesies ular ini masuk dalam kategori terancam punah.

    Warna sisik yang menawan ternyata jadi magnet tersendiri bagi pecinta reptil untuk memelihara ular beludak mangshan sehingga perburuan liar atau ilegal demi menjual spesies langka ini jadi tak dapat dihindari. Selain itu, kerusakan alam dan deforestasi yang terus terjadi di Pegunungan Nangling antara tahun 1950—1980 juga jadi ancaman karena mempersempit lagi ruang gerak ular ini.

    Sebenarnya, upaya perlindungan atas perburuan liar ular beludak mangshan sudah diberlakukan oleh pemerintah China. Selain itu, berbagai komunitas nasional dan internasional juga sudah berusaha melakukan upaya konservasi, baik dalam hal pemulihan habitat alami sampai pengembangbiakkan di penangkaran. Namun, tanpa kesadaran secara kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, upaya melestarikan spesies ular endemik ini tentu akan sia-sia.

    Hal ini tidak hanya berlaku bagi ular beludak mangshan, tapi berbagai spesies hewan terancam punah lain. Maka dari itu, sekecil apapun upaya yang dapat kita lakukan untuk melestarikan alam, jangan sungkan-sungkan untuk melakukannya, ya! Sebab, manusia dan alam itu adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Alam yang rusak jelas hanya akan menghasilkan peradaban manusia yang rusak pula.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More